Humaniora
Home / Humaniora / Sekolah Tinggi Hampir Separuh Kampus Indonesia, tetapi Hanya Tampung 8,69% Mahasiswa

Sekolah Tinggi Hampir Separuh Kampus Indonesia, tetapi Hanya Tampung 8,69% Mahasiswa

Sekolah Tinggi Hampir Separuh Kampus Indonesia, tetapi Hanya Tampung 8,69% Mahasiswa
Gedung perguruan tinggi menjadi tempat penyelenggaraan pendidikan bagi mahasiswa dengan skala lembaga yang berbeda-beda. (Sumber: Magnific)

Dataloka.id — Sekolah tinggi merupakan bentuk perguruan tinggi terbanyak di Indonesia pada 2025. Jumlahnya mencapai 2.000 lembaga atau hampir separuh dari 4.303 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Namun, dominasi jumlah lembaga itu tidak diikuti oleh jumlah mahasiswa yang ditampung. Sekolah tinggi hanya memiliki 934.402 mahasiswa terdaftar atau 8,69% dari total 10,75 juta mahasiswa nasional.

Sebaliknya, universitas hanya berjumlah 981 lembaga atau 22,80% dari seluruh perguruan tinggi. Bentuk pendidikan ini menampung 8,52 juta mahasiswa atau 79,23% dari total nasional.

Perbedaannya juga terlihat pada penerimaan mahasiswa baru. Universitas menerima 1,63 juta mahasiswa baru sepanjang 2025, sedangkan sekolah tinggi menerima 199.830 mahasiswa baru.

Bentuk Perguruan Tinggi Jumlah Lembaga Pangsa Lembaga Mahasiswa Terdaftar Pangsa Mahasiswa Mahasiswa Baru
Universitas 981 22,80% 8.520.423 79,23% 1.632.800
Institut 437 10,16% 714.469 6,64% 152.699
Sekolah Tinggi 2.000 46,48% 934.402 8,69% 199.830
Akademi 465 10,81% 59.923 0,56% 16.501
Akademi Komunitas 31 0,72% 2.982 0,03% 1.872
Politeknik 389 9,04% 521.955 4,85% 155.124

Skala Universitas Jauh Lebih Besar

Setiap universitas secara rata-rata menampung sekitar 8.685 mahasiswa. Sementara itu, rata-rata mahasiswa pada sekolah tinggi hanya sekitar 467 orang per lembaga.

Kekuatan dan Kelemahan 10 Kampus Terbaik Indonesia di THE WUR 2027

Dengan demikian, rata-rata skala mahasiswa universitas hampir 19 kali lebih besar dibandingkan sekolah tinggi. Perbedaan tersebut membantu menjelaskan mengapa jumlah lembaga yang banyak tidak otomatis menghasilkan pangsa mahasiswa yang besar.

Institut memiliki rata-rata sekitar 1.635 mahasiswa per lembaga. Politeknik berada di kisaran 1.342 mahasiswa, sedangkan akademi hanya sekitar 129 mahasiswa per lembaga.

Akademi komunitas memiliki skala paling kecil dengan rata-rata sekitar 96 mahasiswa terdaftar per lembaga. Meski demikian, setiap bentuk perguruan tinggi memiliki mandat dan cakupan pendidikan yang berbeda sehingga perbandingan tersebut tidak secara langsung menunjukkan kualitas lembaga.

Data ini memperlihatkan struktur pendidikan tinggi Indonesia yang terfragmentasi pada banyak sekolah tinggi berukuran relatif kecil. Pada saat yang sama, sebagian besar mahasiswa terkonsentrasi di universitas yang menawarkan lebih banyak program studi dan memiliki jangkauan penerimaan lebih luas. (RK/D-1)

Sumber: Jumlah Mahasiswa Baru Indonesia Capai 2,16 Juta pada 2025, Banten Terbanyak

10 Kampus Indonesia dengan Skor THE WUR 2027 Paling Seimbang, Unsri Teratas

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

× Advertisement
× Advertisement