Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Hampir Separuh Dosen Indonesia Perempuan, Mengapa Profesor Baru 32 Persen?

Perempuan mencakup 47,36% dosen Indonesia pada 2025. Namun, dari 13.519 profesor, hanya 4.361 orang atau 32,26% yang merupakan perempuan. Kesenjangan juga terlihat pada jabatan Lektor Kepala.

by Nouvan
29 September 2026
in Humaniora
Share on FacebookShare on Twitter

Perempuan telah mengambil porsi yang hampir seimbang dalam tenaga pengajar perguruan tinggi di Indonesia. Namun, komposisi tersebut belum terlihat merata pada setiap jenjang jabatan akademik.

Semakin tinggi jabatan akademik, proporsi perempuan cenderung semakin kecil. Perbedaan paling lebar terlihat pada jabatan profesor, posisi akademik tertinggi bagi dosen di Indonesia.

READ ALSO

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

Berdasarkan Statistik Pendidikan Tinggi 2025 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), terdapat 328.241 dosen berdasarkan jenis kelamin dan jabatan fungsional pada 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 155.453 orang atau 47,36% merupakan perempuan, sedangkan 172.788 orang atau 52,64% merupakan laki-laki.

Meski jumlah dosen perempuan sudah mendekati laki-laki, komposisinya berbeda pada jenjang profesor. Perempuan hanya mencakup 32,26% dari seluruh profesor di Indonesia.

Profesor Perempuan Hanya 4.361 Orang

Jumlah profesor di Indonesia pada 2025 sebanyak 13.519 orang. Dari jumlah tersebut, hanya 4.361 orang yang merupakan perempuan, sedangkan profesor laki-laki mencapai 9.158 orang.

Jenis Kelamin Jumlah Profesor Persentase
Laki-laki 9.158 67,74%
Perempuan 4.361 32,26%
Total 13.519 100%

Sumber: Statistik Pendidikan Tinggi 2025, Kemdiktisaintek.

Dengan komposisi tersebut, jumlah profesor laki-laki sekitar 2,1 kali jumlah profesor perempuan. Selisih keduanya mencapai 4.797 orang.

Kesenjangan pada jenjang profesor juga lebih besar dibandingkan dengan komposisi dosen secara keseluruhan. Perempuan mencakup 47,36% dari seluruh dosen, tetapi porsinya pada kelompok profesor hanya 32,26%.

Dengan kata lain, terdapat selisih sekitar 15,1 poin persentase antara representasi perempuan dalam populasi dosen secara keseluruhan dan kelompok profesor. Angka ini menunjukkan bahwa komposisi gender semakin tidak berimbang pada jenjang akademik tertinggi.

Kesenjangan Mulai Terlihat di Lektor Kepala

Perbedaan komposisi gender tidak hanya terlihat pada jenjang profesor. Pola serupa mulai terlihat pada jabatan Lektor Kepala, meski kesenjangannya belum sebesar pada kelompok profesor.

Pada jabatan Lektor Kepala, terdapat 35.409 dosen. Sebanyak 15.205 orang atau 42,94% merupakan perempuan, sedangkan 20.204 orang atau 57,06% merupakan laki-laki.

Sementara itu, pada jenjang Lektor dan Asisten Ahli, komposisi perempuan dan laki-laki jauh lebih berimbang. Berikut rincian jumlah dosen berdasarkan jabatan akademik dan jenis kelamin pada 2025.

Jabatan Akademik Perempuan Laki-laki Total Porsi Perempuan
Profesor 4.361 9.158 13.519 32,26%
Lektor Kepala 15.205 20.204 35.409 42,94%
Lektor 64.284 66.956 131.240 48,98%
Asisten Ahli 39.738 40.722 80.460 49,39%
Tanpa Jabatan 31.865 35.748 67.613 47,13%

Sumber: Statistik Pendidikan Tinggi 2025, Kemdiktisaintek; diolah Dataloka.

Data tersebut memperlihatkan pola yang cukup jelas pada setiap jenjang jabatan akademik. Semakin tinggi jenjangnya, proporsi perempuan cenderung semakin rendah.

Pada Asisten Ahli, perempuan sudah mencakup 49,39% atau nyaris separuh dari total dosen. Pada kelompok Lektor, porsinya juga hampir seimbang dengan laki-laki, yakni 48,98%.

Namun, proporsi tersebut turun menjadi 42,94% pada Lektor Kepala. Porsinya kembali menyusut menjadi 32,26% ketika memasuki jenjang profesor.

Hampir Berimbang pada Asisten Ahli dan Lektor

Asisten Ahli menjadi kelompok dengan komposisi gender paling berimbang. Terdapat 39.738 perempuan dan 40.722 laki-laki pada jabatan tersebut sehingga selisihnya hanya 984 dosen.

Kondisi serupa terlihat pada jenjang Lektor. Jumlah Lektor perempuan mencapai 64.284 orang, sedangkan laki-laki sebanyak 66.956 orang sehingga perempuan mencakup hampir 49% dari total 131.240 Lektor.

Lektor sekaligus menjadi kelompok jabatan akademik dengan jumlah dosen terbesar pada 2025. Setelahnya terdapat Asisten Ahli sebanyak 80.460 orang dan dosen tanpa jabatan fungsional sebanyak 67.613 orang.

Sebaliknya, profesor menjadi kelompok dengan jumlah dosen paling sedikit, yakni 13.519 orang. Jumlah tersebut hanya sekitar sepersepuluh dari total dosen pada jenjang Lektor.

Proporsi Perempuan Turun pada Jabatan Akademik Tinggi

Jika dilihat berdasarkan setiap jenjang, proporsi perempuan bergerak dari 49,39% pada Asisten Ahli menjadi 48,98% pada Lektor. Angkanya kemudian turun menjadi 42,94% pada Lektor Kepala dan 32,26% pada profesor.

Perbedaannya cukup lebar jika membandingkan Asisten Ahli dengan profesor. Porsi perempuan pada kelompok profesor sekitar 17,1 poin persentase lebih rendah dibandingkan dengan Asisten Ahli.

Namun, data tersebut tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan penyebab kesenjangan gender pada jenjang profesor. Statistik Kemdiktisaintek hanya menunjukkan distribusi dosen berdasarkan jenis kelamin dan jabatan akademik pada satu periode.

Laporan tersebut tidak menjelaskan apakah perbedaan itu berkaitan dengan masa kerja, usia, proses kenaikan jabatan, produktivitas penelitian, tanggung jawab domestik, karakter bidang ilmu, atau faktor lainnya. Karena itu, pola tersebut lebih tepat dibaca sebagai gambaran representasi gender dalam struktur jabatan akademik pada 2025, bukan bukti hubungan sebab-akibat.

Hanya Sekitar 2,8 Persen Dosen Perempuan yang Profesor

Perbedaan tersebut juga terlihat apabila jumlah profesor dibandingkan dengan keseluruhan dosen pada masing-masing gender. Dari 155.453 dosen perempuan, sebanyak 4.361 orang merupakan profesor atau sekitar 2,8%.

Sementara itu, dari 172.788 dosen laki-laki, terdapat 9.158 profesor atau sekitar 5,3%. Artinya, proporsi profesor di antara dosen laki-laki hampir dua kali lipat dibandingkan dengan proporsi profesor di antara dosen perempuan.

Meski demikian, perhitungan tersebut tetap merupakan perbandingan komposisi pada satu titik waktu. Data ini tidak memperlihatkan perjalanan karier individu dosen dari Asisten Ahli hingga mencapai jenjang profesor.

Untuk menilai peluang kenaikan jabatan berdasarkan gender, diperlukan data longitudinal yang mengikuti perjalanan karier dosen dari waktu ke waktu. Data tersebut juga dibutuhkan untuk mengetahui pada tahapan mana perbedaan antara dosen perempuan dan laki-laki mulai melebar.

Total Dosen Perempuan Sudah Mendekati Laki-laki

Di sisi lain, jumlah dosen perempuan secara nasional sebenarnya sudah mendekati laki-laki. Perempuan mencakup 47,36% dari total dosen, sedangkan laki-laki memiliki porsi 52,64%.

Secara jumlah, terdapat selisih sekitar 17.335 dosen antara laki-laki dan perempuan. Kesenjangan tersebut relatif lebih kecil dibandingkan dengan perbedaan komposisi pada jabatan profesor.

Statistik Pendidikan Tinggi 2025 memuat data dosen berdasarkan kelompok lembaga, ikatan kerja, pendidikan tertinggi, jabatan fungsional, hingga jenis kelamin. Data tersebut bersumber dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

Kemdiktisaintek menjelaskan bahwa data dosen menggunakan kondisi tahun akademik 2024/2025. Sementara itu, keseluruhan data yang digunakan dalam buku Statistik Pendidikan Tinggi 2025 ditarik pada Desember 2025.(NKR/D-1)

FAQ

Berapa jumlah profesor perempuan di Indonesia pada 2025?

Terdapat 4.361 profesor perempuan di Indonesia pada 2025. Jumlah tersebut setara dengan 32,26% dari total 13.519 profesor.

Berapa jumlah profesor laki-laki di Indonesia?

Profesor laki-laki berjumlah 9.158 orang atau sekitar 67,74% dari seluruh profesor. Jumlah tersebut sekitar 2,1 kali lebih banyak dibandingkan dengan profesor perempuan.

Berapa jumlah dosen perempuan di Indonesia?

Statistik Pendidikan Tinggi 2025 menunjukkan terdapat 155.453 dosen perempuan. Jumlah tersebut setara dengan 47,36% dari keseluruhan dosen berdasarkan jenis kelamin dan jabatan akademik.

Berapa total dosen Indonesia pada 2025?

Terdapat 328.241 dosen yang tercakup berdasarkan jenis kelamin dan jabatan akademik dalam Statistik Pendidikan Tinggi 2025. Sebanyak 172.788 orang merupakan laki-laki dan 155.453 orang perempuan.

Jabatan akademik apa yang memiliki dosen terbanyak?

Lektor menjadi jabatan akademik dengan jumlah dosen terbanyak, yakni 131.240 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 64.284 perempuan dan 66.956 laki-laki.

Apakah jumlah profesor perempuan sudah sama dengan laki-laki?

Belum. Profesor perempuan berjumlah 4.361 orang, sedangkan profesor laki-laki mencapai 9.158 orang sehingga perempuan hanya mencakup sekitar sepertiga dari seluruh profesor di Indonesia.

Apakah data menjelaskan penyebab profesor perempuan lebih sedikit?

Tidak. Statistik Pendidikan Tinggi 2025 hanya menyajikan distribusi dosen menurut jenis kelamin dan jabatan akademik sehingga tidak dapat digunakan untuk menentukan penyebab perbedaan jumlah profesor perempuan dan laki-laki.

Untuk menjelaskan faktor penyebabnya, diperlukan data tambahan mengenai perjalanan karier, masa kerja, kenaikan jabatan, bidang ilmu, produktivitas akademik, dan faktor lain yang relevan.

Baca: 10 Kampus Indonesia dengan Rasio Dosen Asing Tertinggi Versi QS WUR 2027, UMY Kalahkan UI

Ikuti Channel WhatsApp Dataloka.id untuk mendapatkan informasi berbasis data, statistik terbaru, dan insight mengenai berbagai isu di Indonesia.

Bergabung di sini:
https://whatsapp.com/channel/0029VaplAbq1noz8ZsizkH2R

Source: Statistik Pendidikan Tinggi 2025, Kemendikti Saintek
Tags: DosenPendidikanperempuanPerguruan Tinggiuniversitas

Related Posts

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026
10 Jurusan Kedokteran dengan Persaingan SNBT Terendah, Ada yang Sekitar 1 Banding 9
Humaniora

Kampus Terbaik di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali versi QS Asia 2026

8 October 2026
10 Provinsi dengan Peserta Paket C Terbanyak 20252026, Jawa Barat Teratas
Humaniora

10 Provinsi dengan Peserta Paket C Terbanyak 2025/2026, Jawa Barat Teratas

8 October 2026
Next Post
Lulusan UGM Paling Banyak Bekerja di Mana Perusahaan Swasta Teratas

Lulusan UGM Paling Banyak Bekerja di Mana? Perusahaan Swasta Teratas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026
10 Jurusan Kedokteran dengan Persaingan SNBT Terendah, Ada yang Sekitar 1 Banding 9
Humaniora

Kampus Terbaik di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali versi QS Asia 2026

8 October 2026
10 Provinsi dengan Peserta Paket C Terbanyak 20252026, Jawa Barat Teratas
Humaniora

10 Provinsi dengan Peserta Paket C Terbanyak 2025/2026, Jawa Barat Teratas

8 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.