Dataloka.id – Reputasi suatu universitas di mata perusahaan tidak selalu sejalan dengan hasil kerja lulusannya. Kondisi itu terlihat ketika skor Employer Reputation dan Employment Outcomes sejumlah perguruan tinggi Indonesia dalam QS World University Rankings (WUR) 2027 ditempatkan berdampingan.
Data yang dirilis QS pada 18 Juni 2026 menunjukkan Universitas Airlangga memperoleh skor Employer Reputation sebesar 80,1 dari skala 100. Namun, skor Employment Outcomes kampus tersebut berada di angka 21,0, sehingga terdapat selisih 59,1 poin di antara dua indikator itu.
Pola serupa muncul di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan selisih 36,3 poin dan Universitas Brawijaya sebesar 29,5 poin. Di sisi lain, Universitas Trisakti memperlihatkan kondisi berbeda: skor hasil lulusannya jauh lebih tinggi daripada reputasinya di kalangan pemberi kerja.
Perbedaan tersebut penting diperhatikan karena kedua indikator menilai hal yang tidak sama. Menurut metodologi QS, Employer Reputation bersumber dari survei pemberi kerja, sedangkan Employment Outcomes mempertimbangkan dampak alumni dan indeks penyerapan kerja lulusan.
Perbandingan Reputasi Perusahaan dan Hasil Lulusan QS 2027
Berdasarkan data QS WUR 2027 yang diolah Dataloka.id, berikut perbandingan 15 universitas Indonesia dengan skor pada kedua indikator yang ditelaah. Tabel disusun menurut selisih Employer Reputation dikurangi Employment Outcomes, dari yang terbesar hingga terkecil. Angka negatif berarti skor hasil lulusan lebih tinggi daripada skor reputasi perusahaan.
| Perguruan tinggi | Employer Reputation | Employment Outcomes | Selisih (poin) |
|---|---|---|---|
| Universitas Airlangga | 80,1 | 21,0 | 59,1 |
| Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 52,1 | 15,8 | 36,3 |
| Universitas Brawijaya | 53,5 | 24,0 | 29,5 |
| Universitas Sebelas Maret | 25,8 | 3,5 | 22,3 |
| Universitas Diponegoro | 42,1 | 20,6 | 21,5 |
| Universitas Gadjah Mada | 81,8 | 68,5 | 13,3 |
| Institut Teknologi Bandung | 76,2 | 64,1 | 12,1 |
| IPB University | 52,4 | 41,3 | 11,1 |
| BINUS University | 32,1 | 21,6 | 10,5 |
| Universitas Padjadjaran | 48,2 | 41,3 | 6,9 |
| Universitas Indonesia | 87,4 | 81,0 | 6,4 |
| Universitas Muhammadiyah Yogyakarta | 7,0 | 3,7 | 3,3 |
| Telkom University | 13,6 | 11,6 | 2,0 |
| Universitas Hasanuddin | 18,5 | 23,0 | -4,5 |
| Universitas Trisakti | 7,5 | 45,0 | -37,5 |
Di antara 15 kampus dalam tabel, Universitas Airlangga memiliki selisih positif terbesar, yakni 59,1 poin. Setelah itu, ITS berada di posisi berikutnya dengan 36,3 poin dan Universitas Brawijaya 29,5 poin. Ketiganya memiliki skor reputasi perusahaan yang lebih tinggi daripada indikator hasil lulusannya.
Universitas Indonesia, yang berada pada peringkat ke-191 dunia dalam pemeringkatan keseluruhan QS 2027, memperoleh skor Employer Reputation 87,4 dan Employment Outcomes 81,0. Selisihnya relatif kecil, 6,4 poin. Adapun Universitas Gadjah Mada yang menempati peringkat ke-206 dunia memiliki selisih 13,3 poin, dari skor 81,8 dan 68,5.
Perbandingan dengan arah sebaliknya terlihat pada Universitas Trisakti. Kampus swasta tersebut mempunyai skor Employment Outcomes 45,0, jauh di atas Employer Reputation yang sebesar 7,5. Selisihnya mencapai minus 37,5 poin, sehingga peringkat kampus secara keseluruhan tidak cukup untuk menggambarkan setiap indikator secara terpisah.
Mengapa Dua Indikator QS Bisa Berbeda?
Melansir metodologi QS, Employer Reputation memiliki bobot 15% dalam pemeringkatan universitas dunia. Indikator ini didasarkan pada penilaian perusahaan mengenai perguruan tinggi yang dipandang menghasilkan lulusan berkualitas, melalui survei pemberi kerja di berbagai negara.
Sementara itu, Employment Outcomes berbobot 5%. Komponennya mencakup Alumni Impact dan Graduate Employment Index, yakni penilaian atas kontribusi alumni serta keterserapan kerja lulusan. Indikator tersebut bukan angka persentase lulusan yang bekerja, sehingga skor 21,0 tidak berarti hanya 21% lulusan mendapatkan pekerjaan.
Perbandingan ini memperlihatkan pentingnya membaca peringkat QS hingga level indikator. Calon mahasiswa dapat memadukannya dengan biaya pendidikan, akreditasi, data tracer study, dan kecocokan program studi sebelum menentukan pilihan kampus.
Catatan Metodologi
Selisih adalah hasil pengurangan dua skor QS dengan skala sama, bukan besaran kesenjangan persentase ataupun ukuran sebab-akibat. Data tabel mencakup 15 universitas yang ditelaah, bukan pemeringkatan seluruh kampus Indonesia menurut besar selisih. (RK/D-1)
Baca: 8 PTN dengan Reputasi Perusahaan Tinggi, Mana yang Punya Rasio Kursi SNBT Terbesar?













