Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Berita

Dampak Penutupan Selat Hormuz: Guncangan Ekonomi Global dan Indonesia

Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak dunia yang krusial, kembali menjadi sorotan utama di tengah memanasnya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.

by Raka Maheswara
4 March 2026
in Berita
Dampak Penutupan Selat Hormuz

Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak dunia yang krusial, kembali menjadi sorotan utama di tengah memanasnya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. (Sumber: Freepik/wirestock)

Share on FacebookShare on Twitter

Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak dunia yang krusial, kembali menjadi sorotan utama di tengah memanasnya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Isu penutupan selat ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai potensi dampak penutupan Selat Hormuz terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia.

Secara geografis, Selat Hormuz terletak di antara Iran di sisi utara, serta Oman dan Uni Emirat Arab di sisi selatan. Perairan sempit ini menjadi penghubung vital antara Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Pentingnya selat ini dalam perdagangan energi global tidak dapat diremehkan, sebab sekitar seperlima dari total minyak yang diperdagangkan melalui laut setiap harinya melintasi jalur ini. Dengan kata lain, lebih dari 20 persen pasokan minyak dunia bergantung pada kelancaran arus di Selat Hormuz.

READ ALSO

Toco Academy Volume 4 Digelar di Bogor, Dorong UMKM Lebih Mandiri Berjualan Daring

Mau Masuk Akuntansi, IT, Bisnis, atau Farmasi? Ini Mapel TKA yang Perlu Dipertimbangkan untuk SNBP 2027

Negara-negara produsen minyak besar di kawasan Teluk, seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Iran, menjadikan Selat Hormuz sebagai rute ekspor utama mereka. Data menunjukkan bahwa volume minyak mentah dan kondensat yang melewati selat ini berkisar antara 14 hingga 16 juta barel per hari dalam lima tahun terakhir.

Selain minyak mentah, sekitar seperlima dari total perdagangan gas alam cair (LNG) dunia juga melewati jalur ini. LNG dari kawasan Teluk memegang peranan penting bagi pasar energi di Asia dan Eropa. Kombinasi arus minyak dan produk energi lainnya yang melewati Selat Hormuz dapat mencapai hampir 20 juta barel per hari, menegaskan posisinya sebagai kunci keamanan energi global.

Meskipun terdapat alternatif berupa pipa darat, kapasitasnya jauh lebih kecil dibandingkan volume yang dapat diangkut melalui laut. Hal ini menjadikan gangguan pada Selat Hormuz hampir tidak tergantikan. Posisi strategisnya menjadikan selat ini bukan hanya sekadar jalur ekonomi, tetapi juga instrumen geopolitik.

Iran, sebagai negara yang berbatasan langsung, memiliki pengaruh signifikan terhadap stabilitas kawasan tersebut. Dalam berbagai periode ketegangan dengan Amerika Serikat, ancaman penutupan atau blokade Selat Hormuz kerap muncul sebagai respons politik maupun militer.

Ancaman penutupan Selat Hormuz saja sudah cukup untuk memicu gejolak di pasar energi global. Iran dapat memanfaatkan kontrolnya atas wilayah tersebut sebagai alat tekanan. Insiden sebelumnya telah menunjukkan bagaimana peningkatan risiko keamanan di selat ini dapat menyebabkan penumpukan kapal tanker di sekitar pelabuhan kawasan Teluk, bahkan transmisi peringatan kepada kapal yang melintas.

Oleh karena itu, Selat Hormuz sering disebut sebagai senjata non-militer paling berbahaya di Timur Tengah. Ketidakpastian di selat ini dapat memicu lonjakan harga minyak dan memperbesar risiko krisis energi global tanpa perlu adanya aksi militer.

Jika skenario penutupan penuh terjadi, dampak paling nyata adalah lonjakan harga minyak yang signifikan. Berkurangnya pasokan minyak global sebesar 15-20 juta barel per hari dalam waktu singkat akan mendorong kenaikan harga di pasaran.

Dalam skenario terburuk, harga minyak bahkan bisa menembus rekor tertinggi, berpotensi melampaui 100 dolar AS per barel jika gangguan berlangsung dalam jangka waktu lama. Kenaikan harga minyak ini akan berdampak luas, mulai dari harga bensin, solar, LPG, hingga bahan bakar penerbangan.

Biaya produksi industri diperkirakan akan meningkat, ongkos distribusi melonjak, dan pada akhirnya memicu inflasi global. Negara-negara pengimpor energi akan merasakan tekanan paling besar. Gangguan pasokan LNG juga dapat memperparah situasi, berpotensi menimbulkan krisis energi global ganda. Industri petrokimia, logam, pulp dan kertas, serta manufaktur juga akan terdampak akibat biaya energi yang lebih mahal.

Bagi Indonesia, dampak penutupan selat Hormuz juga sangat terasa. Sebagai negara yang masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak dan LPG, Indonesia rentan terhadap lonjakan harga energi global. Kenaikan harga minyak dunia berpotensi mendorong kenaikan harga bahan bakar domestik, biaya transportasi, dan harga kebutuhan pokok.

Inflasi global yang merambat ke dalam negeri dapat menekan daya beli masyarakat. Sektor logistik dan pelayaran juga tidak luput dari dampak, dengan potensi kenaikan biaya asuransi kapal, perpanjangan rute pengiriman, dan tarif kontainer. Dalam jangka panjang, ketidakpastian ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global, termasuk ekonomi Indonesia.

Meskipun beberapa negara Teluk memiliki pipa alternatif yang mengarah ke Laut Merah atau pelabuhan lain di luar Teluk Persia, kapasitasnya sangat terbatas dan tidak mampu menggantikan seluruh volume yang biasa melewati Selat Hormuz. PT Pertamina (Persero) di Indonesia telah menyiapkan skenario mitigasi, termasuk pengalihan rute kapal pengangkut minyak mentah melalui jalur yang lebih aman, diversifikasi sumber impor, dan pemanfaatan cadangan energi strategis.

Namun, ketergantungan global pada Selat Hormuz tetap tinggi, menjadikan stabilitas kawasan ini sebagai faktor krusial bagi perekonomian dunia. Ketergantungan pada minyak dan gas dari Selat Hormuz membuat setiap konflik di Timur Tengah dapat memicu efek domino yang memengaruhi harga BBM dan kebutuhan sehari-hari di berbagai belahan dunia. (RK/D-1)

Source: EIA
Tags: 2024Ekspor MinyakIranPerangSelat Hormuz

Related Posts

Toco Academy Volume 4 Digelar di Bogor, Dorong UMKM Lebih Mandiri Berjualan Daring
Berita

Toco Academy Volume 4 Digelar di Bogor, Dorong UMKM Lebih Mandiri Berjualan Daring

2 October 2026
Mau Masuk Akuntansi, Informatika, Bisnis, atau Farmasi? Ini Mapel TKA yang Perlu Dipertimbangkan untuk SNBP 2027
Berita

Mau Masuk Akuntansi, IT, Bisnis, atau Farmasi? Ini Mapel TKA yang Perlu Dipertimbangkan untuk SNBP 2027

25 September 2026
Pendaftaran TKA 2026 Tutup 27 September, Jangan Salah Pilih 2 Mapel untuk SNBP
Berita

Pendaftaran TKA 2026 Tutup 27 September, Jangan Salah Pilih 2 Mapel untuk SNBP

18 September 2026
Matematika Jadi Masalah dari SD hingga SMA? Ini Potret Nilai TKA Siswa Indonesia
Berita

Matematika Jadi Masalah dari SD hingga SMA? Ini Potret Nilai TKA Siswa Indonesia

18 September 2026
Soal TKA Bukan Hafalan, Ini Kisi-kisi dan Model Soal Matematika 2026
Berita

Soal TKA Bukan Hafalan, Ini Kisi-kisi dan Model Soal Matematika 2026

18 September 2026
Meet the Young Talents: Quinn Salman hingga Etenia Croft Warnai IIME 2026
Berita

Meet the Young Talents: Quinn Salman hingga Etenia Croft Warnai IIME 2026

17 September 2026
Next Post
Terungkap! Prodi dengan Daya Tampung Terbanyak pada SNBT 2026: Hukum dan PGSD Mendominasi

Terungkap! Prodi dengan Daya Tampung Terbanyak pada SNBT 2026: Hukum dan PGSD Mendominasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.