Hewan yang paling banyak dipelihara di Indonesia masih didominasi oleh kucing, yang tidak hanya menjadi bagian dari keseharian rumah tangga, tetapi juga membentuk pola relasi baru antara manusia dan hewan di ruang domestik.
Temuan ini memperlihatkan bagaimana hewan yang paling banyak dipelihara di Indonesia tidak sekadar soal preferensi, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan emosional dan gaya hidup masyarakat perkotaan maupun semi-perkotaan.
Kucing menjadi hewan peliharaan paling populer di Indonesia dengan tingkat kepemilikan mencapai 75% responden. Data ini berasal dari survei Jakpat yang dilakukan pada Maret 2026 terhadap 1.254 responden.
Di bawah kucing, ikan menempati posisi kedua dengan 30%, disusul burung sebesar 21%. Sementara itu, anjing berada di urutan keempat dengan 11%, dan kelinci menjadi yang paling sedikit dipelihara dengan hanya 8% responden.
Di balik tingginya angka kepemilikan hewan peliharaan tersebut, terdapat beragam motif yang melatarbelakanginya. Sebanyak 63% responden menyebut alasan utama memelihara hewan adalah untuk mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati. Kemudian 62% mengaku membutuhkan teman di rumah.
Selain itu, 42% responden memelihara hewan untuk melatih tanggung jawab, sementara 31% menyatakan ketertarikan pada penampilan hewan menjadi alasan utama.
Fungsi praktis juga masih terlihat, di mana 22% responden menjadikan hewan peliharaan sebagai penjaga rumah. Adapun 18% lainnya memelihara hewan untuk mendorong aktivitas fisik, dan sekitar 10% terlibat dalam komunitas pecinta hewan.
Survei Jakpat ini dilakukan pada 9–10 Maret 2026 melalui aplikasi mobile dengan margin of error di bawah 5%. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan hewan peliharaan di Indonesia tidak hanya terkait preferensi biologis, tetapi juga telah menjadi bagian dari strategi kesejahteraan psikologis dan sosial masyarakat modern. (RK/D-1)
(Baca: Bukan One Piece, Jujutsu Kaisen Puncaki Daftar Manga Terlaris di Dunia 2025)













