Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi kampus Indonesia dengan skor rasio mahasiswa internasional tertinggi dalam QS World University Rankings atau QS WUR 2027.
ITS memperoleh skor International Student Ratio sebesar 18,2 poin. Universitas Sebelas Maret (UNS) menyusul di posisi kedua dengan skor 14,2 poin.
Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Telkom University berbagi posisi ketiga. Kedua perguruan tinggi tersebut sama-sama memperoleh skor 11 poin.
Daftar ini disusun dengan menyaring 20 perguruan tinggi Indonesia dalam QS WUR 2027, kemudian mengurutkannya berdasarkan skor International Student Ratio.
Indikator tersebut mengukur proporsi mahasiswa internasional terhadap keseluruhan mahasiswa, bukan jumlah mahasiswa asing secara absolut. Karena itu, skor lebih tinggi belum tentu berarti sebuah kampus memiliki mahasiswa asing lebih banyak dalam hitungan orang.
ITS dan UNS menempati dua posisi teratas
Skor ITS lebih tinggi empat poin dibandingkan UNS yang berada di urutan kedua. ITS juga menjadi satu-satunya kampus Indonesia yang masuk 800 besar dunia dalam peringkat khusus indikator International Student Ratio, yakni di posisi ke-769.
UGM dan Telkom University berada tepat di bawah UNS dengan skor yang sama. Meskipun demikian, posisi keseluruhan kedua kampus dalam QS WUR 2027 terpaut jauh. UGM berada di peringkat bersama ke-206 dunia, sedangkan Telkom University menempati kelompok 1.201–1.400.
Perbedaan itu menunjukkan bahwa skor rasio mahasiswa internasional hanya menggambarkan salah satu aspek perguruan tinggi. Posisi keseluruhan ditentukan oleh gabungan sejumlah indikator lain, termasuk reputasi akademik, sitasi, reputasi pemberi kerja, rasio dosen dan mahasiswa, serta keberlanjutan.
UI menempati posisi kelima dalam indikator rasio mahasiswa internasional dengan skor 10,3 poin. Namun, UI tetap menjadi kampus Indonesia dengan peringkat keseluruhan tertinggi, yakni di posisi bersama ke-191 dunia.
Pada urutan keenam terdapat tiga kampus dengan skor sama-sama 8,5 poin, yaitu Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, dan Binus University.
IPB University serta UMY melengkapi daftar 10 besar. Kehadiran Telkom University, Binus University, dan UMY menunjukkan bahwa tiga perguruan tinggi swasta masuk kelompok kampus Indonesia dengan skor rasio mahasiswa internasional tertinggi.
Skor QS bukan persentase mahasiswa asing
Skor International Student Ratio tidak dapat dibaca sebagai persentase. Skor ITS sebesar 18,2, misalnya, tidak berarti 18,2 persen mahasiswa ITS merupakan mahasiswa asing.
QS menghitung proporsi mahasiswa internasional terhadap keseluruhan mahasiswa sarjana dan pascasarjana. Hasil perhitungan tersebut kemudian diolah menjadi skor indikator agar dapat dibandingkan dengan perguruan tinggi lain.
Dengan demikian, tabel QS tidak menyediakan jumlah mahasiswa asing dalam satuan orang. Kampus berukuran besar dapat memiliki jumlah mahasiswa asing lebih banyak, tetapi memperoleh skor rasio lebih rendah karena jumlah keseluruhan mahasiswanya juga lebih besar.
Menurut definisi QS, mahasiswa internasional merupakan warga negara asing yang belajar di sebuah perguruan tinggi selama sedikitnya tiga bulan. Mahasiswa pertukaran yang mengikuti program di luar kampus utama serta mahasiswa pembelajaran jarak jauh tidak dimasukkan dalam perhitungan.
Data indikator berasal dari laporan perguruan tinggi dan sumber pihak ketiga, termasuk kementerian, lembaga pemerintah, serta sumber publik lainnya.
Bobot International Student Ratio
International Student Ratio merupakan bagian dari kelompok penilaian keterlibatan global atau Global Engagement. Indikator ini memiliki bobot 5 persen terhadap nilai keseluruhan QS WUR 2027.
Dua indikator lain dalam kelompok yang sama adalah rasio dosen internasional dan jaringan penelitian internasional. Masing-masing juga memiliki bobot 5 persen.
Tingginya skor rasio mahasiswa internasional dapat menunjukkan kemampuan perguruan tinggi menarik mahasiswa dari luar negeri. Lingkungan tersebut berpotensi memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam, memperluas jejaring, dan meningkatkan pertukaran budaya.
Namun, calon mahasiswa tetap perlu melihat indikator lain. Kualitas program studi, akreditasi, biaya kuliah, fasilitas, lokasi, bahasa pengantar, dan dukungan bagi mahasiswa internasional dapat berbeda pada setiap kampus. (RK/D-1)
Pertanyaan yang sering diajukan
Kampus Indonesia mana yang memiliki skor rasio mahasiswa asing tertinggi?
Institut Teknologi Sepuluh Nopember menjadi yang tertinggi dalam QS WUR 2027 dengan skor International Student Ratio sebesar 18,2 poin.
Apakah skor 18,2 berarti 18,2 persen mahasiswa ITS berasal dari luar negeri?
Tidak. Angka tersebut merupakan skor indikator QS, bukan persentase atau jumlah mahasiswa asing.
Mengapa kampus dengan skor ISR tertinggi tidak menjadi kampus terbaik Indonesia?
Indikator rasio mahasiswa internasional hanya berbobot 5 persen. Peringkat keseluruhan QS WUR ditentukan oleh sembilan indikator dengan bobot berbeda.
Apakah mahasiswa pertukaran masuk dalam perhitungan?
QS mengecualikan mahasiswa pertukaran di luar kampus utama dan mahasiswa pembelajaran jarak jauh. Mahasiswa internasional yang dihitung harus belajar di institusi tersebut sedikitnya selama tiga bulan.
Baca: UI, UGM, atau ITB? Kampus Terbaik Indonesia Berdasarkan 9 Indikator QS WUR 2027














Comments 2