Pemerintah Singapura menyiapkan dukungan finansial sekitar SGD70.000 bagi setiap anak berstatus warga negara Singapura sejak lahir hingga berusia 17 tahun. Dukungan tersebut mencakup uang tunai, tabungan kesehatan, dana pendidikan, dan dana pendamping dari pemerintah.
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkan kebijakan tersebut dalam National Day Rally pada Minggu (23/8/2026). Melalui program bernama SG Child Support Package, pemerintah ingin menyalurkan bantuan secara lebih merata dan berkelanjutan selama masa pertumbuhan anak.
“Jika seluruhnya dijumlahkan, setiap anak Singapura akan menerima hampir SGD70.000 dalam bentuk dukungan finansial langsung selama mereka tumbuh,” kata Wong, sebagaimana diterjemahkan dari transkrip resmi Kantor Perdana Menteri Singapura.
Program baru tersebut akan menggantikan Baby Bonus Scheme dan Large Families Scheme. Setiap anak akan memperoleh tingkat dukungan yang sama, terlepas dari urutan kelahirannya dalam keluarga.
Berapa bantuan yang diterima setiap anak Singapura?
SG Child Support Package memberikan manfaat maksimal SGD62.000. Jika digabungkan dengan manfaat yang telah tersedia berupa MediSave Grant sebesar SGD5.000 dan kontribusi Edusave sekitar SGD2.500, total dukungannya mencapai sekitar SGD69.500. Pemerintah Singapura membulatkan nilainya menjadi sekitar SGD70.000.
Mengacu pada kurs transaksi Bank Indonesia pada 28 Agustus 2026, kurs jual dolar Singapura sebesar Rp14.052,44 dan kurs belinya Rp13.904,95. Rata-rata kedua kurs tersebut berada di sekitar Rp13.978,70 per SGD.
Dengan kurs itu, angka SGD70.000 setara sekitar Rp978,5 juta. Sementara itu, penjumlahan komponen senilai sekitar SGD69.500 setara Rp971,5 juta. Konversi tersebut hanya menjadi gambaran karena seluruh manfaat tetap diberikan dalam dollar Singapura.
Apakah seluruh bantuan diberikan secara tunai?
Tidak. Dari total SG Child Support Package, komponen yang berbentuk uang tunai terdiri atas Baby Gift sebesar SGD10.000 dan Child Credits senilai total SGD32.000. Artinya, nilai tunai keseluruhannya mencapai SGD42.000, tetapi diberikan secara bertahap.
Child Credits akan dibayarkan sebesar SGD2.000 setiap tahun sejak anak berusia satu tahun hingga 16 tahun. Dana tersebut disalurkan ke rekening bank yang terhubung dengan identitas PayNow milik anak.
Adapun dana dalam Child Development Account atau CDA hanya dapat digunakan untuk pengeluaran yang disetujui, seperti biaya pendidikan prasekolah dan layanan kesehatan.
Dana pendamping maksimal SGD5.000 juga tidak diberikan otomatis. Orangtua harus lebih dahulu menabung di CDA agar pemerintah memberikan dana dengan jumlah yang sama.
Sementara itu, MediSave digunakan untuk kebutuhan kesehatan. Dana Edusave serta top-up Post-Secondary Education Account atau PSEA diperuntukkan bagi kebutuhan pendidikan.
Siapa yang berhak menerima SG Child Support Package?
Program ini berlaku bagi anak yang berstatus warga negara Singapura dan berusia maksimal 17 tahun. Besaran manfaat yang diterima anak yang sudah lahir akan disesuaikan dengan usianya sehingga tidak seluruh anak memperoleh semua komponen secara retroaktif.
Dikutip dari LifeSG, pembayaran program mulai dilakukan pada April 2027. Anak yang lahir pada atau setelah 1 April 2027 akan memperoleh Baby Gift sebesar SGD10.000 dalam dua tahap sebelum berusia satu tahun.
Anak yang berusia 1–16 tahun pada 2026 akan menerima Child Credits untuk tahun tersebut paling lambat 30 April 2027. Adapun anak yang berusia 17 tahun pada 2026 dijadwalkan memperoleh top-up PSEA sebesar SGD10.000 pada Juni 2027.
Anak yang telah terdaftar dalam Baby Bonus Scheme akan dialihkan secara otomatis ke SG Child Support Package. Untuk kelahiran mulai 1 April 2027, orangtua dapat mendaftarkan anak dalam program tersebut bersamaan dengan proses pencatatan kelahiran melalui LifeSG.
Mengapa Singapura meningkatkan dukungan bagi keluarga?
Peningkatan dukungan keluarga dilakukan ketika tingkat fertilitas Singapura terus menurun. Singapore Department of Statistics menunjukkan, angka fertilitas total penduduk Singapura berada di level 0,87 anak per perempuan pada 2025.
Angka tersebut turun dari 0,97 anak per perempuan pada 2024 sekaligus menjadi tingkat fertilitas terendah yang pernah dialami Singapura. Kondisi itu mendorong pemerintah memperkuat bantuan biaya pengasuhan anak dan memberi orangtua waktu lebih panjang untuk merawat keluarga.
Selain SG Child Support Package, pemerintah berencana menambah hak cuti pengasuhan anak, menurunkan biaya pusat pengasuhan dan perawatan bayi secara bertahap hingga 2030, serta memperkuat dukungan perumahan bagi keluarga yang memiliki anak. (RK/D-1)
Baca: Jumlah Anak Fatherless di Indonesia 2024 Capai 15,9 Juta, Didominasi Provinsi di Pulau Jawa













