National University of Singapore (NUS) menjadi kampus dengan reputasi akademik terbaik di Asia Tenggara berdasarkan QS World University Rankings (QS WUR) 2027. NUS memperoleh skor sempurna 100 poin dalam indikator Academic Reputation.
Nanyang Technological University, Singapore (NTU Singapore) menyusul dengan skor 98 poin. Posisi ketiga ditempati Universiti Malaya dengan skor reputasi akademik sebesar 92,8 poin.
Indonesia menempatkan dua perguruan tinggi dalam daftar 10 besar kawasan, yakni Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Keduanya sama-sama memperoleh skor 71,9 poin.
Daftar ini disusun dengan mengolah tabel resmi QS WUR 2027 berdasarkan skor indikator reputasi akademik. Dengan demikian, urutannya dapat berbeda dari peringkat universitas secara keseluruhan.
NUS dan NTU Kuasai Dua Posisi Teratas
Singapura menguasai dua posisi tertinggi melalui NUS dan NTU. Skor NUS mencapai 100 poin, sedangkan NTU memperoleh 98 poin.
Dalam pemeringkatan indikator global, NUS berada di posisi ke-12 dunia. Posisi tersebut mendekati peringkat keseluruhannya dalam QS WUR 2027 yang berada di urutan ke-10 dunia.
NTU menempati peringkat ke-36 dunia untuk indikator reputasi akademik. Secara keseluruhan, kampus tersebut berada di urutan ke-12 dalam QS WUR 2027.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa kedua universitas Singapura tidak hanya memiliki posisi keseluruhan yang tinggi, tetapi juga dikenal kuat di kalangan komunitas akademik internasional.
Malaysia Menempatkan Lima Universitas
Malaysia menjadi negara dengan wakil terbanyak dalam daftar. Lima dari 10 kampus berasal dari negara tersebut.
Universiti Malaya menjadi kampus Malaysia dengan reputasi akademik tertinggi. Dengan skor 92,8 poin, UM berada di posisi ketiga Asia Tenggara dan ke-56 dunia berdasarkan indikator tersebut.
Tiga universitas Malaysia kemudian menempati posisi berurutan. Universiti Sains Malaysia memperoleh skor 77,2 poin, Universiti Kebangsaan Malaysia 76,1 poin, dan Universiti Putra Malaysia 74,8 poin.
Universiti Teknologi Malaysia melengkapi daftar di posisi ke-10 kawasan. UTM memiliki skor reputasi akademik sebesar 64,1 poin dan berada di peringkat ke-158 dunia untuk indikator tersebut.
Thailand hanya menempatkan Chulalongkorn University dalam 10 besar. Meski peringkat keseluruhannya berada di posisi ke-212 dunia, reputasi akademik Chulalongkorn berada di urutan ke-88 dunia dengan skor 83,5 poin.
UI dan UGM Masuk 10 Besar Asia Tenggara
UI menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan posisi tertinggi dalam indikator reputasi akademik. UI berada di peringkat kedelapan Asia Tenggara dan ke-130 dunia.
UGM berada tepat di bawahnya pada posisi kesembilan kawasan dan ke-131 dunia. Skor kedua universitas sama-sama sebesar 71,9 poin.
Meski memiliki skor indikator yang sama, posisi keseluruhan keduanya berbeda. UI berada di peringkat bersama ke-191 dalam QS WUR 2027, sedangkan UGM menempati peringkat bersama ke-206 dunia.
Kampus Indonesia berikutnya adalah Institut Teknologi Bandung (ITB). ITB belum masuk 10 besar kawasan karena berada di posisi ke-12 Asia Tenggara dengan skor reputasi akademik 59,9 poin. Di antara UTM dan ITB terdapat Mahidol University dari Thailand dengan skor 61,7 poin.
Universitas Airlangga berada di bawah ITB dengan skor reputasi akademik sebesar 54,6 poin. Dengan demikian, UI, UGM, ITB, dan Universitas Airlangga menjadi empat kampus Indonesia dengan skor reputasi akademik tertinggi dalam QS WUR 2027.
Apa Itu Reputasi Akademik dalam QS WUR?
Reputasi akademik mengukur pandangan akademisi terhadap universitas yang dianggap unggul dalam bidang keahlian mereka. Data indikator ini berasal dari QS Global Academic Survey.
Dalam survei tersebut, akademisi diminta menyebutkan perguruan tinggi yang dinilai menunjukkan keunggulan akademik. Penilaian dilakukan sesuai bidang keahlian responden sehingga tidak hanya mencerminkan popularitas universitas secara umum.
Menurut metodologi resmi QS, reputasi akademik memiliki bobot 30 persen. Indikator ini menjadi komponen tunggal dengan bobot terbesar dalam QS WUR 2027.
Meski demikian, reputasi akademik bukan satu-satunya penentu peringkat keseluruhan. QS juga mempertimbangkan sitasi per dosen, reputasi pemberi kerja, hasil kerja lulusan, rasio dosen dan mahasiswa, internasionalisasi, jaringan riset, serta keberlanjutan.
Karena itu, kampus dengan skor reputasi akademik tinggi belum tentu mempunyai peringkat keseluruhan yang lebih baik. Hasil akhirnya bergantung pada gabungan seluruh indikator beserta bobot masing-masing.
QS WUR 2027 yang dirilis pada 18 Juni 2026 mencakup 1.504 institusi, termasuk 98 pendatang baru. Secara global, QS menyebut reputasi akademik sebagai indikator yang paling banyak mengalami peningkatan, dengan 24 persen universitas memperbaiki performanya. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kampus mana yang memiliki reputasi akademik terbaik di Asia Tenggara?
National University of Singapore menjadi yang terbaik dengan skor reputasi akademik 100 poin.
Berapa kampus Indonesia yang masuk 10 besar Asia Tenggara?
Ada dua, yakni Universitas Indonesia di posisi kedelapan dan Universitas Gadjah Mada di posisi kesembilan.
Mengapa UI berada di atas UGM meskipun skornya sama?
Skor yang ditampilkan QS sama-sama 71,9 poin. Namun, dalam peringkat indikator dunia, UI berada di posisi ke-130 dan UGM ke-131.
Apakah ITB masuk 10 besar Asia Tenggara?
Tidak. ITB berada di posisi ke-12 Asia Tenggara dengan skor reputasi akademik sebesar 59,9 poin.
Berapa bobot reputasi akademik dalam QS WUR 2027?
Reputasi akademik memiliki bobot 30 persen dan menjadi indikator dengan bobot terbesar.
Apakah reputasi akademik sama dengan peringkat universitas secara keseluruhan?
Tidak. Reputasi akademik hanya satu dari sembilan indikator QS WUR. Peringkat keseluruhan ditentukan melalui gabungan seluruh indikator.
Baca: 10 Kampus dengan Reputasi Akademik Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027, UI dan UGM Teratas













