Universitas Indonesia (UI) menjadi kampus dengan reputasi akademik terbaik di Indonesia berdasarkan indikator Academic Reputation dalam QS World University Rankings (QS WUR) 2027.
UI memperoleh skor 71,9 poin dan berada di peringkat ke-130 dunia untuk indikator tersebut. Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih skor yang sama, tetapi menempati posisi ke-131 dunia.
Institut Teknologi Bandung (ITB) berada di urutan ketiga nasional dengan skor 59,9 poin. Posisi berikutnya ditempati Universitas Airlangga (Unair) yang memperoleh skor 54,6 poin.
Daftar berikut disusun dengan mengurutkan 20 perguruan tinggi Indonesia dalam QS WUR 2027 berdasarkan skor dan peringkat indikator Academic Reputation. Urutannya berbeda dari peringkat universitas secara keseluruhan.
Empat Kampus Memimpin Reputasi Akademik
UI, UGM, ITB, dan Unair membentuk kelompok teratas dengan skor reputasi akademik di atas 50 poin. Keempatnya juga masuk dalam 207 universitas dengan reputasi akademik terbaik di dunia.
Universitas Brawijaya membuka kelompok berikutnya. Meskipun berada di peringkat ke-616 dunia secara keseluruhan, UB menempati posisi kelima nasional berdasarkan reputasi akademik.
Urutan ini memperlihatkan bahwa posisi keseluruhan QS WUR tidak selalu sejalan dengan satu indikator tertentu. IPB, misalnya, berada di peringkat ke-419 dunia secara keseluruhan, tetapi menempati posisi ketujuh nasional dalam reputasi akademik.
Sementara itu, Universitas Padjadjaran berada satu tingkat di atas IPB berdasarkan indikator tersebut. Universitas Diponegoro dan ITS hanya terpaut 0,2 poin, sedangkan Universitas Hasanuddin melengkapi 10 besar.
Seluruh perguruan tinggi dalam daftar merupakan universitas negeri. Perguruan tinggi swasta dengan skor reputasi akademik tertinggi adalah Binus University, tetapi posisinya berada di luar 10 besar nasional.
Apa Itu Academic Reputation?
Academic Reputation mengukur pandangan akademisi terhadap perguruan tinggi yang dianggap mempunyai kualitas dan pengaruh akademik kuat.
QS memperoleh data indikator tersebut melalui QS Global Academic Survey. Responden berasal dari kalangan akademisi di berbagai negara dan diminta menyebutkan universitas yang dinilai menghasilkan penelitian terbaik dalam bidang keahlian mereka.
Survei tidak hanya menilai popularitas nama kampus. Penilaian juga berkaitan dengan pengakuan akademisi terhadap kualitas penelitian, kontribusi keilmuan, serta reputasi institusi dalam disiplin tertentu.
Dalam metodologi QS WUR 2027, reputasi akademik mempunyai bobot 30 persen. Angka tersebut menjadikannya indikator dengan kontribusi terbesar terhadap skor keseluruhan universitas.
Sitasi per dosen berada di posisi berikutnya dengan bobot 20 persen. Adapun reputasi pemberi kerja mempunyai bobot 15 persen, sedangkan rasio dosen dan mahasiswa sebesar 10 persen.
Indikator lainnya terdiri atas rasio dosen internasional, rasio mahasiswa internasional, jaringan penelitian internasional, hasil kerja lulusan, dan keberlanjutan.
Berbeda dari Reputasi di Mata Perusahaan
Reputasi akademik dan reputasi pemberi kerja mengukur kelompok responden yang berbeda.
Academic Reputation berasal dari penilaian akademisi terhadap kualitas dan pengaruh keilmuan universitas. Sementara itu, Employer Reputation mengukur pandangan perusahaan dan organisasi perekrut terhadap kualitas lulusan.
Perbedaan tersebut membuat urutan kampus pada kedua indikator tidak selalu sama. Dalam reputasi pemberi kerja, Unair berada di atas ITB. Sebaliknya, ITB mempunyai posisi lebih tinggi dalam reputasi akademik.
Universitas Hasanuddin masuk 10 besar reputasi akademik, sedangkan Binus University berada di posisi ke-10 berdasarkan reputasi pemberi kerja. Perbedaan itu menunjukkan kekuatan setiap kampus dapat muncul dalam aspek yang berlainan.
Reputasi Akademik Bukan Akreditasi
Skor reputasi akademik tidak sama dengan akreditasi universitas maupun program studi. Indikator tersebut juga tidak secara langsung mengukur kualitas pembelajaran di setiap kelas.
Akreditasi menilai pemenuhan standar pendidikan melalui kurikulum, dosen, fasilitas, tata kelola, dan hasil pembelajaran. Adapun reputasi akademik QS bersumber dari persepsi akademisi global.
Karena itu, calon mahasiswa tidak disarankan memilih kampus hanya berdasarkan satu indikator. Akreditasi program studi, kurikulum, fasilitas, biaya, bidang keahlian dosen, kesempatan penelitian, jaringan alumni, dan prospek kerja tetap perlu diperiksa.
QS WUR 2027 Memuat 20 Kampus Indonesia
QS WUR 2027 mencakup 1.504 perguruan tinggi dari 106 negara dan wilayah. Sebanyak 20 universitas berasal dari Indonesia.
UI menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan peringkat keseluruhan tertinggi di posisi ke-191 dunia. UGM menyusul di urutan ke-206, sedangkan Unair dan ITB masing-masing berada di posisi ke-276 dan ke-287.
Peringkat keseluruhan disusun dari gabungan sembilan indikator. Karena itu, universitas dengan reputasi akademik tinggi masih dapat mempunyai posisi akhir yang berbeda akibat kinerja pada penelitian, rasio dosen, internasionalisasi, ketenagakerjaan, dan keberlanjutan. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kampus mana yang memiliki reputasi akademik terbaik di Indonesia versi QS 2027?
Universitas Indonesia berada di posisi pertama dengan skor 71,9 poin dan peringkat indikator ke-130 dunia.
Mengapa UI berada di atas UGM meskipun skornya sama?
Keduanya sama-sama memperoleh skor tampilan 71,9 poin, tetapi peringkat indikator QS menempatkan UI di posisi ke-130 dan UGM ke-131 dunia.
Bagaimana QS mengukur reputasi akademik?
QS menggunakan Global Academic Survey yang menghimpun penilaian akademisi mengenai universitas dengan kualitas penelitian terbaik.
Berapa bobot Academic Reputation dalam QS WUR 2027?
Reputasi akademik mempunyai bobot 30 persen dan menjadi indikator terbesar dalam pemeringkatan.
Apakah reputasi akademik sama dengan akreditasi kampus?
Tidak. Reputasi akademik berasal dari survei akademisi global, sedangkan akreditasi menilai pemenuhan standar pendidikan melalui proses evaluasi tersendiri.
Baca: Universitas Terbaik di Indonesia untuk Jurusan Psikologi Versi QS 2026














Comments 1