Perubahan signifikan terjadi dalam opini publik Amerika Serikat, di mana warga AS lebih simpati ke Palestina daripada Israel dalam konteks konflik Timur Tengah pada 2026.
Berdasarkan data lembaga survei Gallup, tingkat simpati publik Amerika terhadap Palestina mencapai 41 persen, sementara Israel berada di angka 36 persen. Selisih ini tergolong tipis, namun menandai pergeseran penting dibandingkan tahun sebelumnya ketika Israel masih unggul cukup jauh.
Perubahan tersebut menjadi momen bersejarah dalam rangkaian survei yang telah dilakukan selama 25 tahun. Sejak 2001 hingga 2018, simpati publik Amerika secara konsisten lebih condong ke Israel dengan selisih rata-rata yang lebar. Memasuki 2019, jarak tersebut mulai menyempit seiring perubahan dinamika geopolitik dan persepsi publik.
Ketegangan yang meningkat setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan respons militer Israel ke Gaza turut membentuk persepsi baru di kalangan masyarakat Amerika. Dampak kumulatif dari peristiwa tersebut dinilai berkontribusi terhadap berkurangnya dominasi simpati kepada Israel.
Survei dilakukan pada Februari 2026 melalui wawancara telepon terhadap 1.001 responden dewasa yang tersebar di seluruh 50 negara bagian dan District of Columbia. Dengan margin of error sekitar 4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, hasil ini mencerminkan pergeseran opini yang mulai menguat dalam beberapa tahun terakhir. (RK/D-1)
(Baca: Daftar Negara yang Mendukung dan Menolak Kemerdekaan Palestina 2025)













