Jumlah penumpang kereta api di Indonesia mencapai 284,29 juta orang sepanjang Januari-Juni 2026. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), angka tersebut meningkat 8,58 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada semester I 2025, jumlah penumpang kereta api tercatat sebanyak 261,82 juta orang. Dengan demikian, terjadi penambahan sekitar 22,47 juta penumpang dalam kurun waktu satu tahun.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan penggunaan transportasi berbasis rel terus meningkat pada paruh pertama 2026. Meski demikian, mobilitas penumpang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
BPS mencatat, jumlah penumpang kereta api di Jawa sepanjang semester I 2026 mencapai 230,47 juta orang. Jumlah itu menyumbang 81,07 persen dari total penumpang kereta api nasional.
Dengan kontribusi tersebut, lebih dari delapan dari setiap 10 penumpang kereta api di Indonesia menggunakan layanan kereta api di wilayah Jawa. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas transportasi berbasis rel masih terpusat di pulau dengan jaringan perkeretaapian paling padat tersebut.
Selain kereta api di Jawa, sejumlah moda transportasi rel lainnya juga mencatat jumlah penumpang yang cukup besar. Mass rapid transit (MRT), misalnya, melayani 23,28 juta penumpang atau 8,19 persen dari total penumpang kereta api nasional sepanjang Januari-Juni 2026.
Sementara itu, light rail transit (LRT) mencatat 18,93 juta penumpang atau 6,66 persen dari total nasional. Adapun jumlah penumpang kereta bandara mencapai 4,68 juta orang atau 1,65 persen.
Di luar Jawa, jumlah penumpang kereta api tercatat sebanyak 3,99 juta orang, setara dengan 1,40 persen dari total penumpang kereta api nasional.
Adapun kereta cepat Whoosh mengangkut 2,94 juta penumpang selama semester I 2026. Jumlah tersebut menyumbang 1,03 persen terhadap total penumpang kereta api nasional.
Dibandingkan dengan layanan kereta api lainnya, jumlah penumpang Whoosh masih relatif kecil. Namun, jumlah tersebut tetap mencatat pertumbuhan sebesar 0,07 persen dibandingkan periode sebelumnya, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan transportasi berbasis rel. (NKR/D-1)
Baca : Efisiensi di Balik Lonjakan Pengguna Face Recognition Kereta Api Indonesia












