Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi universitas terbaik di Indonesia untuk bidang Teknik Mesin berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2026. ITB berada dalam kelompok peringkat 251–300 dunia.
Universitas Indonesia (UI) menyusul di posisi kedua nasional dengan menempati kelompok 301–350 dunia. Adapun Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berada di urutan ketiga Indonesia dan kelompok 351–400 dunia.
Universitas Gadjah Mada (UGM) melengkapi daftar kampus Indonesia yang masuk pemeringkatan tersebut. UGM berada di kelompok 401–450 dunia sekaligus menempati posisi keempat nasional.
QS menggunakan kategori Mechanical, Aeronautical & Manufacturing Engineering. Dengan demikian, cakupan penilaiannya lebih luas daripada program studi Teknik Mesin karena turut mencakup bidang teknik penerbangan dan manufaktur.
ITB memimpin bidang Teknik Mesin Indonesia
Posisi ITB sebagai kampus terbaik Indonesia dalam bidang ini dikonfirmasi melalui publikasi resmi ITB. Selain Teknik Mesin, ITB menempati posisi pertama nasional untuk sejumlah bidang rekayasa lainnya.
Penguatan ITB juga terlihat pada kategori luas Engineering & Technology. Peringkatnya naik dari posisi ke-282 dunia pada edisi sebelumnya menjadi ke-216 pada QS 2026.
Sementara itu, UI berada di posisi kedua nasional untuk Teknik Mesin, Penerbangan, dan Manufaktur. Posisi UI dalam kelompok 301–350 dunia juga menjadikannya kampus terbaik ke-12 di Asia Tenggara pada bidang tersebut.
Di bawah UI, ITS menempati kelompok 351–400 dunia. Adapun UGM berada dalam kelompok 401–450, bersama dua bidang lainnya, yakni Teknik Kimia serta Pendidikan dan Pelatihan.
Indikator penilaian Teknik Mesin versi QS
QS menilai bidang Mechanical, Aeronautical & Manufacturing Engineering menggunakan lima indikator. Reputasi akademik menjadi komponen dengan bobot terbesar, yakni 40 persen.
Reputasi di kalangan pemberi kerja menyusul dengan bobot 30 persen. Artinya, dua indikator berbasis reputasi tersebut secara bersama-sama menyumbang 70 persen dari keseluruhan penilaian.
Adapun sitasi per artikel dan indeks-H masing-masing memiliki bobot 12,5 persen. Sementara itu, jaringan penelitian internasional menjadi indikator dengan bobot paling kecil, yakni 5 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa peringkat tidak hanya ditentukan oleh keberadaan program studi Teknik Mesin. QS turut menilai reputasi, pengakuan perusahaan, produktivitas penelitian, dampak sitasi, dan kolaborasi internasional pada tingkat institusi dalam bidang terkait.
Karena itu, hasil QS dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan ketika memilih kampus. Calon mahasiswa tetap perlu memperhatikan akreditasi program studi, kurikulum, fasilitas laboratorium, biaya kuliah, peluang magang, serta kesesuaian bidang peminatan. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa universitas Teknik Mesin terbaik di Indonesia versi QS 2026?
Institut Teknologi Bandung menempati posisi pertama Indonesia dan kelompok 251–300 dunia.
Berapa kampus Indonesia yang masuk pemeringkatan Teknik Mesin QS 2026?
Sebanyak empat kampus, yaitu ITB, UI, ITS, dan UGM.
Apakah QS hanya menilai program studi Teknik Mesin?
Tidak. Kategorinya mencakup Teknik Mesin, Teknik Penerbangan, dan Teknik Manufaktur.
Mengapa peringkat universitas berbentuk rentang?
QS mengelompokkan universitas di luar posisi tertentu ke dalam rentang sehingga nomor individualnya tidak ditampilkan.
Apakah peringkat QS sama dengan akreditasi program studi?
Tidak. QS merupakan pemeringkatan global berbasis reputasi dan riset, sedangkan akreditasi menilai pemenuhan standar mutu program studi.
Baca: 6 Universitas dengan Jurusan Teknik Terbaik di Indonesia Versi QS 2026, ITB Nomor Satu













