Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Jurusan Teknik Terbaik di Indonesia, Mana yang Paling Sulit Ditembus lewat SNBT

Empat bidang teknik ITB menjadi yang tertinggi di Indonesia dalam QS 2026. Berdasarkan peminat SNBT 2025 dan daya tampung 2026 pada rumpun masuknya, FTMD yang menaungi Teknik Mesin memiliki persaingan paling ketat.

by Elsa Oktavia
6 October 2026
in Humaniora
Jurusan Teknik Terbaik di Indonesia, Mana yang Paling Sulit Ditembus lewat SNBT

Sejumlah bidang teknik ITB menjadi yang tertinggi di Indonesia versi QS 2026. Namun, peserta SNBT umumnya masuk melalui fakultas atau sekolah sehingga tingkat persaingan tidak dapat langsung dihitung pada level program studi. (Sumber: ITB)

Share on FacebookShare on Twitter

Dataloka.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) menempati posisi tertinggi di Indonesia pada sejumlah bidang teknik dalam QS World University Rankings by Subject 2026. Empat di antaranya adalah Teknik Kimia, Teknik Sipil, Teknik Elektro, serta Teknik Mesin dan bidang terkait.

Chemical Engineering ITB berada di kelompok 201–250 dunia, sedangkan Civil & Structural Engineering menempati kelompok 201–275. Sementara itu, Electrical & Electronic Engineering serta Mechanical, Aeronautical & Manufacturing Engineering sama-sama berada di kelompok 251–300 dunia.

READ ALSO

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

Keempat bidang tersebut menjadi yang tertinggi di Indonesia dalam kategori masing-masing. Namun, bagi calon mahasiswa yang hendak masuk ITB melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), muncul pertanyaan lain: rumpun yang menaungi jurusan teknik mana yang paling sulit ditembus?

Jika dibandingkan menggunakan jumlah peminat SNBT 2025 dan daya tampung SNBT 2026, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) menjadi yang paling ketat di antara empat rumpun dalam perbandingan ini. FTMD menyediakan 100 kursi SNBT 2026, sedangkan jumlah peminat pada tahun sebelumnya mencapai 2.586 orang.

Perbandingan sederhana menghasilkan rasio kursi terhadap peminat sebesar sekitar 3,87 persen. Dengan kata lain, tersedia sekitar satu kursi untuk setiap 25,9 peminat berdasarkan jumlah peminat tahun sebelumnya.

Namun, angka tersebut bukan tingkat kelulusan SNBT 2026. Data pembilang dan penyebut berasal dari periode berbeda, yakni daya tampung 2026 dibandingkan dengan jumlah peminat 2025.

Perbandingan Empat Bidang Teknik ITB

Bidang QS by Subject 2026 Rumpun Masuk SNBT ITB Peminat 2025 Daya Tampung 2026 Rasio Kursi/Peminat
Teknik Mesin 251–300 FTMD 2.586 100 3,87%
Teknik Elektro 251–300 STEI-Rekayasa 1.802 75 4,16%
Teknik Sipil 201–275 FTSL-ISLK 1.554 90 5,79%
Teknik Kimia 201–250 FTI-Sistem dan Proses 1.485 105 7,07%

Sumber: QS World University Rankings by Subject 2026 dan SNPMB. Rasio dihitung Dataloka.

Teknik Mesin Berada di Rumpun Paling Ketat

Teknik Mesin ITB berada di bawah Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara atau FTMD. Dalam QS World University Rankings by Subject 2026, bidang Mechanical, Aeronautical & Manufacturing Engineering ITB berada di kelompok 251–300 dunia dan menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Pada jalur SNBT, peserta tidak langsung bersaing untuk mendapatkan kursi khusus Teknik Mesin. FTMD juga menaungi program Teknik Dirgantara dan Teknik Material sehingga angka 2.586 peminat merupakan jumlah peminat FTMD, bukan Teknik Mesin secara terpisah.

Dengan daya tampung SNBT 2026 sebanyak 100 kursi, rasio kursi terhadap peminat tahun sebelumnya mencapai sekitar 3,87 persen. Rasio tersebut menjadi yang paling kecil di antara empat rumpun teknik yang dibandingkan dalam tulisan ini.

Apabila perbandingannya dibalik, terdapat sekitar 25,9 peminat untuk setiap satu kursi yang tersedia. Angka tersebut dapat digunakan untuk membaca tekanan persaingan secara historis, tetapi bukan sebagai peluang pasti seorang peserta untuk lolos.

Teknik Elektro juga Sangat Ketat

Teknik Elektro berada di bawah Sekolah Teknik Elektro dan Informatika kelompok Rekayasa atau STEI-R. Kelompok ini memiliki 1.802 peminat pada SNBT 2025 dan menyediakan 75 kursi pada penerimaan 2026.

Perbandingan kedua angka tersebut menghasilkan rasio kursi terhadap peminat sekitar 4,16 persen. Jika dibalik, jumlahnya setara dengan sekitar satu kursi untuk setiap 24 peminat tahun sebelumnya.

STEI-R tidak hanya menaungi Teknik Elektro. Kelompok ini juga mencakup Teknik Tenaga Listrik, Teknik Telekomunikasi, dan Teknik Biomedis sehingga rasio tersebut tidak dapat dibaca sebagai peluang masuk langsung ke Teknik Elektro.

Dalam QS by Subject 2026, Electrical & Electronic Engineering ITB berada di kelompok 251–300 dunia. Posisi tersebut menjadi yang tertinggi di Indonesia untuk bidang yang sama.

Teknik Sipil sekitar 17 Peminat per Kursi

Civil & Structural Engineering ITB berada di kelompok 201–275 dunia dalam QS 2026 dan menjadi yang tertinggi di Indonesia. Untuk penerimaan mahasiswa, Teknik Sipil berada dalam Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan kelompok Infrastruktur Sipil, Lingkungan, dan Kelautan atau FTSL-ISLK.

Kelompok tersebut memiliki 1.554 peminat pada SNBT 2025 dan daya tampung sebanyak 90 kursi pada 2026. Perbandingan sederhana menghasilkan rasio kursi terhadap peminat sekitar 5,79 persen.

Jika dihitung dalam bentuk jumlah pesaing per kursi, terdapat sekitar 17,3 peminat untuk setiap satu kursi. Tingkat persaingannya masih tinggi, tetapi secara matematis lebih longgar dibandingkan FTMD dan STEI-R.

FTSL-ISLK juga tidak hanya menaungi Teknik Sipil. Di dalam kelompok tersebut terdapat program seperti Teknik Kelautan dan Teknik Lingkungan sehingga jumlah peminat tidak dapat diklaim sebagai peminat Teknik Sipil secara khusus.

Teknik Kimia Punya Rasio Paling Longgar

Chemical Engineering ITB memiliki posisi QS tertinggi di antara empat bidang yang dibandingkan dalam tulisan ini. Bidang tersebut berada di kelompok 201–250 dunia sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Teknik Kimia masuk melalui Fakultas Teknologi Industri kelompok Sistem dan Proses atau FTI-SP. Kelompok ini memiliki 1.485 peminat pada SNBT 2025 dan menyediakan 105 kursi pada penerimaan 2026.

Rasio kursi terhadap peminatnya mencapai sekitar 7,07 persen, paling tinggi di antara empat rumpun yang dibandingkan. Jika dibalik, terdapat sekitar satu kursi untuk setiap 14,1 peminat berdasarkan data tahun sebelumnya.

Meski demikian, rasio tersebut tetap bukan tingkat penerimaan khusus Teknik Kimia. FTI-SP juga menaungi Teknik Fisika, Teknik Pangan, serta Teknik Bioenergi dan Kemurgi sehingga persaingan berlangsung pada kelompok penerimaan yang lebih luas.

Mengapa tidak Bisa Dibandingkan Langsung per Jurusan?

Pola penerimaan mahasiswa ITB membuat perbandingan keketatan per program studi tidak sesederhana membagi daya tampung jurusan dengan jumlah peminat. Dalam banyak kelompok penerimaan, calon mahasiswa terlebih dahulu masuk melalui fakultas atau sekolah, bukan langsung ke program studi tertentu.

Setelah menjalani Tahap Persiapan Bersama, mahasiswa kemudian masuk ke program studi mengikuti mekanisme yang ditetapkan ITB. Karena itu, data SNBT tersedia dalam bentuk kelompok seperti FTMD, STEI-R, FTSL-ISLK, dan FTI-SP.

Sementara itu, QS World University Rankings by Subject menggunakan unit penilaian yang berbeda. QS menilai bidang akademik seperti Mechanical Engineering, Electrical Engineering, Civil Engineering, dan Chemical Engineering pada tingkat universitas.

Dengan demikian, data QS dan SNBT sebenarnya menjawab dua pertanyaan yang berbeda. QS menunjukkan posisi akademik ITB pada suatu disiplin, sedangkan SNBT memberikan gambaran persaingan masuk ke kelompok penerimaan yang menaungi program tersebut.

Tulisan ini karena itu menghubungkan bidang dalam QS dengan fakultas atau sekolah yang paling relevan sebagai jalur masuknya. Keduanya tidak diperlakukan sebagai unit data yang identik.

Rasio ini bukan Peluang Lolos SNBT 2026

Angka 3,87 persen, 4,16 persen, 5,79 persen, dan 7,07 persen merupakan hasil perhitungan sederhana Dataloka. Rumusnya adalah daya tampung SNBT 2026 dibagi jumlah peminat SNBT 2025, kemudian dikalikan 100 persen.

SNPMB menampilkan jumlah peminat tahun sebelumnya sebagai informasi historis ketika calon mahasiswa melihat daya tampung suatu program atau kelompok penerimaan. Data tersebut berguna untuk membaca tingkat persaingan, tetapi tidak sama dengan tingkat penerimaan aktual pada tahun berikutnya.

Jumlah peminat SNBT 2026 dapat berubah dibandingkan 2025. Perubahan kuota, tren pilihan jurusan, reputasi kampus, strategi calon mahasiswa, hingga hasil UTBK dapat mengubah tingkat persaingan aktual.

Karena itu, rasio 3,87 persen pada FTMD tidak berarti seorang peserta hanya memiliki peluang lolos sebesar 3,87 persen. Angka tersebut hanya menggambarkan perbandingan antara kursi yang tersedia pada 2026 dan peminat pada tahun sebelumnya.

FTMD juga Ketat jika Dilihat dari Seluruh Jalur

Data penerimaan mahasiswa baru ITB 2026 memberikan konteks tambahan mengenai ketatnya persaingan di FTMD. Fakultas tersebut menerima 454 mahasiswa baru program sarjana dari seluruh jalur, sedangkan jumlah peminat mencapai 11.578 orang.

ITB menyebut tingkat keketatannya sekitar 3,7 persen. Angka ini mencakup seluruh jalur penerimaan sehingga tidak dapat digabungkan langsung dengan perhitungan khusus SNBT pada tabel utama.

Meski menggunakan cakupan berbeda, data tersebut memberikan konteks bahwa FTMD memang termasuk fakultas dengan persaingan tinggi di ITB. Gambaran ini sejalan dengan rasio kursi terhadap peminat SNBT yang juga menjadi paling kecil di antara empat rumpun yang dibandingkan.

Jadi, Jurusan Teknik Mana yang Paling Sulit Ditembus lewat SNBT?

Jika menggunakan perbandingan peminat SNBT 2025 dengan daya tampung SNBT 2026, FTMD yang menaungi Teknik Mesin menjadi rumpun paling ketat di antara empat kelompok teknik ITB dalam tulisan ini. Rasio kursinya sekitar 3,87 persen atau setara dengan satu kursi untuk setiap 25,9 peminat tahun sebelumnya.

STEI-R yang menaungi Teknik Elektro berada di posisi berikutnya dengan rasio 4,16 persen. FTSL-ISLK yang menaungi Teknik Sipil memiliki rasio 5,79 persen, sedangkan FTI-SP yang menaungi Teknik Kimia menjadi paling longgar dengan 7,07 persen.

Namun, penyebutan “Teknik Mesin paling sulit” perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat. Yang sebenarnya menunjukkan rasio paling ketat adalah kelompok penerimaan FTMD, bukan Program Studi Teknik Mesin secara individual.

Bagi calon mahasiswa, peringkat QS dan data SNBT sebaiknya digunakan untuk menjawab pertanyaan yang berbeda. Peringkat bidang studi memberikan gambaran mengenai posisi akademik universitas, sedangkan jumlah peminat dan daya tampung membantu membaca tingkat persaingan untuk masuk.

Membaca keduanya secara bersamaan dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap sebelum menentukan pilihan. Namun, hasil akhir SNBT tetap ditentukan oleh performa UTBK, pilihan peserta, jumlah peminat aktual, dan mekanisme seleksi pada tahun berjalan. (ELS/D-1)

Baca: Jurusan Paling Diminati SNBT 2026, Kampusnya Punya Peringkat Dunia Berapa?

Source: QS WUR/Website Resmi Kampus
Tags: ElektroITBKampusKimiaMesinsipilSNBTTeknik

Related Posts

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026
10 Jurusan Kedokteran dengan Persaingan SNBT Terendah, Ada yang Sekitar 1 Banding 9
Humaniora

Kampus Terbaik di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali versi QS Asia 2026

8 October 2026
Next Post
Matematika, Statistika, Data Science, atau Ilmu Komputer Mana yang Paling Dilirik Perusahaan

Matematika, Statistika, Data Science, atau Ilmu Komputer: Mana yang Paling Dilirik Perusahaan?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026
10 Jurusan Kedokteran dengan Persaingan SNBT Terendah, Ada yang Sekitar 1 Banding 9
Humaniora

Kampus Terbaik di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali versi QS Asia 2026

8 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.