Dataloka.id, — DKI Jakarta menjadi provinsi dengan persentase penduduk lulusan pendidikan tinggi tertinggi di Indonesia pada 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 21,25% penduduk ibu kota berusia 15 tahun ke atas telah menamatkan pendidikan tinggi, hampir dua kali lipat dibandingkan angka nasional.
Data tersebut tertuang dalam publikasi Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026 yang dirilis BPS pada 5 Oktober 2026. Publikasi ini menggunakan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026 untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi penduduk, termasuk tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan.
Secara nasional, persentase penduduk yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi baru mencapai 11,30%. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan proporsi lulusan SMA/SMK sederajat yang mencapai 32,63%, lulusan SD sederajat 23,66%, serta SMP sederajat sebesar 21,06%.
Sementara itu, sebanyak 11,35% penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas belum mempunyai ijazah SD. Kondisi ini memperlihatkan bahwa capaian pendidikan penduduk masih didominasi jenjang dasar hingga menengah, meskipun sejumlah provinsi memiliki proporsi lulusan perguruan tinggi jauh di atas angka nasional.
DKI Jakarta Teratas, DI Yogyakarta dan Bali Menyusul
Jika diperinci menurut provinsi, DKI Jakarta menempati posisi pertama dengan persentase lulusan pendidikan tinggi sebesar 21,25%. Angka tersebut lebih tinggi 9,95 poin persentase dibandingkan capaian nasional yang sebesar 11,30%.
DI Yogyakarta menyusul di posisi kedua dengan persentase sebesar 17,50%. Selisihnya dengan DKI Jakarta mencapai 3,75 poin persentase, sementara jaraknya terhadap angka nasional sebesar 6,20 poin persentase.
Bali menempati peringkat ketiga dengan persentase lulusan pendidikan tinggi sebesar 17,13%. Angka tersebut hanya terpaut 0,37 poin persentase dari DI Yogyakarta.
Menariknya, Papua berada di posisi keempat dengan persentase sebesar 17,01%, sedikit di bawah Bali. Kondisi ini berbeda dengan Papua Pegunungan dan Papua Tengah yang justru menempati dua posisi terbawah secara nasional, masing-masing sebesar 3,60% dan 5,35%.
Maluku menyusul di peringkat kelima dengan persentase sebesar 16,57%, diikuti Sulawesi Tenggara sebesar 16,46%. Papua Barat Daya berada di urutan ketujuh dengan 16,19%, sedangkan Sumatera Barat menempati posisi kedelapan dengan 15,50%.
Adapun Kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan melengkapi daftar 10 besar. Keduanya memiliki persentase penduduk lulusan pendidikan tinggi masing-masing sebesar 14,93% dan 14,34%.
10 Provinsi dengan Persentase Lulusan Pendidikan Tinggi Tertinggi pada 2026
| No. | Provinsi | Persentase |
|---|---|---|
| 1 | DKI Jakarta | 21,25% |
| 2 | DI Yogyakarta | 17,50% |
| 3 | Bali | 17,13% |
| 4 | Papua | 17,01% |
| 5 | Maluku | 16,57% |
| 6 | Sulawesi Tenggara | 16,46% |
| 7 | Papua Barat Daya | 16,19% |
| 8 | Sumatera Barat | 15,50% |
| 9 | Kepulauan Riau | 14,93% |
| 10 | Sulawesi Selatan | 14,34% |
Sumber: BPS, Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026.
Penduduk usia 15 tahun ke atas.
Kesenjangan Pendidikan Tinggi Antarprovinsi Masih Lebar
Dari daftar tersebut, seluruh provinsi dalam kelompok 10 besar memiliki persentase lulusan pendidikan tinggi di atas angka nasional. Selisih antara DKI Jakarta di posisi pertama dan Sulawesi Selatan di urutan kesepuluh mencapai 6,91 poin persentase.
Meski demikian, kesenjangan menjadi lebih lebar jika dibandingkan dengan provinsi yang berada di posisi terbawah. DKI Jakarta memiliki persentase lulusan pendidikan tinggi hampir enam kali lipat dibandingkan Papua Pegunungan yang hanya sebesar 3,60%, dengan selisih mencapai 17,65 poin persentase.
Perbedaan yang cukup besar juga terlihat di antara provinsi-provinsi di kawasan Papua. Papua memiliki persentase lulusan pendidikan tinggi sebesar 17,01%, sedangkan Papua Barat Daya mencapai 16,19%. Sebaliknya, Papua Tengah dan Papua Pegunungan masing-masing baru sebesar 5,35% dan 3,60%.
Jika dilihat dari tingkat pendidikan lainnya, DKI Jakarta juga memiliki proporsi lulusan SMA/SMK sederajat sebesar 47,85%. Sementara itu, penduduk yang belum mempunyai ijazah SD hanya sebesar 2,76%, jauh lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 11,35%.
Di DI Yogyakarta, persentase lulusan SMA/SMK sederajat mencapai 39,96%, sedangkan lulusan pendidikan tinggi sebesar 17,50%. Adapun Bali memiliki persentase lulusan SMA/SMK sederajat sebesar 37,13% dan pendidikan tinggi sebesar 17,13%.
Perbedaan tersebut memberikan gambaran mengenai struktur pendidikan penduduk di setiap daerah. Namun, tingginya proporsi lulusan pendidikan tinggi tidak serta-merta menunjukkan bahwa akses perguruan tinggi atau kualitas pendidikan di suatu provinsi lebih baik dibandingkan wilayah lainnya.
Pasalnya, indikator ini mengukur pendidikan tertinggi yang telah diselesaikan oleh penduduk berusia 15 tahun ke atas, bukan jumlah mahasiswa aktif maupun lulusan baru sepanjang 2026. Perbedaan struktur usia, perpindahan penduduk, dan komposisi penduduk juga perlu diperhatikan untuk memahami kesenjangan antardaerah secara lebih menyeluruh. (RK/D-1)
Baca: 10 Provinsi dengan Kampus Terbanyak 2025, Jawa Barat Teratas tetapi Banten Pimpin Mahasiswa Baru













