Dataloka.id — Kampus dengan lulusan berpendapatan lebih tinggi belum tentu memiliki skor reputasi pemberi kerja yang juga lebih tinggi.
Perbandingan Tracer Study 2025 Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan QS World University Rankings 2027 menunjukkan pola tersebut.
Dalam laporan tracer study, median pendapatan lulusan ITB sekitar Rp8,3 juta per bulan. UI sekitar Rp7,5 juta dan UGM sekitar Rp6 juta.
Namun, urutan Employer Reputation berbeda. UI memiliki skor tertinggi sebesar 87,4, disusul UGM 81,8 dan ITB 76,2. Artinya, median pendapatan dan reputasi pemberi kerja tidak bergerak dalam urutan yang sama.
Gaji Lulusan dan Employer Reputation
| Kampus | QS WUR 2027 | Academic Reputation | Employer Reputation | Selisih |
|---|---|---|---|---|
| Unpad | 496 | 53,2 | 32,8 | 20,4 |
| Unhas | 851–900 | 23,8 | 18,5 | 5,3 |
| UMY | 1.201–1.400 | 13,4 | 7,0 | 6,4 |
Sumber: QS World University Rankings 2027. Selisih dihitung Dataloka.
ITB Punya Median Pendapatan Tertinggi
Tracer Study Sarjana ITB 2025 menampilkan median pendapatan sekitar Rp8,3 juta per bulan.
Di tingkat program studi, variasinya jauh lebih besar. Teknik Perminyakan memiliki median sekitar Rp13 juta, Teknik Telekomunikasi Rp12,5 juta, dan Teknik Kimia Rp12 juta dalam data yang dipublikasikan.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa angka universitas secara keseluruhan dapat menyembunyikan variasi antarprogram studi.
Di sisi lain, Employer Reputation ITB pada QS WUR 2027 sebesar 76,2. Angka tersebut tetap tinggi dalam konteks Indonesia, tetapi berada di bawah UI dan UGM.
Karena itu, median pendapatan yang lebih tinggi tidak otomatis menghasilkan skor reputasi pemberi kerja yang lebih tinggi.
UI Memimpin Employer Reputation
UI memperoleh skor Employer Reputation 87,4 pada QS WUR 2027, tertinggi di Indonesia. Dalam Tracer Study UI 2025, median pendapatan secara keseluruhan berada sekitar Rp7,5 juta per bulan.
Data per fakultas memperlihatkan variasi. Fakultas Kedokteran memiliki median Rp10 juta, sedangkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Ilmu Komputer masing-masing Rp9 juta.
Response rate S1 UI dalam Tracer Study 2025 sebesar 53,4 persen, dengan 4.518 responden dari populasi 8.459 lulusan S1 yang menjadi sasaran survei. Dengan demikian, angka pendapatan merupakan hasil survei responden dan bukan data seluruh lulusan.
UGM: Employer Reputation Tinggi, Median Rp6 Juta
UGM memperoleh Employer Reputation 81,8 pada QS WUR 2027, tertinggi kedua di Indonesia setelah UI dalam data yang dibandingkan.
Tracer Study UGM 2025 menampilkan median pendapatan Sarjana dan Sarjana Terapan sekitar Rp6 juta per bulan. Laporan tersebut menyasar lulusan periode 2024. Sebanyak 42,98 persen responden pendapatan berada pada rentang Rp5 juta–Rp10 juta, 7,39 persen pada Rp10 juta–Rp20 juta, dan 1,92 persen di atas Rp20 juta.
Sebanyak 91,61 persen responden yang dianalisis memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan. Rata-rata masa tunggunya sekitar tiga bulan. Data tersebut memberi konteks hasil kerja lulusan yang berbeda dari ukuran reputasi QS.
Mengapa Urutannya Berbeda?
Median pendapatan tracer study dipengaruhi oleh komposisi responden, bidang pekerjaan, lokasi kerja, sektor industri, pengalaman kerja, serta program studi.
Employer Reputation QS mengukur hal berbeda. QS mengumpulkan persepsi pemberi kerja mengenai universitas yang menghasilkan lulusan berkualitas.
Karena itu, perusahaan dapat memiliki persepsi sangat kuat terhadap sebuah universitas meskipun median pendapatan responden tracer study kampus tersebut bukan yang tertinggi.
Sebaliknya, lulusan dari kampus lain dapat memiliki median pendapatan lebih tinggi karena banyak bekerja di sektor dengan upah tinggi, tanpa otomatis membuat skor Employer Reputation institusinya lebih tinggi.
Tidak Bisa Dibuat Ranking Gaji yang Sepenuhnya Setara
Perbandingan tiga kampus dalam tulisan ini perlu dibaca sebagai eksplorasi, bukan ranking gaji nasional. Metode tracer study tidak sepenuhnya seragam.
Periode pengumpulan data, populasi sasaran, response rate, definisi pendapatan, dan karakteristik responden dapat berbeda. Bahkan di dalam universitas yang sama, median antarprogram studi atau fakultas dapat berbeda besar.
Karena itu, selisih Rp8,3 juta, Rp7,5 juta, dan Rp6 juta tidak cukup untuk menyatakan satu kampus “lebih menjanjikan” secara keseluruhan. Data juga tidak dapat digunakan untuk menjamin pendapatan calon lulusan di masa depan.
Apa yang Bisa Dibaca Calon Mahasiswa?
Tracer study berguna untuk melihat kondisi aktual alumni yang menjadi responden. Employer Reputation berguna untuk melihat bagaimana universitas dikenal oleh komunitas pemberi kerja global. Keduanya dapat digunakan bersama, tetapi tidak digabungkan menjadi satu skor.
Calon mahasiswa yang ingin menilai prospek kerja sebaiknya memperhatikan data hingga tingkat program studi jika tersedia, termasuk masa tunggu kerja, bidang pekerjaan, kesesuaian pekerjaan dengan studi, dan distribusi pendapatan.
Hasil perbandingan UI, ITB, dan UGM menunjukkan satu hal: kampus dengan median pendapatan tertinggi tidak otomatis menjadi kampus dengan Employer Reputation tertinggi. (RK/D-1)
Baca: Kampus dengan Reputasi Akademik Tinggi, tetapi Reputasi Perusahaannya Lebih Rendah













