Sebanyak empat perguruan tinggi Indonesia masuk QS World University Rankings by Subject 2026 untuk bidang Electrical and Electronic Engineering. Institut Teknologi Bandung (ITB) menempati posisi tertinggi di antara kampus Indonesia dengan berada pada kelompok peringkat 251–300 dunia.
Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyusul pada kelompok peringkat yang sama, yakni 301–350 dunia. Sementara itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melengkapi daftar pada kelompok 351–400 dunia.
Pemeringkatan tersebut diterbitkan pada 25 Maret 2026. Secara global, QS memasukkan hampir 550 universitas dalam bidang Teknik Elektro dan Elektronika.
Universitas Jurusan Teknik Elektro Terbaik di Indonesia 2026
Berikut daftar perguruan tinggi Indonesia terbaik dalam bidang Electrical and Electronic Engineering versi QS World University Rankings by Subject 2026.
| Peringkat Indonesia | Perguruan Tinggi | Lokasi | Peringkat Dunia |
|---|---|---|---|
| 1 | Institut Teknologi Bandung (ITB) | Bandung | 251–300 |
| =2 | Universitas Indonesia (UI) | Depok | 301–350 |
| =2 | Universitas Gadjah Mada (UGM) | Yogyakarta | 301–350 |
| 4 | Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) | Surabaya | 351–400 |
Peringkat nasional dalam tabel disusun berdasarkan kelompok peringkat dunia yang diterbitkan QS. UI dan UGM ditempatkan pada posisi setara karena berada dalam kelompok 301–350.
ITB Menjadi yang Terbaik di Indonesia
ITB menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan posisi tertinggi dalam bidang Teknik Elektro dan Elektronika. Posisi tersebut juga menunjukkan perbaikan dibandingkan QS WUR by Subject 2025 ketika ITB masih berada pada kelompok 301–350 dunia.
Dengan demikian, ITB naik satu kelompok peringkat menjadi 251–300 pada edisi 2026. Berdasarkan keterangan resmi ITB, Teknik Elektro dan Elektronika juga menjadi satu dari 13 bidang yang menempatkan kampus tersebut pada peringkat pertama nasional.
Kinerja itu berjalan beriringan dengan peningkatan ITB dalam kelompok besar Engineering and Technology. Pada kategori tersebut, ITB naik dari peringkat ke-282 menjadi ke-216 dunia.
UI dan UGM Berada pada Kelompok yang Sama
Persaingan berikutnya terjadi antara UI dan UGM. Keduanya sama-sama berada dalam kelompok peringkat 301–350 dunia sehingga tidak dapat disimpulkan bahwa salah satunya mempunyai posisi lebih tinggi.
Bidang Teknik Elektro dan Elektronika UI menjadi salah satu dari tiga disiplin teknik kampus tersebut yang masuk kelompok 350 besar dunia. Dua bidang lainnya adalah Teknik Mesin, Aeronautika, dan Manufaktur serta Teknik Kimia.
Menurut Fakultas Teknik UI, ketiga disiplin itu sama-sama berada pada kelompok 301–350. Di tingkat kelompok bidang, Engineering and Technology UI menempati peringkat ke-262 dunia.
Sementara itu, Teknik Elektro dan Elektronika menjadi salah satu dari 28 bidang UGM yang masuk pemeringkatan QS 2026. Jumlah tersebut bertambah dibandingkan edisi sebelumnya yang mencakup 27 bidang.
ITS Melengkapi Daftar Empat Besar
ITS berada pada kelompok 351–400 dunia dalam bidang Teknik Elektro dan Elektronika. Posisi tersebut merupakan yang tertinggi keempat di Indonesia.
Selain Teknik Elektro dan Elektronika, bidang Teknik Mesin, Aeronautika, dan Manufaktur ITS juga berada pada kelompok 351–400 dunia. Adapun Teknik Kimia mempunyai posisi lebih tinggi, yakni kelompok 301–350.
Dalam kategori besar Engineering and Technology, ITS menempati peringkat ke-266 dunia dan posisi ketiga nasional. ITS menyebut lima dari sembilan bidangnya mengalami peningkatan peringkat, sedangkan tiga bidang baru masuk dalam daftar global.
Apa Saja yang Termasuk Bidang Teknik Elektro dan Elektronika?
Kategori Electrical and Electronic Engineering dalam QS tidak hanya mencakup program studi yang menggunakan nama Teknik Elektro. Cakupannya meliputi Teknik Elektro, Teknik Elektronika, Teknik Telekomunikasi, Teknik Tenaga Listrik, Teknik Sistem Kendali, sistem tertanam, dan pengolahan sinyal.
Bidang tersebut berkaitan dengan pembangkitan dan penyaluran listrik, perangkat elektronik, sistem komunikasi, otomatisasi, energi terbarukan, hingga teknologi komputasi.
Karena ruang lingkupnya luas, hasil pemeringkatan mencerminkan kekuatan keseluruhan universitas dalam bidang terkait. Penilaian dapat mencakup sejumlah program studi, departemen, aktivitas penelitian, publikasi, reputasi akademik, dan pengakuan dari perusahaan.
Metodologi QS untuk Teknik Elektro dan Elektronika
QS menggunakan lima indikator untuk menentukan peringkat universitas dalam bidang Teknik Elektro dan Elektronika. Setiap indikator memiliki bobot berbeda.
| Indikator | Bobot |
|---|---|
| Reputasi akademik | 40 persen |
| Reputasi di kalangan pemberi kerja | 30 persen |
| Sitasi per publikasi | 12,5 persen |
| H-index | 12,5 persen |
| Jaringan riset internasional | 5 persen |
Reputasi akademik mengukur penilaian akademisi dunia terhadap kekuatan universitas dalam bidang terkait. Sementara reputasi pemberi kerja menggambarkan pandangan perusahaan terhadap kualitas lulusan dari universitas tersebut.
Sitasi per publikasi digunakan untuk menilai dampak rata-rata penelitian. H-index mempertimbangkan produktivitas sekaligus pengaruh publikasi, sedangkan jaringan riset internasional melihat keberagaman dan keberlanjutan kerja sama penelitian lintas negara.
Menurut metodologi resmi QS, unit yang dinilai merupakan keseluruhan kekuatan institusi dalam sebuah bidang. QS tidak memberikan peringkat langsung kepada satu program studi sarjana secara terpisah.
Oleh karena itu, hasil ini sebaiknya digunakan sebagai titik awal dalam memilih kampus. Calon mahasiswa tetap perlu mempertimbangkan akreditasi program studi, kurikulum, fasilitas laboratorium, biaya kuliah, lokasi, konsentrasi keilmuan, dan hubungan kampus dengan industri. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa universitas dengan jurusan Teknik Elektro terbaik di Indonesia versi QS 2026?
ITB menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan posisi tertinggi dalam bidang Electrical and Electronic Engineering. ITB berada pada kelompok peringkat 251–300 dunia.
Berapa kampus Indonesia yang masuk QS Teknik Elektro 2026?
Sebanyak empat perguruan tinggi Indonesia masuk dalam pemeringkatan, yakni ITB, UI, UGM, dan ITS.
Apakah Teknik Elektro UI lebih baik daripada UGM?
QS menempatkan UI dan UGM pada kelompok peringkat yang sama, yaitu 301–350 dunia. Karena QS tidak mengungkap urutan di dalam kelompok tersebut, keduanya sebaiknya dianggap berada pada posisi setara.
Apakah QS menilai program studi S1 Teknik Elektro?
Tidak secara langsung. QS menilai kekuatan keseluruhan universitas dalam bidang Teknik Elektro dan Elektronika, termasuk reputasi, penelitian, sitasi, jaringan internasional, dan penilaian perusahaan.
Apa prospek kerja lulusan Teknik Elektro?
Lulusan bidang ini dapat bekerja dalam sektor ketenagalistrikan, telekomunikasi, elektronika, otomatisasi, sistem kendali, teknologi semikonduktor, sistem tertanam, energi terbarukan, dan industri digital.
Baca: 4 Universitas Jurusan Teknik Mesin Terbaik di Indonesia Versi QS 2026, ITB Nomor 1













