Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Airlangga (Unair) menjadi kampus bidang kedokteran Indonesia dengan reputasi terbaik di mata pemberi kerja berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2026.
Keduanya sama-sama memperoleh skor Employer Reputation sebesar 66,5 poin dalam pemeringkatan bidang Medicine. Universitas Gadjah Mada (UGM) menyusul di posisi ketiga dengan skor 64 poin.
Dengan demikian, tidak ada satu pemenang dalam indikator ini. UI dan Unair berbagi posisi pertama meskipun keduanya menempati kelompok peringkat dunia yang berbeda untuk bidang kedokteran secara keseluruhan.
UI berada pada kelompok peringkat 251–300 dunia, sementara Unair menempati posisi 351–400. Adapun UGM berada di kelompok peringkat 401–450 dunia.
UI dan Unair mencatatkan skor Employer Reputation yang sama, yakni 66,5 poin. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kedua universitas memiliki tingkat pengakuan yang setara dalam survei pemberi kerja yang digunakan QS untuk bidang Medicine.
Namun, kesamaan skor itu tidak membuat posisi keduanya identik dalam peringkat kedokteran secara keseluruhan. UI berada pada kelompok 251–300 dunia, sedangkan Unair menempati kelompok 351–400.
Perbedaan itu muncul karena Employer Reputation hanya menjadi salah satu indikator penilaian. QS juga mempertimbangkan reputasi akademik serta sejumlah ukuran yang berkaitan dengan produktivitas dan dampak penelitian.
UI, misalnya, mencatatkan hasil lebih tinggi dibandingkan Unair dalam indikator sitasi per publikasi, indeks-H, dan jaringan riset internasional. Kombinasi tersebut membuat peringkat keseluruhan UI berada satu kelompok di atas Unair.
Sementara itu, UGM berada tidak jauh dari kedua kampus tersebut dalam penilaian pemberi kerja. Dengan skor 64 poin, selisih UGM dari UI dan Unair hanya 2,5 poin.
Universitas Brawijaya Ungguli Unpad dalam Reputasi Pemberi Kerja
Hasil yang berbeda terlihat ketika daftar disusun berdasarkan skor Employer Reputation. Universitas Brawijaya menempati posisi keempat dengan skor 55,8 poin, mengungguli Universitas Padjadjaran yang memperoleh 55,3 poin.
Padahal, dalam peringkat Medicine secara keseluruhan, Unpad berada pada kelompok 501–550 dunia. Posisi tersebut lebih tinggi daripada UB yang masuk kelompok 701–850.
Universitas Diponegoro menyusul dengan skor reputasi pemberi kerja sebesar 54,5 poin. Undip hanya tertinggal 0,8 poin dari Unpad dan 1,3 poin dari UB.
Adapun Universitas Hasanuddin memperoleh skor 36,8 poin. Meski skor reputasi pemberi kerjanya menjadi yang terendah di antara wakil Indonesia, Unhas memiliki peringkat Medicine keseluruhan yang lebih tinggi daripada UB dan Undip.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa keunggulan suatu universitas dapat berubah sesuai indikator yang digunakan. Kampus dengan reputasi lebih tinggi di mata pemberi kerja belum tentu mempunyai peringkat keseluruhan yang lebih tinggi apabila skor riset dan reputasi akademiknya berbeda.
Apa Arti Employer Reputation?
Employer Reputation merupakan indikator yang mengukur reputasi universitas dan program akademiknya di kalangan pemberi kerja. Data tersebut diperoleh melalui QS Employer Survey yang melibatkan responden dari berbagai negara.
Dalam pemeringkatan berdasarkan bidang studi, penilaian tidak hanya bertumpu pada nama besar universitas secara umum. QS membandingkan reputasi institusi pada bidang atau rumpun ilmu terkait dengan reputasi universitas secara keseluruhan.
Jawaban domestik dan internasional masing-masing berkontribusi terhadap penghitungan. QS juga menggunakan respons survei selama lima tahun, dengan bobot yang lebih kecil untuk respons yang lebih lama.
Untuk kelompok Life Sciences & Medicine, indikator Employer Reputation memiliki bobot 10 persen. Skor kemudian dinormalisasi ke dalam skala 0–100.
Meski demikian, skor tersebut tidak dapat diartikan sebagai persentase lulusan yang langsung memperoleh pekerjaan. Angka itu juga bukan ukuran gaji awal, tingkat kelulusan ujian kompetensi, ataupun kemampuan klinis setiap lulusan.
Dengan kata lain, indikator ini menggambarkan persepsi pemberi kerja terhadap universitas dalam bidang terkait, bukan hasil penelusuran karier seluruh alumni kedokteran.
Bagaimana QS Menilai Universitas Bidang Kedokteran?
QS Medicine 2026 menggunakan lima indikator untuk menentukan peringkat universitas. Kelimanya meliputi:
- Academic Reputation atau reputasi akademik;
- Employer Reputation atau reputasi di mata pemberi kerja;
- Citations per Paper atau rata-rata sitasi per publikasi;
- H-index Citations atau produktivitas dan dampak penelitian; serta
- International Research Network atau jaringan riset internasional.
Edisi 2026 diterbitkan pada 25 Maret 2026 dan mencakup hampir 850 universitas dalam bidang Medicine. Harvard University menempati peringkat pertama dunia, disusul University of Oxford dan Stanford University.
Bagi calon mahasiswa, hasil pemeringkatan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan. Namun, pemilihan kampus kedokteran tetap perlu memperhitungkan akreditasi program studi, rumah sakit pendidikan, fasilitas praktik, biaya kuliah, kurikulum, serta hasil ujian kompetensi. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kampus kedokteran Indonesia mana yang reputasinya paling baik di mata pemberi kerja?
UI dan Unair berbagi posisi pertama dengan skor Employer Reputation masing-masing 66,5 poin.
UGM berada di peringkat berapa?
UGM berada di posisi ketiga Indonesia dengan skor 64 poin.
Mengapa UI lebih tinggi daripada Unair dalam peringkat Medicine secara keseluruhan?
Peringkat keseluruhan juga memperhitungkan reputasi akademik, sitasi, indeks-H, dan jaringan riset internasional.
Apakah skor Employer Reputation menunjukkan persentase lulusan yang bekerja?
Tidak. Indikator tersebut mengukur reputasi universitas dan programnya berdasarkan survei pemberi kerja, bukan tingkat penyerapan kerja lulusan.
Berapa universitas Indonesia yang masuk QS Medicine 2026?
Sebanyak tujuh universitas Indonesia tercantum dalam pemeringkatan tersebut.
Baca: 7 Universitas Terbaik di Indonesia untuk Jurusan Kedokteran Versi QS 2026, UI Teratas













