Prancis lebih diunggulkan ketika menghadapi Inggris pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Berdasarkan 25.000 simulasi prapertandingan superkomputer Opta, Les Bleus memiliki peluang 50,7 persen untuk menang dalam waktu normal.
Adapun peluang Inggris memenangi pertandingan mencapai 25,6 persen. Sementara itu, kemungkinan laga berakhir imbang hingga 90 menit berada di angka 23,7 persen.
Prediksi Prancis vs Inggris tersebut memperlihatkan perbedaan cukup lebar di antara kedua tim. Meski demikian, pertandingan perebutan tempat ketiga kerap sulit dibaca karena dipengaruhi kondisi mental, kebugaran, dan keputusan pelatih dalam merotasi pemain.
Kedua tim sama-sama baru kehilangan kesempatan tampil di final. Prancis dikalahkan Spanyol dengan skor 0-2, sedangkan Inggris takluk 1-2 dari Argentina setelah sempat unggul lebih dahulu.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, bahkan mengakui bahwa para pemain kedua tim sebenarnya tidak ingin berada dalam pertandingan ini. Mereka datang ke Piala Dunia untuk menjadi juara, bukan memperebutkan posisi ketiga.
Namun, situasi berbeda dihadapi Prancis. Laga tersebut akan menjadi pertandingan ke-187 sekaligus yang terakhir bagi Didier Deschamps sebagai pelatih Les Bleus. Karena itu, Prancis memiliki dorongan tambahan untuk menutup era Deschamps dengan kemenangan.
Prancis Perlu Mengembalikan Ketajaman
Prancis mencapai semifinal dengan mengandalkan kekuatan lini depan yang dihuni Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, dan sejumlah penyerang berkualitas lainnya. Akan tetapi, daya serang itu tidak terlihat ketika menghadapi Spanyol.
Les Bleus hanya menghasilkan expected goals atau xG sebesar 0,31 pada semifinal. Catatan tersebut menjadi angka terendah Prancis dalam sebuah pertandingan Piala Dunia sejak data tersedia.
Spanyol mampu memutus hubungan antara lini tengah dan barisan penyerang Prancis. Mbappe dan kawan-kawan akhirnya lebih sering menerima bola dalam posisi jauh dari gawang atau ketika ruang sudah tertutup.
Menghadapi Inggris, Prancis berpeluang memperoleh ruang yang lebih besar. The Three Lions memperlihatkan kecenderungan untuk bertahan terlalu dalam setelah unggul atas Argentina.
Dalam rentang sekitar 30 menit sejak gol Anthony Gordon hingga terciptanya gol penyeimbang Enzo Fernandez, Inggris hanya memiliki 12 persen penguasaan bola. Mereka menyerahkan inisiatif permainan kepada Argentina dan memberi Lionel Messi keleluasaan untuk mengatur serangan.
Pendekatan serupa akan berbahaya ketika menghadapi Prancis. Jika Inggris terlalu cepat menurunkan garis pertahanan, Mbappe, Dembele, ataupun pemain sayap lainnya akan mendapat kesempatan menyerang dari berbagai sisi.
Inggris Harus Lebih Berani Menguasai Bola
Inggris sebenarnya mampu bersaing dengan Argentina selama pertandingan berjalan seimbang. Masalah muncul setelah mereka unggul dan memilih melindungi keunggulan dengan bertahan semakin dekat ke kotak penalti.
Keputusan itu membuat jarak antara Harry Kane dan lini tengah semakin jauh. Inggris kehilangan kemampuan menahan bola di wilayah lawan sehingga serangan Argentina datang berulang kali.
Melawan Prancis, Inggris perlu lebih berani menjaga bola. Declan Rice dan Jude Bellingham harus membantu tim keluar dari tekanan, bukan hanya melindungi area di depan bek tengah.
Inggris juga perlu memanfaatkan ruang di belakang bek sayap Prancis. Anthony Gordon, Bukayo Saka, atau Marcus Rashford dapat menjadi ancaman jika memperoleh kesempatan berlari dalam situasi transisi.
Namun, susunan pemain akan sangat menentukan. Kedua pelatih diperkirakan melakukan rotasi sehingga kualitas permainan mungkin tidak langsung terlihat sejak awal.
Duel Mbappe dan Kane
Laga ini juga membuka peluang bagi Kylian Mbappe dan Harry Kane untuk menambah koleksi gol mereka di Piala Dunia.
Mbappe telah mengoleksi 20 gol dan berada di posisi kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Ia hanya tertinggal satu gol dari Lionel Messi.
Sementara itu, Kane telah mencetak 14 gol. Penyerang Inggris tersebut sejajar dengan Gerd Muller dan hanya berjarak satu gol dari Ronaldo Nazario.
Meski demikian, peran keduanya bergantung pada kemampuan tim mengalirkan bola ke area berbahaya. Mbappe membutuhkan ruang untuk melakukan akselerasi, sedangkan Kane akan lebih efektif apabila Inggris mampu menempatkan pemain di sekelilingnya.
Prediksi Prancis Vs Inggris
Secara kualitas individu dan kedalaman skuad, Prancis sedikit lebih unggul. Les Bleus juga memiliki motivasi untuk memberikan perpisahan yang layak kepada Deschamps, pelatih yang membawa mereka menjadi juara dunia pada 2018.
Catatan pertemuan turut memberikan kepercayaan diri kepada Prancis. Les Bleus memenangi pertemuan terakhir kedua tim di Piala Dunia dengan skor 2-1 pada perempat final edisi 2022.
Inggris memang memenangi dua pertemuan pertama mereka dengan Prancis di Piala Dunia, yakni pada 1966 dan 1982. Namun, The Three Lions hanya meraih satu kemenangan dalam sembilan pertemuan terakhir melawan Les Bleus.
Inggris juga selalu kalah dalam dua penampilannya pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia. Mereka takluk 1-2 dari Italia pada 1990 dan kalah 0-2 dari Belgia pada 2018.
Prancis diperkirakan lebih banyak menguasai wilayah permainan, sedangkan Inggris mencoba menyerang melalui transisi. Apabila Les Bleus mampu mengembalikan koneksi antara lini tengah dan lini depan, mereka memiliki peluang lebih besar untuk mengakhiri turnamen dengan kemenangan.
Namun, pertandingan dapat berubah apabila kedua tim melakukan rotasi besar. Dalam kondisi tersebut, efektivitas penyelesaian akhir dan motivasi pemain pengganti akan menjadi pembeda. (RK/D-1)
Baca: Prediksi Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: Kontrol La Roja Diuji Ketajaman Messi












