Universitas Indonesia (UI) menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) dengan pendaftar terbanyak dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau SNBT 2026. Jumlah peminat UI mencapai 100.253 orang, lebih tinggi dibandingkan Universitas Sebelas Maret (UNS) sebanyak 91.611 pendaftar dan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebanyak 84.637 pendaftar.
Namun, posisi kampus dengan pendaftar terbanyak tidak otomatis sama dengan program studi yang paling ramai peminat. Program studi dengan jumlah peminat terbesar secara nasional justru berada di UNS, yakni D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan 5.582 peminat.
Data tersebut berasal dari paparan hasil SNBT 2026 Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Secara nasional, jumlah pendaftar SNBT 2026 mencapai 871.496 orang. Sebanyak 256.369 peserta diterima atau setara 29,42 persen dari total pendaftar.
Jika daftar PTN dengan pendaftar terbanyak disandingkan dengan daftar program studi paling diminati, terlihat konsentrasi minat pada sejumlah kampus. Sembilan dari 10 program studi dengan peminat terbesar nasional berada di enam PTN yang juga masuk daftar 10 kampus dengan pendaftar terbanyak.
Enam PTN tersebut adalah UI, UNS, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Satu program studi lain dalam 10 besar nasional berada di Institut Teknologi Bandung (ITB), yang tidak masuk 10 PTN dengan total pendaftar terbesar.
PTN dengan Pendaftar SNBT Terbanyak dan Prodi Terfavorit
| PTN | Pendaftar SNBT 2026 | Prodi yang Masuk 10 Besar Peminat Nasional | Peminat Prodi | Diterima |
|---|---|---|---|---|
| UI | 100.253 | S1 Ilmu Hukum | 4.187 | 174 |
| UNS | 91.611 | D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja | 5.582 | 43 |
| UNS | 91.611 | D4 Keperawatan Anestesiologi | 4.766 | 23 |
| UGM | 84.637 | — | — | — |
| Undip | 83.373 | S1 Hukum | 4.685 | 287 |
| UB | 82.613 | D3 Administrasi Bisnis | 5.059 | 116 |
| Unpad | 80.541 | — | — | — |
| Unair | 69.260 | D3 Keperawatan | 5.216 | 60 |
| Unair | 69.260 | D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja | 4.792 | 60 |
| Unair | 69.260 | D3 Perpajakan | 4.570 | 60 |
| Unesa | 67.952 | — | — | — |
| IPB | 66.401 | — | — | — |
| UNJ | 63.003 | D4 Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital | 4.346 | 45 |
Sumber: SNPMB 2026.
Kampus Ramai Peminat belum Tentu Prodinya Paling Ramai
Daftar tersebut memperlihatkan perbedaan antara popularitas kampus dan popularitas program studi. UI berada di posisi pertama berdasarkan total pendaftar, tetapi program studi UI yang masuk 10 besar nasional adalah Ilmu Hukum dengan 4.187 peminat.
Sebaliknya, UNS berada di posisi kedua sebagai kampus dengan pendaftar terbanyak, tetapi memiliki dua program studi dalam 10 besar nasional. D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja menjadi prodi dengan peminat tertinggi di Indonesia, sedangkan D4 Keperawatan Anestesiologi memiliki 4.766 peminat.
Unair bahkan menempatkan tiga program studi dalam 10 besar, yakni D3 Keperawatan, D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta D3 Perpajakan. Ketiganya merupakan program vokasi.
Sementara itu, UGM, Unpad, Unesa, dan IPB masuk 10 besar PTN berdasarkan total pendaftar, tetapi tidak memiliki program studi yang masuk 10 besar peminat nasional berdasarkan daftar yang dipublikasikan SNPMB.
Peminat Tinggi tidak Sama dengan Peluang Lolos
Jumlah peminat juga perlu dibaca bersama jumlah peserta yang diterima. D4 Keperawatan Anestesiologi UNS, misalnya, menerima 23 peserta dari 4.766 peminat. Jika dihitung sederhana, rasio peserta diterima terhadap peminat sekitar 0,48 persen.
D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja UNS menerima 43 orang dari 5.582 peminat atau sekitar 0,77 persen. Sementara itu, Hukum Undip menerima 287 peserta dari 4.685 peminat atau sekitar 6,13 persen.
Pada Ilmu Hukum UI, sebanyak 174 peserta diterima dari 4.187 peminat. Rasio peserta diterima terhadap peminat sekitar 4,16 persen.
Rasio tersebut merupakan perhitungan Dataloka berdasarkan jumlah peminat dan peserta diterima yang diumumkan SNPMB. Angka itu bukan peluang pasti bagi peserta pada seleksi berikutnya karena jumlah pendaftar, kapasitas penerimaan, pilihan peserta, dan mekanisme seleksi dapat berubah setiap tahun.
Apa Artinya bagi Calon Mahasiswa?
Data SNBT 2026 menunjukkan bahwa calon mahasiswa sebaiknya tidak hanya melihat popularitas universitas secara keseluruhan. Persaingan masuk dapat sangat berbeda antaprogram studi di kampus yang sama.
Kampus dengan pendaftar besar juga belum tentu memiliki program studi dengan peminat tertinggi secara nasional. Karena itu, jumlah peminat prodi, kapasitas penerimaan, serta tren seleksi tahun sebelumnya lebih relevan digunakan bersama-sama ketika menilai tingkat persaingan.
Istilah “terfavorit” dalam tulisan ini merujuk pada program studi dengan jumlah peminat terbesar dalam data SNBT 2026, bukan penilaian atas kualitas akademik program studi. (RK/D-1)
Baca: 10 Kampus Terbaik di Jawa Tengah Versi QS Asia 2026, Undip dan UNS Tembus 200 Besar













