Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Indonesia sebesar 4,65% pada Mei 2026. Angka tersebut turun 0,03 persen poin jika dibandingkan dengan Februari 2026 yang sebesar 4,68%.
Berdasarkan karakteristik penduduknya , tingkat pengangguran terbuka di Indonesia berbeda menurut jenis kelamin, pendidikan, wilayah tempat tinggal, dan kelompok umur.
Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) tercatat memiliki TPT tertinggi berdasarkan tingkat pendidikan, sedangkan kelompok usia 15–24 tahun menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi berdasarkan umur.
Berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki tercatat lebih tinggi dibandingkan perempuan. TPT laki-laki mencapai 4,85% pada Mei 2026, sedangkan TPT perempuan sebesar 4,32%.
Jika dilihat berdasarkan tingkat pendidikan, lulusan SMK memiliki tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia pada Mei 2026, yakni sebesar 7,68%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hampir delapan dari setiap 100 angkatan kerja lulusan SMK berada dalam status pengangguran.
Posisi berikutnya ditempati lulusan sekolah menengah atas (SMA) dengan TPT sebesar 6,17%. Sementara itu, penduduk berpendidikan Diploma IV, S1, S2, dan S3 mencatatkan TPT sebesar 6,09%.
Adapun TPT lulusan Diploma I, II, dan III mencapai 4,75%. Kemudian, tingkat pengangguran lulusan sekolah menengah pertama (SMP) tercatat sebesar 4,16%.
Sementara itu, penduduk dengan pendidikan sekolah dasar (SD) ke bawah memiliki TPT terendah, yakni sebesar 2,31%. Angka tersebut jauh di bawah tingkat pengangguran lulusan SMK yang mencapai 7,68%.
Perbedaan tingkat pengangguran juga terlihat berdasarkan wilayah tempat tinggal. TPT penduduk perkotaan mencapai 5,54% pada Mei 2026, lebih tinggi dibandingkan penduduk perdesaan yang sebesar 3,15%.
Jika dirinci berdasarkan kelompok umur, tingkat pengangguran tertinggi berada pada penduduk berusia 15–24 tahun. TPT kelompok usia 15–24 tahun mencapai 17,37%, atau lebih dari tiga kali lipat tingkat pengangguran nasional.
TPT kemudian turun tajam menjadi 2,56% pada kelompok usia 25–59 tahun. Sementara itu, penduduk berusia 60 tahun ke atas memiliki TPT sebesar 2,35% pada periode yang sama.
Dengan demikian, data Mei 2026 menunjukkan bahwa pengangguran di Indonesia paling tinggi terjadi pada kelompok usia muda dan lulusan pendidikan menengah, khususnya SMK. Di sisi lain, tingkat pengangguran penduduk perdesaan dan kelompok usia 25 tahun ke atas relatif lebih rendah dibandingkan kelompok lainnya. (RK/D-1)
Baca: Rata-rata Upah Buruh Indonesia 2026 Capai Rp3,39 Juta, Tertinggi di Jakarta













