Di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kian pesat, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menghadapi tantangan baru saat memasarkan produk secara daring. Salah satu persoalan yang kerap dikeluhkan adalah besarnya biaya administrasi, komisi transaksi, hingga potongan layanan tambahan di berbagai platform marketplace.
Bagi pelaku usaha dengan margin tipis, potongan beberapa persen saja bisa berdampak langsung pada keuntungan bersih. Situasi inilah yang coba dijawab oleh TOCO. Marketplace ini menawarkan skema 0 persen biaya admin dengan klaim 100 persen keuntungan untuk penjual. Model tersebut diposisikan sebagai upaya memberi ruang lebih longgar bagi UMKM untuk bertumbuh tanpa terbebani potongan komisi.
Transformasi digital memang memperluas akses pasar. Produk dari berbagai daerah kini dapat menjangkau konsumen lintas kota bahkan provinsi. Namun, di balik peluang tersebut, penjual juga harus memperhitungkan biaya admin per transaksi, komisi penjualan, biaya promosi berbayar, serta potongan sistem pembayaran. Dalam jangka panjang, akumulasi biaya ini dapat membatasi ekspansi usaha dan mempersempit ruang inovasi.
Toco.id memilih pendekatan berbeda dengan kebijakan tanpa biaya admin bagi penjual. Artinya, hasil penjualan tidak dipotong komisi marketplace. Skema ini, menurut sejumlah pelaku usaha, membantu menjaga harga tetap kompetitif tanpa harus mengorbankan laba. Keuntungan yang diterima secara utuh juga bisa dialokasikan untuk peningkatan kualitas produk, promosi, maupun penguatan merek.
Sejumlah penjual membagikan pengalaman mereka. Anung, pemilik toko Alima Food yang menjual kopi tubruk Mozza 7 di TOCO, menyampaikan: “Sangat membantu bagi teman-teman UMKM yang ingin memperkenalkan produknya ke pasar masyarakat yang lebih luas lagi. Saya berjualan kopi tubruk Mozza 7 di TOCO dan TOCO benar-benar membantu UMKM karena tidak ada biaya administrasi maupun potongan lain. Ekspedisinya juga lengkap, jadi pengiriman pesanan lebih mudah.”
Laras, pemilik toko Rese Corner di TOCO, juga merasakan manfaat serupa. Ia menuturkan: “Alhamdulillah semenjak pindah ke TOCO, jualan enggak pernah rugi karena potongan admin lagi. Aplikasi yang sangat support UMKM.”
Ia menambahkan, “Penjualan di TOCO cukup rutin karena bebas biaya admin dan produk Kukuru Kripik Kulit dari Rese Corner juga bisa menawarkan harga promo lebih murah dibanding platform lain. Hal ini membuat reseller lebih banyak melakukan checkout di sini.”
Dari Surabaya, pemilik toko Booklover Surabaya membagikan pengalamannya setelah beralih ke TOCO. “Alhamdulillah toko saya sekarang pindah ke TOCO. E-commerce baru ini tidak mengenakan biaya layanan apapun, uang dari sellers otomatis juga langsung masuk ke rekening begitu transaksi dinyatakan selesai oleh buyers. Tanpa banyak drama dan nunggu lama, dalam waktu 2 x 24 jam uang masuk. TOCO juga gercep menanggapi keluhan pengguna. Tidak dijawab bot dan solusi yang didapat memuaskan. Bebas rasa khawatir ketemu buyers nakal seperti di marketplace lain. Semoga sukses buat TOCO.”
Fitur yang Mendukung Operasional Penjual
Selain skema 0 persen admin, sejumlah fitur dinilai cukup membantu operasional harian penjual. Kebijakan bebas biaya layanan dan tanpa potongan penjualan menjadi daya tarik utama. Bagi sebagian pelaku usaha, struktur biaya yang lebih ringan membuat margin keuntungan tetap terjaga.
Fitur Toko Libur memungkinkan toko tetap ditemukan calon pembeli meski sedang tidak beroperasi sementara. Dengan demikian, visibilitas tetap terjaga tanpa perlu menonaktifkan akun sepenuhnya.
Adapun fitur Pre-Order dinilai membantu penjual dengan sistem reseller atau produksi terbatas. Penjual dapat mengatur waktu pemenuhan pesanan sesuai ketersediaan stok atau proses produksi.
Dari sisi arus kas, pencairan dana otomatis ke rekening tampungan setelah transaksi dinyatakan selesai menjadi nilai tambah. Penjual tidak perlu mengajukan proses manual yang memakan waktu. Selain itu, layanan pelanggan yang disebut dijawab langsung oleh tim—bukan bot otomatis—menjadi faktor yang diapresiasi.
Sejumlah testimoni tersebut menunjukkan bahwa model bisnis tanpa potongan komisi dipadukan dengan fitur operasional yang relatif sederhana menjadi kombinasi yang menarik bagi sebagian UMKM. TOCO memosisikan diri sebagai marketplace berbasis komunitas dengan fokus pada pemberdayaan penjual lokal dan transparansi sistem biaya.
Tentang TOCO
TOCO merupakan marketplace berbasis komunitas yang didirikan oleh Arnold Sebastian Egg dan diluncurkan pada awal Agustus 2024. Platform ini mengusung kebijakan Gerakan 0% Potongan atau bebas biaya admin (komisi) seumur hidup bagi penjual, dengan sasaran utama UMKM dan brand lokal.
Pada November 2025, TOCO meraih penghargaan dari Marketeers Markplus sebagai Inspiring Ecommerce Enabler Of The Year 2025 dalam ajang Marketeers SME Award.
Di tengah persaingan e-commerce yang semakin ketat, kehadiran model bisnis dengan potongan nol persen menjadi alternatif yang patut diperhitungkan. Bagi sebagian pelaku UMKM, efisiensi biaya bukan sekadar strategi bertahan, melainkan fondasi untuk tumbuh lebih berkelanjutan di era ekonomi digital. (ADV/IMR/D-1)













