Pendidikan menjadi bidang ilmu dengan lulusan terbanyak di Indonesia dalam Statistik Pendidikan Tinggi 2025, yakni 1.144.118 orang. Ekonomi berada di posisi kedua dengan 299.412 lulusan, diikuti sosial sebanyak 291.348 lulusan.
Angka tersebut terdapat dalam Grafik 6.4 pada publikasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi edisi revisi Juni 2026. Data lulusan menggambarkan tahun ajaran 2024/2025, dengan pengambilan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi pada Desember 2025.
Bagi pembaca yang sedang membandingkan pilihan kuliah, tabel ini memperlihatkan besarnya keluaran pendidikan tinggi menurut bidang ilmu. Pengelompokannya perlu diperhatikan karena satu bidang dapat mencakup banyak program studi dan lebih dari satu jenjang pendidikan.
Daftar bidang ilmu dengan lulusan terbanyak
Jumlah lulusan dari 10 bidang pada grafik mencapai 2.547.717 orang. Persentase dalam tabel berikut merupakan hasil penghitungan Dataloka terhadap total tersebut, dengan pembulatan dua angka desimal.
| Peringkat | Bidang Ilmu | Jumlah Lulusan | Pangsa |
|---|---|---|---|
| 1 | Pendidikan | 1.144.118 | 44,91% |
| 2 | Ekonomi | 299.412 | 11,75% |
| 3 | Sosial | 291.348 | 11,44% |
| 4 | Kesehatan | 280.695 | 11,02% |
| 5 | Teknik | 265.497 | 10,42% |
| 6 | Pertanian | 81.195 | 3,19% |
| 7 | MIPA | 76.573 | 3,01% |
| 8 | Agama | 56.877 | 2,23% |
| 9 | Humaniora | 33.293 | 1,31% |
| 10 | Seni | 18.709 | 0,73% |
Bidang pendidikan menyumbang sekitar 45 dari setiap 100 lulusan dalam grafik. Pada ujung lain, seni memiliki jumlah paling kecil, sedangkan lima bidang teratas secara bersama-sama menyumbang 89,53%.
Apa beda bidang ilmu dan program studi?
Bidang ilmu merupakan pengelompokan yang lebih luas daripada program studi yang dipilih calon mahasiswa. Karena itu, angka pada baris pendidikan tidak dapat langsung dibaca sebagai jumlah lulusan satu jurusan tertentu, seperti Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Demikian pula, urutan bidang ekonomi tidak menunjukkan peringkat masing-masing program studi yang berada di dalamnya. Untuk membandingkan Manajemen dengan Akuntansi, misalnya, diperlukan tabel yang secara khusus mengelompokkan lulusan menurut nama prodi.
Cakupan jenjang juga menentukan arti sebuah angka. Tabel lintas jenjang tidak dapat diubah menjadi daftar lulusan S1 tanpa menyaring diploma, profesi, dan program pendidikan lain yang tercakup dalam sumber.
Apakah lulusan terbanyak berarti persaingan kerja paling ketat?
Jumlah lulusan saja belum cukup untuk menyimpulkan besarnya persaingan kerja pada suatu bidang. Penilaian itu memerlukan data tambahan mengenai kebutuhan tenaga kerja, jenis pekerjaan, lokasi, serta kompetensi yang diminta pemberi kerja.
Bidang dengan jumlah lulusan kecil juga tidak otomatis memberikan peluang kerja lebih besar. Jika kebutuhan tenaga kerjanya terbatas atau sangat khusus, sedikitnya lulusan belum menjelaskan keseimbangan antara pencari kerja dan lowongan yang tersedia.
Calon mahasiswa dapat memakai daftar ini sebagai titik awal untuk memahami skala masing-masing bidang. Langkah berikutnya ialah memeriksa kurikulum program studi, biaya pendidikan, dan hasil penelusuran alumni pada kampus yang menjadi pilihan.(NKR/D-1)
Baca : Universitas Jurusan Pendidikan Terbaik di Asia Tenggara Versi QS 2026, UPI Masuk Kelompok 4 Besar
Ikuti Channel WhatsApp Dataloka.id untuk mendapatkan informasi berbasis data, statistik terbaru, dan insight mengenai berbagai isu di Indonesia.
Bergabung di sini:
https://whatsapp.com/channel/0029VaplAbq1noz8ZsizkH2R













