Reputasi akademik yang tinggi tidak selalu berjalan sejajar dengan reputasi universitas di mata pemberi kerja.
Dalam QS World University Rankings 2027, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memiliki skor Academic Reputation yang lebih tinggi dibandingkan Employer Reputation.
Perbedaan paling besar dalam tiga contoh tersebut terlihat pada Unpad. Academic Reputation Unpad sebesar 53,2, sedangkan Employer Reputation 32,8. Selisih deskriptifnya mencapai 20,4 poin.
Unhas memiliki Academic Reputation 23,8 dan Employer Reputation 18,5. UMY memperoleh skor masing-masing 13,4 dan 7,0.
Angka tersebut tidak berarti kualitas akademik kampus “lebih baik” sebesar selisih skor tersebut. Dua indikator mengukur dimensi dan responden yang berbeda.
Kampus dengan Academic Reputation Lebih Tinggi
| Kampus | QS WUR 2027 | Academic Reputation | Employer Reputation | Selisih |
|---|---|---|---|---|
| Unpad | 496 | 53,2 | 32,8 | 20,4 |
| Unhas | 851–900 | 23,8 | 18,5 | 5,3 |
| UMY | 1.201–1.400 | 13,4 | 7,0 | 6,4 |
Sumber: QS World University Rankings 2027. Selisih dihitung Dataloka.
Apa itu Academic Reputation?
Academic Reputation merupakan indikator dengan bobot terbesar dalam QS World University Rankings, yakni 30 persen.
QS menggunakan survei akademisi global untuk mengetahui institusi yang dinilai memiliki keunggulan akademik pada bidang keahlian responden.
Karena berasal dari komunitas akademik, indikator ini merefleksikan pengenalan terhadap kualitas akademik, penelitian, dan posisi institusi dalam komunitas keilmuan.
Employer Reputation berbeda. Indikator tersebut berbobot 15 persen dan bersumber dari QS Global Employer Survey.
Pemberi kerja diminta mengidentifikasi universitas yang dianggap menghasilkan lulusan berkualitas.
Dengan demikian, satu indikator menangkap persepsi akademisi dan indikator lain menangkap persepsi pemberi kerja.
Unpad Punya Selisih Paling Lebar
Unpad berada di peringkat 496 dunia dalam QS WUR 2027. Academic Reputation-nya mencapai 53,2. Skor tersebut lebih tinggi 20,4 poin dibandingkan Employer Reputation sebesar 32,8.
Di antara tiga kampus yang dibandingkan, selisih ini paling besar. Namun, angka itu tidak bisa diterjemahkan sebagai “Unpad kuat di akademik tetapi lemah di dunia kerja” tanpa data tambahan.
Employer Reputation bukan persentase lulusan bekerja. Skor tersebut juga tidak mengukur median gaji, masa tunggu kerja, atau jumlah perusahaan yang merekrut lulusan Unpad. Untuk menjawab pertanyaan terkait hasil kerja lulusan, tracer study lebih tepat digunakan.
Unhas dan UMY Tunjukkan Pola Serupa
Unhas berada pada kelompok 851–900 dunia. Academic Reputation kampus tersebut sebesar 23,8 dan Employer Reputation 18,5.
UMY berada pada kelompok 1.201–1.400 dengan Academic Reputation 13,4 dan Employer Reputation 7,0. Dalam kedua kasus, skor reputasi akademik lebih tinggi daripada reputasi pemberi kerja.
Namun, tinggi-rendah skor juga perlu dilihat dalam konteks keseluruhan pemeringkatan. Selisih 6,4 poin pada UMY tidak setara maknanya dengan selisih 20,4 poin pada Unpad karena posisi, basis reputasi, dan distribusi skor berbeda.
Kampus Lain justru Punya Pola Terbalik
Sejumlah universitas Indonesia memiliki Employer Reputation lebih tinggi daripada Academic Reputation. UI memperoleh Academic Reputation 71,9 dan Employer Reputation 87,4.
UGM memiliki Academic Reputation 71,9 dan Employer Reputation 81,8. ITB memperoleh 59,9 dan 76,2. IPB memperoleh 31,5 dan 52,4.
BINUS juga menunjukkan pola serupa dengan Academic Reputation 19,1 dan Employer Reputation 32,1. Artinya, hubungan kedua indikator tidak seragam antarkampus.
Perbandingan ini dapat membantu pembaca melihat bahwa reputasi universitas tidak berdiri dalam satu dimensi.
Mengapa Hasilnya Bisa Berbeda?
Komunitas akademik dan pemberi kerja menilai universitas dari pengalaman dan kebutuhan berbeda. Akademisi dapat lebih mengenal institusi melalui publikasi, konferensi, kolaborasi riset, reputasi peneliti, dan kontribusi keilmuan.
Pemberi kerja lebih mungkin mengenal institusi melalui kualitas lulusan, pengalaman merekrut alumni, jejaring industri, dan persepsi terhadap kesiapan kerja.
Jangkauan geografis juga dapat memengaruhi reputasi. Kampus dapat memiliki posisi kuat di komunitas akademik tertentu tetapi belum memiliki pengenalan yang sama luas di kalangan pemberi kerja global, atau sebaliknya.
QS menggabungkan kedua indikator agar peringkat keseluruhan tidak hanya bergantung pada satu jenis reputasi.
Bukan Ukuran Langsung Peluang Kerja
Employer Reputation sering dibaca sebagai indikator ketertarikan perusahaan kepada lulusan. Namun, batasannya penting.
Skor tinggi tidak berarti seluruh lulusan mudah memperoleh pekerjaan. Skor rendah juga tidak berarti lulusan sulit bekerja.
Peluang kerja dipengaruhi program studi, kompetensi individu, kondisi ekonomi, lokasi, pengalaman, jaringan, dan kebutuhan industri.
Bagi calon mahasiswa, Employer Reputation dapat digunakan bersama Employment Outcomes dan tracer study.
Sementara Academic Reputation dapat dibaca bersama peringkat bidang studi, akreditasi, kualitas penelitian, dan profil dosen.
Dengan memisahkan fungsi masing-masing indikator, pembaca dapat menghindari kesimpulan bahwa satu skor adalah ringkasan seluruh kualitas kampus.(NKR/D-1)
Baca : Kampus Swasta dengan Reputasi Perusahaan Terbaik, Bagaimana Rasio Dosen dan Mahasiswanya?
Ikuti Channel WhatsApp Dataloka.id untuk mendapatkan informasi berbasis data, statistik terbaru, dan insight mengenai berbagai isu di Indonesia.
Bergabung di sini:
https://whatsapp.com/channel/0029VaplAbq1noz8ZsizkH2R













