Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Belajar Tatap Muka Dijaga, Pemerintah Cegah Learning Loss Pasca Pandemi

Studi INOVASI di 69 sekolah menunjukkan learning loss di Indonesia akibat Covid-19 mencapai setara 5-6 bulan pembelajaran. Meski demikian, pemulihan mulai terlihat berkat kepemimpinan kepala sekolah dan adaptasi kurikulum.

by Raka Maheswara
2 April 2026
in Humaniora
Mengukur Kedalaman Learning Loss di Indonesia Akibat Covid-19 dan Jalan Menuju Pemulihan

Mengukur Kedalaman Learning Loss di Indonesia Akibat Covid-19 dan Jalan Menuju Pemulihan

Share on FacebookShare on Twitter

Kebijakan sektor pendidikan yang tetap melaksanakan pembelajaran luring di tengah transformasi budaya kerja nasional dilakukan demi mencegah learning loss (penurunan pengetahuan siswa dalam pembelajaran) di Indonesia seperti yang terjadi akibat pandemi covid-19.

Pada Rabu (25/3), Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memastikan tetap memberlakukan belajar tatap muka atau luring. “Khusus di bidang pendidikan, sesuai hasil koordinasi dengan Mendikdasmen dan Menag, Menko PMK menyampaikan tentang pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa,” kata Airlangga, Rabu (25/3).

READ ALSO

Data Permohonan WNI Lepas Kewarganegaraan Naik pada 2025, Bagaimana 2026?

Jumlah Dokter di Indonesia 2026 Tembus 208.810 Orang, Jawa Barat Terbanyak

Kekhawatiran itu bukan tanpa dasar. Sebuah studi yang dilakukan oleh INOVASI bersama 69 sekolah mitra di empat provinsi menemukan bahwa dampak pandemi terhadap dunia pendidikan lebih dalam dari sekadar putus sekolah. Data yang dikumpulkan dari Januari 2020 hingga Agustus 2022 mengungkap bahwa anak-anak Indonesia mengalami kehilangan hasil belajar yang signifikan.

Hasil studi yang melibatkan 4.103 siswa dan 360 guru ini menunjukkan bahwa dalam satu tahun pertama pandemi, siswa mengalami kehilangan kemajuan belajar setara 6 bulan untuk literasi (0,47 standar deviasi) dan 5 bulan untuk numerasi (0,44 standar deviasi). Artinya, laju pembelajaran dari kelas 1 ke kelas 2 menjadi lebih lambat hampir separuh tahun ajaran dibandingkan kondisi normal sebelum pandemi.

Kesenjangan yang Melebar

Lebih dari sekadar kehilangan waktu, learning loss di Indonesia akibat covid-19 juga berkontribusi terhadap melebarnya kesenjangan hasil belajar. Studi ini menemukan adanya kesenjangan besar antara capaian siswa dengan standar kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum.

Misalnya, dengan kecepatan belajar saat ini, siswa kelas 1 diperkirakan membutuhkan waktu hingga 14 bulan untuk mencapai tingkat kompetensi yang diharapkan. Kondisi ini diperparah dengan menurunnya persentase siswa yang memenuhi standar minimum proficiency level (MPL) Sustainable Development Goals (SDGs). Kesenjangan ini cenderung meningkat secara eksponensial seiring naiknya jenjang kelas, menciptakan efek bola salju yang sulit dihentikan.

Siapa Paling Terdampak?

Dampak pandemi tidak dirasakan secara merata. Studi ini mengidentifikasi kelompok siswa yang paling rentan terhadap learning loss:

  • Siswa dengan orang tua berpendidikan rendah mengalami penurunan hasil belajar yang lebih tajam.
  • Siswa yang tidak memiliki akses perangkat atau gawai selama pembelajaran jarak jauh tertinggal lebih jauh.
  • Daerah dengan keterbatasan infrastruktur internet menunjukkan tingkat kehilangan pembelajaran yang lebih tinggi.

Sinar Terang Pemulihan

Meski gambaran awal tampak suram, studi ini juga menemukan kabar baik. Dua tahun setelah pandemi, terdapat indikasi pemulihan pembelajaran (learning recovery). Hasil belajar tahun ajaran 2021/2022 menunjukkan peningkatan setara 2 bulan pembelajaran dibandingkan tahun sebelumnya (0,16 sd untuk literasi dan 0,12 sd untuk numerasi).

Kesenjangan hasil belajar juga mulai menyusut. Pada tahun ajaran 2020/2021, hanya 22% siswa kelas 1 yang memenuhi standar Kurikulum Khusus (darurat). Angka ini meningkat menjadi 38% pada tahun ajaran 2021/2022. Kesenjangan secara statistik berkurang drastis dari 1,21 standar deviasi menjadi 0,38 standar deviasi.

Mengapa sebagian sekolah pulih lebih cepat? Studi ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mempercepat pemulihan, yang sejalan dengan karakteristik Kurikulum Merdeka, di antaranya monitoring kepala sekolah dan adaptasi praktik mengajar.

Kepala sekolah yang melakukan monitoring berkala, menggunakan data hasil belajar, serta memiliki program aktif menarik siswa kembali ke sekolah mampu memberikan percepatan hingga setara 5 bulan pembelajaran (0,39 sd).

Selanjutnya, guru yang menggunakan kurikulum adaptif (kurikulum darurat atau prototipe), memberikan tugas sesuai kemampuan siswa, serta melakukan asesmen awal tahun, berkontribusi pada percepatan belajar hingga 4 bulan (0,31 sd).

Kolaborasi dengan Lembaga Eksternal

Sekolah yang didampingi oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) seperti INOVASI juga menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru yang signifikan. “Kami tidak dibiarkan begitu saja… mereka juga datang ke sekolah kami untuk membantu kami meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kami,” ujar seorang kepala sekolah perempuan di Sumba Barat.

Learning loss di Indonesia akibat covid-19 adalah krisis yang nyata, dengan dampak terakumulasi yang berpotensi menggerus kualitas sumber daya manusia di masa depan. Namun, data dari studi INOVASI membuktikan bahwa pemulihan bukanlah hal yang mustahil.

Temuan ini juga sekaligus mengonfirmasi arah kebijakan yang sejak awal diambil pemerintah: pembelajaran tatap muka yang konsisten menjadi fondasi agar intervensi seperti pendampingan guru, asesmen awal tahun, dan adaptasi kurikulum dapat berjalan efektif. (RK/D-1)

(Baca: Jumlah Sekolah Rakyat di Indonesia 2025 Capai 166 Sekolah)

Source: Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI)
Tags: Learning LossPendidikanSiswa

Related Posts

Data Permohonan WNI Lepas Kewarganegaraan Naik 11,25% pada 2025
Humaniora

Data Permohonan WNI Lepas Kewarganegaraan Naik pada 2025, Bagaimana 2026?

21 July 2026
Jumlah Dokter di Indonesia 2026 Tembus 208.810 Orang, Jawa Barat Terbanyak
Humaniora

Jumlah Dokter di Indonesia 2026 Tembus 208.810 Orang, Jawa Barat Terbanyak

4 July 2026
Jumlah Penduduk Beragama Islam di Indonesia 2025 Capai 251,3 Juta Jiwa, Jawa Barat Terbanyak
Humaniora

Jumlah Penduduk Beragama Islam di Indonesia 2025 Capai 251,3 Juta Jiwa, Jawa Barat Terbanyak

16 June 2026
Daftar 8 Penyakit Termahal yang Dibayar BPJS Kesehatan di 2024
Humaniora

Daftar 8 Penyakit Termahal yang Dibayar BPJS Kesehatan di 2024

13 June 2026
Impor Alat Kesehatan Indonesia 2025 masih Tinggi, China Jadi Pemasok Utama
Humaniora

Impor Alat Kesehatan Indonesia 2025 masih Tinggi, China Jadi Pemasok Utama

2 June 2026
Jumlah Kunjungan Presiden Prabowo ke Luar Negeri 2024-2026 Capai 54 Kali dalam 19 Bulan
Humaniora

Jumlah Kunjungan Presiden Prabowo ke Luar Negeri 2024-2026 Capai 54 Kali dalam 19 Bulan

2 June 2026
Next Post
Jumlah Pernikahan di Indonesia 2025 Jawa Barat Tertinggi, Papua Pegunungan Terendah

Jumlah Pernikahan di Indonesia 2025: Jawa Barat Tertinggi, Papua Pegunungan Terendah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Data Permohonan WNI Lepas Kewarganegaraan Naik 11,25% pada 2025
Humaniora

Data Permohonan WNI Lepas Kewarganegaraan Naik pada 2025, Bagaimana 2026?

21 July 2026
Dampak Ekonomi Piala Dunia 2026 di Indonesia Tembus Rp5,03 Triliun
Ekonomi

Dampak Ekonomi Piala Dunia 2026 di Indonesia Tembus Rp5,03 Triliun

21 July 2026
Daftar Negara dengan Gelar Piala Dunia Terbanyak, Spanyol Nomor Berapa
Sports

Daftar Negara dengan Gelar Piala Dunia Terbanyak, Spanyol Nomor Berapa?

20 July 2026
LCGC Terlaris di Indonesia Semester I 2026, Toyota Calya Memimpin
Ekonomi

LCGC Terlaris di Indonesia Semester I 2026, Toyota Calya Memimpin

20 July 2026
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026, Mbappe Raih Sepatu Emas dengan 10 Gol
Sports

Daftar Top Skor Piala Dunia 2026, Mbappe Raih Sepatu Emas dengan 10 Gol

20 July 2026
Spanyol Juara, Hadiah Piala Dunia 2026 Capai Rp895 Miliar
Sports

Spanyol Juara, Hadiah Piala Dunia 2026 Capai Rp895 Miliar

20 July 2026

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • FinTech
  • Global
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Politik
  • Ruang Akademik
  • Sports
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Tim Kami
  • Iklan
  • Pedoman Pemberitaan
  • Karier

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.