Myanmar tercatat sebagai negara paling berisiko banjir di ASEAN 2025 berdasarkan laporan World Risk Report 2025 yang dirilis Bündnis Entwicklung Hilft bersama Ruhr University Bochum. Negara tersebut meraih skor risiko banjir sebesar 63,37 poin sehingga menempatkannya dalam kategori sangat tinggi atau very high.
Filipina menyusul di posisi kedua dengan skor 50,05 poin. Nilai tersebut masih berada dalam kelompok risiko sangat tinggi, yang mencerminkan kerentanan wilayah kepulauan tersebut terhadap bencana hidrometeorologi.
Sementara itu, Indonesia berada di urutan ketiga dengan skor 47,82 poin dan masuk dalam kategori yang sama dan menunjukkan bahwa risiko banjir masih menjadi tantangan besar di dalam negeri.
Kemudian, Vietnam menempati peringkat keempat dengan skor 46,17 poin, diikuti Thailand di posisi kelima dengan skor 43,32 poin. Kedua negara ini juga tergolong memiliki risiko banjir yang sangat tinggi menurut klasifikasi World Risk Report 2025.
Di bawah lima besar, Kamboja dan Malaysia masing-masing mencatat skor 35,40 poin dan 31,66 poin. Meski tidak berada di posisi teratas, kedua negara tersebut tetap masuk kategori very high, yang menandakan potensi dampak banjir yang besar apabila terjadi peristiwa ekstrem.
Sementara itu, Laos berada pada kategori risiko menengah dengan skor 4,40 poin. Lalu, Brunei Darussalam memperoleh skor 1,53 poin dan masuk kelompok risiko rendah. Adapun Singapura dan Timor Leste menjadi dua negara dengan risiko banjir terendah di ASEAN, masing-masing dengan skor 0,62 poin dan 0,42 poin, yang termasuk kategori sangat rendah atau very low.
Sebagai catatan, World Risk Report 2025 membagi tingkat risiko ke dalam lima kategori, mulai dari very low untuk skor 0,00–0,41 poin hingga very high untuk skor di atas 31,62 poin. (RK/D-1)
(Baca: Negara Paling Berisiko Banjir di Dunia 2025: Myanmar Teratas, Indonesia Urutan ke-11)













