Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi kampus Indonesia yang paling seimbang antara reputasi akademik dan reputasi di dunia kerja berdasarkan analisis indikator QS World University Rankings atau QS WUR 2027.
Skor reputasi akademik UGM mencapai 71,9 poin, sedangkan reputasinya di mata perusahaan sebesar 81,8 poin. Selisih kedua indikator itu hanya 9,9 poin, paling kecil di antara sembilan kampus yang masuk kelompok 10 besar nasional pada kedua indikator.
Meski demikian, Universitas Indonesia (UI) tetap mencatatkan kekuatan gabungan tertinggi. Rata-rata skor reputasi akademik dan reputasi perusahaan UI mencapai 79,65 poin, lebih tinggi dibandingkan UGM yang memperoleh 76,85 poin.
Analisis ini menggunakan skor Academic Reputation dan Employer Reputation yang tersedia pada tabel indikator QS WUR 2027 untuk Indonesia.
QS tidak menerbitkan peringkat khusus yang menggabungkan kedua indikator tersebut. Karena itu, rata-rata dan selisih skor dalam artikel ini merupakan penghitungan redaksi, bukan peringkat resmi baru dari QS.
Kampus dengan Reputasi Akademik dan Perusahaan Paling Seimbang Versi QS WUR 2027
Sebanyak sembilan universitas masuk dalam kelompok 10 besar Indonesia, baik pada indikator reputasi akademik maupun reputasi perusahaan. Universitas Hasanuddin hanya masuk 10 besar reputasi akademik, sedangkan BINUS University berada di 10 besar reputasi perusahaan.
UI Unggul Gabungan, UGM Paling Seimbang
UI memimpin berdasarkan rata-rata skor. Kampus tersebut mempunyai skor reputasi perusahaan tertinggi di Indonesia, yakni 87,4 poin, serta berbagi skor reputasi akademik tertinggi dengan UGM sebesar 71,9 poin.
Hasil itu memperlihatkan UI tidak hanya dikenal luas oleh kalangan akademisi, tetapi juga mempunyai citra kuat di antara perusahaan yang merekrut lulusan perguruan tinggi.
Namun, predikat paling seimbang jatuh kepada UGM. Selisih 9,9 poin menunjukkan jarak yang relatif kecil antara pengakuan akademik dan penilaian pemberi kerja terhadap kampus tersebut.
Universitas Diponegoro mencatatkan selisih terkecil kedua, yakni 11,4 poin. Akan tetapi, rata-rata kedua skornya masih berada di bawah UI, UGM, ITB, dan sejumlah kampus lain.
Dengan demikian, UGM dapat disebut paling seimbang karena mampu menggabungkan selisih skor yang rendah dengan nilai rata-rata yang tetap tinggi.
Reputasi Unair Lebih Kuat di Mata Perusahaan
Universitas Airlangga berada di peringkat keempat berdasarkan rata-rata kedua indikator. Unair memperoleh skor reputasi perusahaan sebesar 80,1 poin, tertinggi ketiga di Indonesia setelah UI dan UGM.
Sebaliknya, skor reputasi akademiknya berada pada angka 54,6 poin. Selisih keduanya mencapai 25,5 poin, paling lebar dalam kelompok sembilan kampus tersebut.
Perbedaan itu bukan berarti reputasi akademik Unair rendah. Angka tersebut justru menempatkan Unair dalam empat besar nasional. Namun, pengakuannya di kalangan perusahaan terlihat jauh lebih menonjol.
Pola serupa tampak di seluruh tabel. Semua kampus mempunyai skor reputasi perusahaan yang lebih tinggi daripada skor reputasi akademiknya.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa penilaian pemberi kerja terhadap lulusan universitas Indonesia cenderung lebih kuat daripada pengakuan yang diperoleh kampus dari komunitas akademik global.
ITB Berada di Posisi Ketiga
Institut Teknologi Bandung menempati posisi ketiga berdasarkan kekuatan gabungan. ITB mengumpulkan skor reputasi akademik sebesar 59,9 poin dan reputasi perusahaan 76,2 poin.
Rata-rata kedua indikatornya mencapai 68,05 poin, sedikit lebih tinggi daripada Unair yang memperoleh 67,35 poin.
Di bawahnya terdapat Universitas Brawijaya, IPB University, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Diponegoro.
Kelima kampus tersebut mempunyai rata-rata di bawah 50 poin. Meski demikian, seluruhnya tetap berada dalam kelompok atas nasional pada kedua indikator reputasi.
Apa yang Diukur QS?
Academic Reputation menggambarkan pandangan akademisi dunia terhadap kualitas pendidikan tinggi dan riset suatu universitas. QS menyusun indikator tersebut melalui survei akademik global.
Adapun Employer Reputation mengukur penilaian perusahaan terhadap universitas yang menghasilkan lulusan berkualitas. Datanya dihimpun melalui survei pemberi kerja dari berbagai negara dan sektor industri.
Dalam metodologi QS WUR 2027, reputasi akademik mempunyai bobot 30 persen. Reputasi perusahaan memperoleh bobot 15 persen.
Besarnya bobot tersebut membuat kedua indikator menyumbang 45 persen dari keseluruhan penilaian QS WUR. Kendati demikian, reputasi perusahaan tidak sama dengan tingkat penyerapan lulusan karena QS mempunyai indikator lain bernama Employment Outcomes. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kampus Indonesia mana yang paling seimbang antara reputasi akademik dan dunia kerja?
UGM menjadi yang paling seimbang. Selisih skor reputasi akademik dan reputasi perusahaannya hanya 9,9 poin.
Kampus mana yang mempunyai kekuatan gabungan tertinggi?
UI memperoleh rata-rata tertinggi, yakni 79,65 poin, dari skor reputasi akademik 71,9 dan reputasi perusahaan 87,4.
Mengapa hanya sembilan kampus yang dibandingkan?
Analisis dibatasi pada universitas yang sama-sama masuk 10 besar Indonesia dalam kedua indikator. Universitas Hasanuddin hanya masuk 10 besar reputasi akademik, sedangkan BINUS masuk 10 besar reputasi perusahaan.
Apakah urutan dalam artikel ini merupakan peringkat resmi QS?
Bukan. QS menerbitkan skor setiap indikator secara terpisah. Rata-rata dan selisih skor dihitung redaksi untuk melihat kekuatan gabungan dan keseimbangannya.
Baca: 10 Kampus Indonesia Terbaik untuk Karier Versi QS 2027, UI, ITB, atau UGM?














Comments 1