Perguruan tinggi negeri atau PTN lebih unggul dalam internasionalisasi jika dilihat dari gabungan tiga indikator QS World University Rankings 2027. Sebanyak sembilan PTN mengisi daftar 10 kampus Indonesia dengan rata-rata skor internasionalisasi tertinggi.
Universitas Airlangga berada di posisi pertama dengan indeks olahan sebesar 54,33 poin. Universitas Indonesia menyusul sangat dekat dengan 54,03 poin, sedangkan Universitas Gadjah Mada berada di posisi ketiga dengan 48,80 poin.
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta atau PTS dalam 10 besar. UMY berada di urutan ketujuh dengan rata-rata 36,57 poin.
Meski kalah dalam skor gabungan, UMY justru memperoleh skor rasio dosen asing tertinggi, yakni 89,1 poin. Hasil tersebut menunjukkan bahwa PTN mendominasi secara keseluruhan, tetapi PTS tetap dapat unggul pada dimensi internasionalisasi tertentu.
Penghitungan menggunakan tiga indikator QS, yaitu International Faculty Ratio, International Research Network, dan International Student Ratio. Ketiganya masing-masing mempunyai bobot 5 persen dalam metodologi QS WUR 2027.
QS tidak menerbitkan skor gabungan khusus internasionalisasi. Oleh sebab itu, indeks dalam artikel ini merupakan rata-rata sederhana yang dihitung redaksi dari ketiga indikator tersebut.
PTN Mendominasi Sembilan Posisi
Dominasi PTN terlihat sejak tiga posisi pertama. Unair, UI, dan UGM tidak hanya memiliki skor dosen asing yang tinggi, tetapi juga relatif kuat dalam jaringan penelitian lintas negara.
Unair mengungguli UI dengan selisih rata-rata hanya 0,30 poin. Keunggulan tersebut terutama berasal dari skor dosen asing dan jaringan riset internasional yang sedikit lebih tinggi.
Sementara itu, UI memperoleh skor mahasiswa asing sebesar 10,3 poin, lebih tinggi daripada Unair yang mencatatkan 8,5 poin. Perbedaan tiap komponen itu membuat keduanya mempunyai profil internasionalisasi yang tidak sepenuhnya sama.
Jika hanya melihat sembilan PTN dalam daftar, rata-rata indeks gabungannya mencapai sekitar 41,82 poin. Angka tersebut lebih tinggi daripada UMY sebagai satu-satunya PTS di kelompok 10 besar dengan 36,57 poin.
Namun, perbandingan itu tidak dapat dipakai untuk menggambarkan seluruh sektor PTN dan PTS. Daftar hanya mencakup kampus dengan skor gabungan tertinggi, bukan semua perguruan tinggi di Indonesia.
UMY Mengalahkan PTN dalam Rasio Dosen Asing
Di tengah dominasi PTN, UMY mencatatkan hasil berbeda. Skor International Faculty Ratio kampus tersebut mencapai 89,1 poin, tertinggi dalam daftar.
Angka itu melampaui Unair dan ITB yang sama-sama memperoleh 88,7 poin, serta UI dengan 88,4 poin. Posisi tersebut memperlihatkan kekuatan UMY dalam menghadirkan tenaga akademik berkewarganegaraan asing jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan dosennya.
Kendati demikian, skor jaringan riset internasional UMY baru mencapai 15,9 poin. Skor mahasiswa asingnya juga berada pada angka 4,7 poin.
Dengan demikian, UMY unggul pada komposisi dosen asing, tetapi belum menyamai Unair, UI, dan UGM dalam keluasan jaringan penelitian ataupun gabungan ketiga indikator.
| Aspek Perbandingan | PTN Terbaik | PTS Terbaik |
|---|---|---|
| Jumlah dalam 10 besar | 9 kampus | 1 kampus |
| Indeks gabungan tertinggi | Unair: 54,33 | UMY: 36,57 |
| Skor dosen asing tertinggi | Unair dan ITB: 88,7 | UMY: 89,1 |
| Skor jaringan riset tertinggi | Unair: 65,8 | UMY: 15,9 |
| Skor mahasiswa asing tertinggi | ITS: 18,2 | UMY: 4,7 |
Catatan: Di antara PTN dalam perbandingan ini, ITS mencatat skor tertinggi pada indikator mahasiswa asing.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember memperoleh skor International Student Ratio sebesar 18,2 poin. Nilai tersebut menjadi yang tertinggi di antara 10 kampus dalam analisis.
Universitas Sebelas Maret menempati posisi berikutnya dengan skor 14,2 poin, kemudian UGM sebesar 11 poin dan UI 10,3 poin.
Temuan itu juga memperlihatkan bahwa posisi pertama dalam indeks gabungan tidak selalu berarti unggul pada setiap indikator. Unair memimpin karena memiliki kombinasi skor yang relatif kuat, bukan karena menjadi nomor satu di seluruh komponen.
Apa yang Diukur Setiap Indikator?
International Faculty Ratio membandingkan jumlah dosen berkewarganegaraan asing dengan jumlah keseluruhan dosen. Indikator ini digunakan untuk melihat kemampuan universitas menarik tenaga akademik internasional.
International Student Ratio membandingkan jumlah mahasiswa asing dengan keseluruhan mahasiswa. Semakin besar proporsinya, semakin tinggi pula paparan mahasiswa terhadap lingkungan belajar lintas negara.
Sementara itu, International Research Network menilai kemampuan universitas membangun dan mempertahankan kerja sama penelitian dengan institusi di berbagai negara.
Masing-masing indikator menyumbang 5 persen terhadap QS WUR 2027. Secara keseluruhan, ketiganya membentuk kelompok penilaian keterlibatan global dengan bobot 15 persen. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
PTN atau PTS yang lebih unggul dalam internasionalisasi versi QS 2027?
PTN lebih unggul berdasarkan representasi dan skor gabungan. Sembilan dari 10 kampus teratas dalam analisis berstatus PTN.
Kampus mana yang mempunyai indeks internasionalisasi tertinggi?
Universitas Airlangga berada di posisi pertama dengan rata-rata tiga indikator sebesar 54,33 poin, sedikit di atas UI dengan 54,03 poin.
Apa PTS paling internasional dalam daftar?
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menjadi PTS dengan posisi tertinggi. UMY berada di urutan ketujuh berdasarkan skor gabungan.
Apakah UMY mengungguli seluruh PTN?
UMY unggul pada indikator rasio dosen asing dengan skor 89,1 poin. Namun, untuk gabungan tiga indikator, posisinya masih berada di bawah enam PTN.
Apakah indeks ini merupakan peringkat resmi QS?
Bukan. QS memublikasikan ketiga indikator secara terpisah. Rata-rata dalam artikel dihitung redaksi untuk keperluan perbandingan.
Baca: 10 Kampus Indonesia Paling Internasional Versi QS WUR 2027, Siapa Nomor Satu?













