Uang kuliah bukan satu-satunya biaya yang perlu dipersiapkan sebelum merantau untuk kuliah. Bagi mahasiswa yang tinggal jauh dari orang tua, biaya kos, makan, transportasi, hingga kebutuhan pribadi dapat menjadi pengeluaran rutin yang nilainya mencapai jutaan rupiah setiap bulan.
Besarnya biaya tersebut berbeda antarkota. Mahasiswa yang kuliah di Jakarta, Denpasar, atau Surabaya, misalnya, cenderung membutuhkan anggaran lebih besar dibandingkan mahasiswa yang tinggal di Bogor, Bandung, Solo, atau Jember jika menggunakan pola hidup hemat hingga moderat.
Dataloka menyusun simulasi anggaran mahasiswa untuk 20 kota kampus di Indonesia pada tahun akademik 2026/2027. Simulasi menggunakan sejumlah referensi, antara lain data pengeluaran penduduk Badan Pusat Statistik (BPS), estimasi biaya hidup yang dipublikasikan perguruan tinggi, serta benchmark bantuan biaya hidup mahasiswa.
Hasilnya, kebutuhan mahasiswa dapat dimulai dari sekitar Rp1,8 juta per bulan pada kota dengan biaya relatif rendah. Sebaliknya, mahasiswa di kota berbiaya tinggi perlu menyiapkan anggaran sekitar Rp4 juta hingga Rp5,5 juta per bulan untuk kebutuhan yang lebih aman.
Biaya Hidup Mahasiswa di 20 Kota Kampus Indonesia
| Kota Kampus | Kos/Bulan | Makan/Bulan | Transportasi | Kebutuhan Pribadi | Uang Bulanan Ideal |
|---|---|---|---|---|---|
| Jakarta | Rp1,4 2,2 juta | Rp1,6 1,9 juta | Rp400 550 ribu | Rp600 800 ribu | Rp4,0 5,5 juta |
| Depok | Rp950 ribu 1,6 juta | Rp1,1 1,4 juta | Rp250 400 ribu | Rp400 600 ribu | Rp2,7 4,0 juta |
| Bogor | Rp650 ribu 1,1 juta | Rp700 950 ribu | Rp200 250 ribu | Rp250 400 ribu | Rp1,8 2,7 juta |
| Bandung | Rp650 ribu 1,05 juta | Rp700 900 ribu | Rp200 250 ribu | Rp250 400 ribu | Rp1,8 2,6 juta |
| Yogyakarta | Rp700 ribu 1,2 juta | Rp800 ribu 1,05 juta | Rp200 300 ribu | Rp300 450 ribu | Rp2,0 3,0 juta |
| Surakarta/Solo | Rp650 ribu 1 juta | Rp700 900 ribu | Rp200 250 ribu | Rp250 400 ribu | Rp1,8 2,5 juta |
| Semarang | Rp750 ribu 1,3 juta | Rp900 ribu 1,1 juta | Rp200 300 ribu | Rp350 500 ribu | Rp2,2 3,2 juta |
| Surabaya | Rp1,05 1,8 juta | Rp1,2 1,55 juta | Rp300 450 ribu | Rp450 650 ribu | Rp3,0 4,5 juta |
| Malang | Rp700 ribu 1,2 juta | Rp800 ribu 1,05 juta | Rp200 300 ribu | Rp300 450 ribu | Rp2,0 3,0 juta |
| Jember | Rp650 ribu 1,1 juta | Rp700 950 ribu | Rp200 250 ribu | Rp250 400 ribu | Rp1,8 2,7 juta |
| Salatiga | Rp750 ribu 1,2 juta | Rp850 ribu 1,05 juta | Rp200 300 ribu | Rp300 450 ribu | Rp2,1 3,0 juta |
| Medan | Rp800 ribu 1,4 juta | Rp900 ribu 1,2 juta | Rp250 350 ribu | Rp350 500 ribu | Rp2,3 3,5 juta |
| Padang | Rp700 ribu 1,2 juta | Rp800 ribu 1,05 juta | Rp200 300 ribu | Rp300 450 ribu | Rp2,0 3,0 juta |
| Palembang | Rp750 ribu 1,35 juta | Rp900 ribu 1,2 juta | Rp200 350 ribu | Rp350 500 ribu | Rp2,2 3,4 juta |
| Bandar Lampung | Rp700 ribu 1,2 juta | Rp800 ribu 1,05 juta | Rp200 300 ribu | Rp300 450 ribu | Rp2,0 3,0 juta |
| Banda Aceh | Rp750 ribu 1,3 juta | Rp900 ribu 1,1 juta | Rp200 300 ribu | Rp350 500 ribu | Rp2,2 3,2 juta |
| Makassar | Rp900 ribu 1,5 juta | Rp1 1,35 juta | Rp250 400 ribu | Rp400 550 ribu | Rp2,5 3,8 juta |
| Denpasar | Rp1,05 1,8 juta | Rp1,2 1,55 juta | Rp300 450 ribu | Rp450 650 ribu | Rp3,0 4,5 juta |
| Mataram | Rp700 ribu 1,15 juta | Rp800 ribu 1 juta | Rp200 300 ribu | Rp300 450 ribu | Rp2,0 2,9 juta |
| Samarinda | Rp900 ribu 1,5 juta | Rp1 1,35 juta | Rp250 400 ribu | Rp400 550 ribu | Rp2,5 3,8 juta |
Catatan: Simulasi Dataloka untuk mahasiswa yang tinggal di kos dengan pola pengeluaran hemat hingga moderat. Angka bukan tarif resmi dan tidak memasukkan UKT.
Sumber: Simulasi Dataloka berdasarkan BPS, informasi biaya hidup perguruan tinggi, KIP Kuliah, dan benchmark biaya hidup mahasiswa.
Bogor, Bandung, Solo, dan Jember Relatif Terjangkau
Dalam simulasi tersebut, kelompok kota dengan kebutuhan anggaran relatif rendah berada di kisaran Rp1,8 juta hingga Rp2,7 juta per bulan.
Bogor menjadi salah satu contohnya. IPB University pada Februari 2026 mencatat biaya kos standar di sekitar kampus berkisar Rp500.000 Rp850.000 per bulan.
Sementara kebutuhan makan mahasiswa sekitar Rp25.000 Rp35.000 per hari atau Rp750.000 Rp1 juta per bulan. Pengeluaran bensin salah seorang mahasiswa sekitar Rp120.000 per bulan.
Artinya, mahasiswa yang mampu memperoleh kos murah dan mengendalikan pengeluaran konsumsi masih bisa bertahan dengan anggaran mendekati Rp2 juta per bulan.
Bandung juga menawarkan variasi biaya cukup lebar. ITB memperkirakan mahasiswa dengan gaya hidup ekonomis membutuhkan sekitar Rp1,8 juta Rp2,6 juta per bulan.
Komponennya mencakup tempat tinggal Rp600.000 Rp1 juta, kebutuhan makan dan harian Rp800.000 Rp1 juta, transportasi dan utilitas Rp200.000 Rp300.000, serta komunikasi dan kebutuhan gaya hidup Rp150.000 Rp300.000.
Sementara itu, UNS mencatat Solo memiliki biaya hidup yang relatif terjangkau. Dalam perencanaan anggaran UNS 2025, bantuan biaya hidup mahasiswa S1 asing ditetapkan Rp1,5 juta per bulan dengan komponen kos Rp750.000 per bulan.
Namun, angka tersebut sebaiknya dipahami sebagai benchmark, bukan standar kebutuhan seluruh mahasiswa.
Yogyakarta Tak Selalu Semurah yang Dibayangkan
Yogyakarta kerap diasosiasikan dengan kota mahasiswa berbiaya murah. Namun, besarnya anggaran sangat dipengaruhi pilihan kos dan transportasi.
Fakultas Hukum UGM mencantumkan biaya akomodasi sekitar Rp500.000 hingga Rp4 juta per bulan. Kebutuhan makan dan belanja berkisar Rp600.000 Rp1,5 juta, sedangkan transportasi sekitar Rp105.000 hingga Rp1,1 juta per bulan.
Rentang tersebut sangat lebar karena mahasiswa dapat memilih kos sederhana, hunian premium, kendaraan umum, ojek daring, hingga menyewa sepeda motor.
Sumber UGM lainnya memperkirakan rata-rata biaya hidup mahasiswa internasional di Yogyakarta sekitar Rp2,5 juta per bulan.
Karena itu, anggaran Rp2 juta Rp3 juta per bulan lebih realistis untuk mahasiswa yang tinggal di kos dan menjalani gaya hidup hemat hingga moderat.
Depok Lebih Mahal karena Kos dan Makan
Depok memiliki karakter berbeda. UI mencatat kos di sekitar Kampus Depok umumnya berada pada kisaran Rp1 juta Rp1,5 juta per bulan. Sementara harga satu kali makan di kantin dan warung sekitar kampus berada pada rentang Rp20.000 Rp35.000.
Jika mahasiswa makan dua hingga tiga kali sehari di luar kos, pengeluaran makanan dapat dengan mudah menembus Rp1 juta per bulan.
Di sisi lain, mahasiswa UI bisa menghemat transportasi di dalam kampus karena tersedia Bus Kuning tanpa biaya. Untuk perjalanan di luar kampus, tersedia KRL dengan tarif mulai Rp3.000 serta koneksi ke berbagai moda transportasi Jabodetabek.
Dengan kondisi tersebut, Dataloka memperkirakan kebutuhan mahasiswa yang tinggal di kos di Depok sekitar Rp2,7 juta Rp4 juta per bulan.
Jakarta dan Surabaya Butuh Anggaran Lebih Besar
Jakarta menjadi salah satu kota yang memerlukan buffer pengeluaran lebih besar.
Sebagai pembanding, LPDP pada panduan yang berlaku sejak 10 Januari 2026 menetapkan Dana Hidup Bulanan sebesar Rp5 juta untuk penerima beasiswa di DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Surabaya. Kota dalam negeri lainnya mendapatkan benchmark Rp4,5 juta.
Besaran LPDP tentu bukan angka minimum mahasiswa dan ditujukan untuk penerima program beasiswa. Namun, nominal tersebut dapat menjadi salah satu indikator bahwa kebutuhan hidup di Jabodetabek dan Surabaya dinilai relatif tinggi.
Dalam simulasi Dataloka, mahasiswa Jakarta sebaiknya menyiapkan sekitar Rp4 juta Rp5,5 juta per bulan apabila harus menyewa kos secara mandiri.
Surabaya berada di kisaran Rp3 juta Rp4,5 juta. Panduan Universitas Airlangga untuk mahasiswa internasional juga menunjukkan akomodasi menjadi salah satu komponen pengeluaran besar di Surabaya, selain makanan dan transportasi.
Malang Murah, tetapi Pengeluaran Warganya Sudah Mendekati Rp2 Juta
Malang merupakan kota lain yang terkenal sebagai tujuan mahasiswa. Data BPS menunjukkan rata-rata pengeluaran penduduk Kota Malang pada 2024 telah mencapai Rp1,95 juta per kapita per bulan, terdiri dari pengeluaran makanan Rp738.702 dan nonmakanan Rp1,22 juta.
Angka tersebut bukan biaya hidup mahasiswa karena mencerminkan rata-rata seluruh penduduk.
Namun, data tersebut menunjukkan bahwa anggaran mahasiswa sebesar Rp1 juta Rp1,5 juta per bulan akan semakin sulit jika harus mencakup kos, makan, dan transportasi sekaligus.
Untuk mahasiswa perantau, simulasi Dataloka menempatkan kebutuhan bulanan Malang sekitar Rp2 juta Rp3 juta.
Salatiga dan Semarang Juga Sudah di Atas Rp2 Juta
BPS mencatat rata-rata pengeluaran masyarakat Salatiga pada 2025 sebesar sekitar Rp2,19 juta per kapita per bulan.
Angka tersebut terdiri dari pengeluaran makanan Rp842.582 dan bukan makanan Rp1,35 juta. Kota Semarang memiliki pengeluaran sekitar Rp1,93 juta per kapita per bulan.
Dengan mempertimbangkan kebutuhan kos mahasiswa perantau, Dataloka memperkirakan anggaran yang lebih aman berada sekitar Rp2,1 juta Rp3 juta di Salatiga dan Rp2,2 juta Rp3,2 juta di Semarang.
Sekali lagi, pengeluaran per kapita BPS bukan angka kebutuhan mahasiswa. Data tersebut digunakan sebagai pembanding tingkat biaya konsumsi antarkota.
Mataram Masih Relatif Terjangkau
Mataram termasuk kota dengan kebutuhan moderat dalam simulasi. BPS mencatat rata-rata pengeluaran penduduk Mataram pada 2024 sebesar sekitar Rp1,87 juta per kapita per bulan.
Dari jumlah tersebut, pengeluaran makanan mencapai Rp883.673, sedangkan nonmakanan sebesar Rp985.735. Pengeluaran makanan dan minuman jadi menjadi salah satu komponen terbesar dalam kelompok makanan.
Untuk mahasiswa perantau, Dataloka memperkirakan kebutuhan sekitar Rp2 juta Rp2,9 juta per bulan setelah memasukkan kebutuhan kos secara mandiri.
Berapa Uang Saku Ideal Mahasiswa?
Tidak ada satu nominal yang berlaku untuk seluruh mahasiswa. Pemerintah sendiri menggunakan indeks biaya hidup wilayah ketika menentukan bantuan mahasiswa.
KIP Kuliah 2026, misalnya, memberikan bantuan biaya hidup sebesar Rp800.000 hingga Rp1,4 juta per bulan berdasarkan pertimbangan indeks harga wilayah perguruan tinggi.
Nominal tersebut merupakan bantuan pemerintah dan bukan ukuran seluruh kebutuhan mahasiswa.
Dalam perencanaan keuangan keluarga, uang bulanan sebaiknya dihitung dari kebutuhan sebenarnya: biaya tempat tinggal, makan, perjalanan rutin, komunikasi, kebutuhan kuliah, serta dana cadangan.
Dengan pendekatan tersebut, Rp2 juta Rp3 juta per bulan masih dapat menjadi kisaran realistis di banyak kota kampus untuk gaya hidup hemat. Namun, kebutuhan dapat meningkat menjadi Rp3 juta Rp5 juta lebih di kota dengan kos tinggi atau pada mahasiswa dengan mobilitas dan aktivitas lebih besar.
Metodologi Simulasi Dataloka
Tidak tersedia satu survei nasional yang secara khusus membandingkan harga kos, makan, transportasi, dan uang saku mahasiswa di seluruh kota kampus Indonesia untuk tahun akademik 2026/2027. Karena itu, tabel di atas merupakan simulasi anggaran, bukan hasil survei harga.
Dataloka menggunakan data pengeluaran BPS sebagai indikator perbedaan tingkat pengeluaran antarkota. BPS melalui Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 mengumpulkan pola konsumsi masyarakat di 150 kabupaten/kota yang menjadi dasar penyusunan Indeks Harga Konsumen.
Simulasi kemudian dikalibrasikan dengan publikasi biaya hidup mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, terutama UI, ITB, UGM, IPB, dan UNS.
Untuk kota yang tidak memiliki rincian biaya mahasiswa terbaru dengan format seragam, komponen anggaran disusun menggunakan proporsi kebutuhan mahasiswa hemat hingga moderat: sekitar 35 40 persen untuk tempat tinggal, 35 40 persen untuk makan dan kebutuhan harian, sekitar 10 persen untuk transportasi, serta sekitar 15 persen sebagai kebutuhan pribadi dan cadangan.
Karena itu, tabel lebih tepat digunakan sebagai alat menyusun anggaran awal, bukan sebagai patokan harga kos atau kebutuhan minimum.
Harga sebenarnya dapat berbeda menurut jarak kos dari kampus, fasilitas kamar, penggunaan AC, kendaraan pribadi, kebiasaan makan, organisasi, aktivitas sosial, serta kebutuhan setiap mahasiswa. (NKR/D-1)
FAQ
Berapa biaya hidup mahasiswa per bulan pada 2026/2027?
Simulasi Dataloka menunjukkan mahasiswa perantau membutuhkan sekitar Rp1,8 juta hingga Rp5,5 juta per bulan, tergantung kota, harga kos, transportasi, dan gaya hidup.
Kota kuliah mana yang relatif murah?
Dalam simulasi, Bogor, Bandung, Solo, dan Jember masih memungkinkan anggaran sekitar Rp1,8 juta Rp2,7 juta per bulan untuk mahasiswa dengan pola hidup hemat.
Berapa biaya hidup mahasiswa di Yogyakarta?
Anggaran sekitar Rp2 juta Rp3 juta per bulan dapat dijadikan titik awal. UGM sendiri mencatat rata-rata biaya hidup mahasiswa internasional sekitar Rp2,5 juta per bulan, meskipun kebutuhan setiap mahasiswa dapat berbeda.
Berapa biaya hidup mahasiswa di Bandung?
ITB memperkirakan kategori ekonomis di Bandung membutuhkan sekitar Rp1,8 juta Rp2,6 juta per bulan, termasuk hunian, makanan, transportasi, komunikasi, dan kebutuhan gaya hidup.
Berapa biaya hidup mahasiswa di Bogor?
IPB mencatat kos standar sekitar Rp500.000 Rp850.000 per bulan, sedangkan kebutuhan makan mahasiswa sekitar Rp750.000 Rp1 juta per bulan. Dengan kebutuhan lain, simulasi Dataloka berada di kisaran Rp1,8 juta Rp2,7 juta per bulan.
Apakah uang saku Rp2 juta cukup untuk mahasiswa?
Bisa di sejumlah kota jika harga kos rendah dan pengeluaran dikendalikan. Namun, Rp2 juta akan relatif ketat di Jakarta, Depok, Surabaya, Denpasar, Makassar, atau kota lain jika sebagian besar uang habis untuk sewa tempat tinggal.
Baca: BINUS, Telkom, atau UMY? Bandingkan Reputasi Perusahaan dan Biaya Kuliah 2026/2027
Ikuti Channel WhatsApp Dataloka.id untuk mendapatkan informasi berbasis data, statistik terbaru, dan insight mengenai berbagai isu di Indonesia.
Bergabung di sini:
https://whatsapp.com/channel/0029VaplAbq1noz8ZsizkH2R













