Median pendapatan lulusan S1 Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK Unair) mencapai Rp4,5 juta. Angka itu lebih tinggi Rp1 juta dibandingkan median lulusan S1 Teknologi Hasil Perikanan yang sebesar Rp3,5 juta.
Perbandingan tersebut bersumber dari laman resmi tracer study FPK Unair 2025 yang menyajikan gambaran pendapatan alumni lulusan 2024. Selain pendapatan, kampus juga menyediakan data masa tunggu pekerjaan pertama serta aktivitas alumni setelah lulus.
Dari sisi rata-rata, pendapatan alumni Akuakultur mencapai Rp4.876.912, sedangkan Teknologi Hasil Perikanan sebesar Rp4.173.089. Selisih rata-rata pendapatan keduanya mencapai Rp703.823.
Perbandingan pendapatan dan masa tunggu lulusan FPK Unair
Median menggambarkan nilai tengah penghasilan responden dan tidak sama dengan rata-rata. Karena itu, kedua indikator dipisahkan agar pembaca memperoleh gambaran distribusi pendapatan yang lebih berimbang.
| Indikator | Akuakultur | Teknologi Hasil Perikanan |
|---|---|---|
| Rata-rata pendapatan | Rp4.876.912 | Rp4.173.089 |
| Median pendapatan | Rp4.500.000 | Rp3.500.000 |
| Rata-rata masa tunggu untuk kelompok ≤6 bulan | 2,11 bulan | 3,62 bulan |
Catatan: Pendapatan berasal dari keterangan lulusan 2024 pada laman tracer study FPK Unair. Rata-rata masa tunggu khusus untuk kelompok yang memperoleh pekerjaan dalam ≤6 bulan, bukan rata-rata seluruh lulusan.
Pada indikator transisi kerja, alumni Akuakultur yang berhasil memperoleh pekerjaan dalam paling lama enam bulan memiliki masa tunggu rata-rata 2,11 bulan. Angka tersebut lebih singkat daripada Teknologi Hasil Perikanan yang mencapai 3,62 bulan untuk kelompok waktu yang sama.
Bagaimana gambaran lulusan Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair?
Secara keseluruhan, laman FPK Unair menunjukkan rata-rata pendapatan responden sebesar Rp4.694.596 dan median Rp4,5 juta. Pada tracer study 2025, tingkat respons yang dilaporkan mencapai 98,78 persen, dengan 243 alumni mengisi survei secara lengkap.
Adapun komposisi aktivitas responden memperlihatkan 68,16 persen bekerja atau pernah bekerja, 9,39 persen berwirausaha atau pernah berwirausaha, dan 4,49 persen melanjutkan pendidikan. Sebanyak 15,10 persen lainnya sedang mencari kerja, sedangkan 2,86 persen belum memungkinkan untuk bekerja.
Apa yang perlu diperhatikan saat membandingkan gaji lulusan?
Selisih pendapatan antardua program studi tidak berarti seluruh alumni Akuakultur memperoleh gaji lebih besar daripada alumni Teknologi Hasil Perikanan. Nilai yang dipublikasikan merupakan hasil survei responden dengan kondisi pekerjaan, lokasi, dan pengalaman yang dapat berbeda.
Meski demikian, data tersebut tetap bermanfaat bagi calon mahasiswa yang ingin menilai prospek awal di bidang perikanan dan kelautan. Pembaca sebaiknya menggunakan temuan tracer study bersama informasi kurikulum, lapangan kerja, dan minat pribadi sebelum menentukan jurusan.(NKR/D-1)
FAQ
1. Berapa median gaji lulusan Akuakultur Unair?
Median pendapatan lulusan S1 Akuakultur FPK Unair dalam data tracer study 2025 adalah Rp4,5 juta.
2. Apakah lulusan Teknologi Hasil Perikanan memiliki masa tunggu lebih lama?
Untuk kelompok alumni yang memperoleh pekerjaan dalam enam bulan, rata-rata masa tunggunya 3,62 bulan, dibandingkan 2,11 bulan pada Akuakultur. Angka itu tidak menggambarkan seluruh alumni.
Baca : Gaji Lulusan UI 2025 per Fakultas, Tinggi Belum Tentu Cepat Kerja
Ikuti Channel WhatsApp Dataloka.id untuk mendapatkan informasi berbasis data, statistik terbaru, dan insight mengenai berbagai isu di Indonesia.
Bergabung di sini:
https://whatsapp.com/channel/0029VaplAbq1noz8ZsizkH2R













