Maluku Utara menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada kuartal II 2026. Produk domestik regional bruto (PDRB) provinsi tersebut tumbuh 15,35% secara tahunan (year on year/YoY).
Laju pertumbuhan Maluku Utara jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% (YoY) pada kuartal II 2026, melambat dibandingkan kuartal I 2026 yang sebesar 5,61%.
Pertumbuhan ekonomi nasional tersebut ditopang oleh kinerja ekonomi daerah yang secara umum masih positif. Berdasarkan data BPS, sebanyak 37 dari 38 provinsi mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026, sedangkan satu provinsi mengalami kontraksi.
Setelah Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua, yakni 7,41% (YoY). Posisi berikutnya ditempati Kepulauan Riau dengan pertumbuhan 6,99%. Gorontalo berada di urutan selanjutnya setelah ekonominya tumbuh 6,20% (YoY), diikuti Sulawesi Tenggara menyusul dengan pertumbuhan sebesar 6,19%.
Di Pulau Jawa dan Bali, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicatat Bali sebesar 5,78%. Berikutnya, DI Yogyakarta tumbuh 5,75%, Jawa Barat 5,73%, Jawa Timur 5,72%, serta Jawa Tengah 5,71%. Jakarta juga mencatat pertumbuhan ekonomi di atas angka nasional, yakni sebesar 5,52%. Adapun Banten tumbuh 5,49%.
Papua Tengah Jadi Satu-satunya Provinsi yang Kontraksi
Di tengah pertumbuhan ekonomi yang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, Papua Tengah menjadi satu-satunya provinsi yang mengalami kontraksi pada kuartal II 2026. Perekonomian provinsi tersebut terkontraksi 15,44% (YoY). Penurunan ekonomi Papua Tengah terutama dipengaruhi oleh lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang merosot 22,72% (YoY).
Pertambangan dan penggalian memiliki kontribusi terbesar terhadap struktur ekonomi Papua Tengah. Karena itu, penurunan tajam pada sektor tersebut memberikan tekanan besar terhadap kinerja ekonomi provinsi secara keseluruhan.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi antardaerah pada kuartal II 2026 menunjukkan kesenjangan yang cukup lebar. Maluku Utara mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,35%, sedangkan Papua Tengah berada di posisi terbawah dengan kontraksi 15,44%. (RK/D-1)
Pertumbuhan Ekonomi di 38 Provinsi pada Kuartal II 2026
- Aceh: 4,86%
- Bali: 5,78%
- Banten: 5,49%
- Bengkulu: 5,11%
- DI Yogyakarta: 5,75%
- DKI Jakarta: 5,52%
- Gorontalo: 6,20%
- Jambi: 4,15%
- Jawa Barat: 5,73%
- Jawa Tengah: 5,71%
- Jawa Timur: 5,72%
- Kalimantan Barat: 5,61%
- Kalimantan Selatan: 5,28%
- Kalimantan Tengah: 3,53%
- Kalimantan Timur: 3,35%
- Kalimantan Utara: 4,96%
- Kepulauan Bangka Belitung: 4,01%
- Kepulauan Riau: 6,99%
- Lampung: 5,29%
- Maluku: 5,31%
- Maluku Utara: 15,35%
- Nusa Tenggara Barat: 7,41%
- Nusa Tenggara Timur: 5,01%
- Papua: 4,49%
- Papua Barat: 3,41%
- Papua Barat Daya: 2,82%
- Papua Pegunungan: 3,30%
- Papua Selatan: 5,51%
- Papua Tengah: -15,44%
- Riau: 4,75%
- Sulawesi Barat: 5,20%
- Sulawesi Selatan: 5,59%
- Sulawesi Tengah: 5,06%
- Sulawesi Tenggara: 6,19%
- Sulawesi Utara: 5,42%
- Sumatra Barat: 4,54%
- Sumatra Selatan: 5,20%
- Sumatra Utara: 5,06%
Baca: Pertumbuhan Ekonomi Bali-Nusa Tenggara Tertinggi pada Kuartal II 2026, Capai 6,10%












