Akses internet kian menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan pemuda di Indonesia. Pada 2025, hampir seluruh pemuda di Tanah Air telah terhubung ke dunia digital. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan 96,69% pemuda Indonesia mengakses internet.
Secara historis, tingkat penetrasi internet di kalangan pemuda terus menanjak dalam enam tahun terakhir. Lonjakan paling signifikan terjadi pada 2021, ketika persentase pemuda pengguna internet naik hingga 4,55% poin bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kesenjangan akses masih terlihat jika ditinjau dari wilayah tempat tinggal. Pemuda yang bermukim di kawasan perkotaan tercatat memiliki tingkat akses internet sebesar 98,13%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pemuda di perdesaan yang sebesar 94,35%, meski selisihnya kian menyempit dari tahun ke tahun.
Lalu, dari sisi ekonomi, akses internet juga menunjukkan pola yang relatif berlapis. Pemuda dari kelompok ekonomi 20% teratas memiliki tingkat akses tertinggi, yakni 98,88%. Sementara itu, kelompok ekonomi 40% menengah mencatatkan angka 97,65%, dan kelompok 40% terbawah sebesar 94,29%.
Internet dimanfaatkan pemuda untuk berbagai kebutuhan. Mayoritas menggunakannya sebagai sarana hiburan, dengan proporsi mencapai 91,16%. Selain itu, sebanyak 90,41% pemuda memanfaatkan internet untuk mencari informasi. Aktivitas di media sosial juga menonjol, dengan 88,85% pemuda mengakses jejaring sosial. Adapun penggunaan internet untuk transaksi ekonomi digital, seperti membeli barang atau jasa, tercatat sebesar 41,9%.
Tingginya akses internet tak lepas dari kepemilikan perangkat digital. BPS mencatat, 97,41% pemuda Indonesia telah memiliki telepon seluler pada 2025. Di sisi lain, penggunaan komputer masih relatif terbatas, meski menunjukkan tren naik. Pada 2025, sebanyak 25,27% pemuda tercatat menggunakan komputer, bertambah 1,15% poin dari 2024 yang sebesar 24,12%. (RK/D-1)
(Baca: Latar Belakang Pendidikan Pemuda Indonesia 2025, Lulusan SMA Masih Dominan)













