Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), jumlah PHK di Indonesia Januari-Maret 2026 mencapai 8.389 orang. Angka tersebut merupakan pekerja yang terdaftar sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Secara bulanan, jumlah tersebut terdiri dari 4.590 pekerja pada Januari, 3.273 pekerja pada Februari, dan 526 pekerja pada Maret 2026.
Dilihat dari persebaran wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PHK tertinggi, yaitu 1.721 pekerja atau sekitar 20,51 persen dari total nasional. Selanjutnya, Kalimantan Selatan mencapai 1.071 pekerja terdampak, diikuti Kalimantan Timur sebanyak 915 pekerja.
Banten berada di posisi berikutnya dengan 707 pekerja, disusul Jawa Timur sebanyak 649 pekerja. Jawa Tengah dan DKI Jakarta memiliki angka yang relatif berimbang, masing-masing sebesar 558 dan 554 pekerja.
Sementara itu, Sumatra Selatan menunjukkan 495 kasus PHK, diikuti Sulawesi Selatan sebanyak 187 pekerja dan Sumatra Utara sebesar 168 pekerja.
Di sisi lain, jumlah PHK paling sedikit terdapat di Gorontalo dengan total 2 pekerja selama periode Januari-Maret 2026. Angka rendah juga terlihat di Maluku Utara sebanyak 5 pekerja, serta Maluku dan Papua Barat masing-masing 6 pekerja. (RK/D-1)
Rincian Jumlah PHK Berdasarkan Provinsi pada Januari-Maret 2026
- Jawa Barat: Januari 873, Februari 682, Maret 166 (Total 1.721)
- Kalimantan Selatan: Januari 301, Februari 683, Maret 87 (Total 1.071)
- Kalimantan Timur: Januari 465, Februari 428, Maret 22 (Total 915)
- Banten: Januari 519, Februari 170, Maret 18 (Total 707)
- Jawa Timur: Januari 356, Februari 183, Maret 110 (Total 649)
- Jawa Tengah: Januari 253, Februari 278, Maret 27 (Total 558)
- DKI Jakarta: Januari 378, Februari 157, Maret 19 (Total 554)
- Sumatra Selatan: Januari 406, Februari 82, Maret 7 (Total 495)
- Sulawesi Selatan: Januari 123, Februari 61, Maret 3 (Total 187)
- Sumatra Utara: Januari 108, Februari 57, Maret 3 (Total 168)
- Jambi: Januari 16, Februari 111, Maret 31 (Total 158)
- Riau: Januari 64, Februari 81, Maret 7 (Total 152)
- Sulawesi Tengah: Januari 83, Februari 37, Maret 5 (Total 125)
- Kalimantan Barat: Januari 110, Februari 13, Maret 1 (Total 124)
- Sulawesi Tenggara: Januari 69, Februari 42, Maret 2 (Total 113)
- Kalimantan Utara: Januari 70, Februari 28, Maret 3 (Total 101)
- Kalimantan Tengah: Januari 76, Februari 20, Maret 3 (Total 99)
- DI Yogyakarta: Januari 71, Februari 18, Maret 1 (Total 90)
- Kepulauan Riau: Januari 44, Februari 22, Maret – (Total 66)
- Sumatra Barat: Januari 42, Februari 18, Maret 4 (Total 64)
- Lampung: Januari 25, Februari 18, Maret – (Total 43)
- Bali: Januari 23, Februari 13, Maret 4 (Total 40)
- Kepulauan Bangka Belitung: Januari 30, Februari 8, Maret – (Total 38)
- Aceh: Januari 17, Februari 10, Maret 1 (Total 28)
- Nusa Tenggara Barat: Januari 13, Februari 9, Maret 1 (Total 23)
- Sulawesi Utara: Januari 15, Februari 4, Maret – (Total 19)
- Bengkulu: Januari 10, Februari 8, Maret – (Total 18)
- Papua: Januari 7, Februari 11, Maret – (Total 18)
- Nusa Tenggara Timur: Januari 9, Februari 5, Maret – (Total 14)
- Sulawesi Barat: Januari 8, Februari 4, Maret – (Total 12)
- Maluku: Januari 2, Februari 4, Maret – (Total 6)
- Papua Barat: Januari 3, Februari 2, Maret 1 (Total 6)
- Maluku Utara: Januari 1, Februari 4, Maret – (Total 5)
- Gorontalo: Januari -, Februari 2, Maret – (Total 2)
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja Indonesia 2025, Jawa Barat Paling Banyak)













