Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Mau Masuk Kedokteran, Teknik, Hukum, atau Psikologi? Ini Mapel TKA yang Harus Dipilih

Calon mahasiswa yang membidik Kedokteran, Teknik, Hukum, hingga Psikologi perlu memperhatikan mata pelajaran pilihan TKA. Setiap kelompok program studi memiliki mata pelajaran pendukung yang berbeda untuk SNBP.

by Elsa Oktavia
16 September 2026
in Humaniora
Mau Masuk Kedokteran, Teknik, Hukum, atau Psikologi Ini Mapel TKA yang Harus Dipilih

Simak mata pelajaran pilihan TKA yang sesuai berdasarkan aturan Kemendikdasmen. (Sumber: Kemendikdasmen)

Share on FacebookShare on Twitter

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk siswa SMA, MA, SMK, dan sederajat masih berlangsung hingga 27 September 2026. TKA utama dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Selain Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris yang menjadi mata pelajaran wajib, peserta TKA jenjang SMA dan sederajat harus memilih dua mata pelajaran pilihan. Kemendikdasmen menyediakan 19 mata pelajaran yang dapat dipilih sesuai dengan mata pelajaran yang dipelajari siswa dan rencana studi lanjutnya.

READ ALSO

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

Pemilihan tersebut perlu mendapat perhatian khusus bagi siswa yang berencana mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Kemendikdasmen meminta calon peserta SNBP mencocokkan mata pelajaran pilihan TKA dengan program studi yang ingin dituju berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 102/M/2025.

Aturan tersebut memetakan mata pelajaran pendukung untuk berbagai kelompok program studi. Kedokteran, misalnya, didukung Biologi dan/atau Kimia. Sementara itu, kelompok Teknik atau Rekayasa memiliki pilihan yang lebih luas, yakni Fisika, Kimia, dan/atau Matematika Tingkat Lanjut.

Mapel TKA untuk Kedokteran, Teknik, Hukum, dan Psikologi

Program Studi Mata Pelajaran Pendukung
Kedokteran Biologi dan/atau Kimia
Teknik atau Rekayasa Fisika/Kimia dan/atau Matematika Tingkat Lanjut
Hukum Sosiologi dan/atau Pendidikan Pancasila
Psikologi Sosiologi dan/atau Matematika

Sumber: Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025.

Penggunaan istilah “dan/atau” membuat siswa tidak selalu harus mengambil semua mata pelajaran yang tercantum. Pilihan tetap harus mempertimbangkan mata pelajaran yang pernah dipelajari dan tercatat dalam rapor karena TKA digunakan untuk memvalidasi capaian akademik siswa.

1. Kedokteran: Biologi dan Kimia

Siswa yang ingin masuk kelompok program studi Ilmu atau Sains Kedokteran dapat memilih Biologi dan/atau Kimia sebagai mata pelajaran pendukung. Ketentuan yang sama juga berlaku untuk Kedokteran Gigi, Farmasi, dan Ilmu atau Sains Gizi.

Karena peserta TKA harus memilih dua mata pelajaran pilihan, kombinasi Biologi dan Kimia menjadi pilihan yang paling langsung bagi siswa yang memang mempelajari keduanya di sekolah dan membidik Kedokteran.

Namun, siswa tetap perlu memastikan kedua mata pelajaran tersebut tercantum dalam rapornya. Kemendikdasmen tidak menyarankan siswa mengambil mata pelajaran TKA yang tidak pernah dipelajari meski mata pelajaran tersebut sesuai dengan jurusan kuliah yang dituju.

2. Teknik: Fisika, Kimia, atau Matematika Tingkat Lanjut

Pilihan untuk kelompok program studi Teknik atau Rekayasa lebih beragam. Pada Kurikulum Merdeka, mata pelajaran pendukungnya berupa Fisika/Kimia dan/atau Matematika Tingkat Lanjut.

Artinya, siswa dapat menyesuaikan dua mata pelajaran TKA dengan bidang teknik yang dituju sekaligus mata pelajaran yang dikuasai. Kemendikdasmen bahkan memberikan contoh bahwa apabila rapor siswa memuat Fisika, Kimia, dan Matematika Tingkat Lanjut, peserta dapat memilih dua dari tiga mata pelajaran tersebut sesuai program studi perguruan tinggi yang akan dituju.

Matematika Tingkat Lanjut dalam TKA berbeda dengan Matematika yang menjadi mata pelajaran wajib. Kemendikdasmen menyetarakan Matematika Peminatan atau Matematika Minat pada Kurikulum 2013 dengan Matematika Tingkat Lanjut, sedangkan Matematika Wajib atau Umum disetarakan dengan Matematika.

3. Hukum: Sosiologi dan Pendidikan Pancasila

Bagi siswa yang ingin kuliah di Hukum, mata pelajaran pendukung pada Kurikulum Merdeka adalah Sosiologi dan/atau Pendidikan Pancasila.

Kedua mata pelajaran tersebut masuk dalam daftar 19 mata pelajaran pilihan TKA. Dalam TKA, Pendidikan Pancasila mengukur antara lain pemahaman mengenai Pancasila, UUD 1945, hak asasi manusia, demokrasi, hingga penegakan hukum.

Siswa dari rumpun IPA pun dapat membidik Hukum melalui SNBP. Namun, Kemendikdasmen mengingatkan bahwa mata pelajaran yang dipilih sebaiknya memang pernah ditempuh dan memiliki nilai dalam rapor. Dengan demikian, siswa tidak cukup hanya memilih Sosiologi atau Pendidikan Pancasila ketika mendaftar TKA jika tidak memiliki rekam capaian akademik pada mata pelajaran tersebut.

4. Psikologi: Sosiologi dan Matematika

Untuk program studi Psikologi, mata pelajaran pendukung pada Kurikulum Merdeka adalah Sosiologi dan/atau Matematika.

Ada perbedaan penting dibandingkan tiga program studi sebelumnya. Matematika sudah menjadi salah satu mata pelajaran wajib TKA, bersama Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Adapun Sosiologi tersedia sebagai mata pelajaran pilihan.

Dengan demikian, siswa yang membidik Psikologi dapat mempertimbangkan Sosiologi sebagai salah satu mata pelajaran pilihannya jika mata pelajaran itu terdapat dalam rapor. Mata pelajaran pilihan kedua dapat disesuaikan dengan program studi alternatif yang akan dipilih, mata pelajaran yang dikuasai, dan rekam nilai rapor.

Jangan Pilih Mapel TKA Hanya karena Sesuai Jurusan

Kemendikdasmen memberikan empat langkah dalam menentukan mata pelajaran pilihan TKA bagi calon peserta SNBP. Pertama, siswa perlu mengecek mata pelajaran yang pernah ditempuh dan tercantum dalam rapor. Kedua, mencocokkannya dengan program studi berdasarkan Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025.

Ketiga, siswa perlu mempertimbangkan mata pelajaran yang paling dikuasai agar hasil TKA dapat optimal. Terakhir, apabila belum yakin dengan program studi tujuan, siswa dapat memilih mata pelajaran yang memiliki performa rapor kuat sekaligus menjadi pendukung bagi lebih banyak pilihan program studi.

Pemilihan mata pelajaran TKA juga tidak lagi bergantung pada label IPA, IPS, atau Bahasa. Peserta diperbolehkan memilih mata pelajaran lintas rumpun sepanjang mata pelajaran tersebut terdapat dalam rapor dan relevan dengan program studi yang dituju.

Karena itu, kombinasi mata pelajaran pilihan TKA setiap siswa dapat berbeda meski ingin mendaftar ke program studi yang sama. Pilihan akhirnya perlu mempertimbangkan program studi tujuan, mata pelajaran dalam rapor, dan kemampuan akademik masing-masing siswa. (ELS/D-1)

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa mapel TKA untuk Kedokteran?

Mata pelajaran pendukung Kedokteran pada Kurikulum Merdeka adalah Biologi dan/atau Kimia.

Apa mapel TKA untuk Teknik?

Kelompok Teknik atau Rekayasa didukung Fisika, Kimia, dan/atau Matematika Tingkat Lanjut. Peserta dapat memilih dua yang sesuai dengan rapor dan program studi tujuan.

Apa mapel TKA untuk Hukum?

Mata pelajaran pendukung Hukum adalah Sosiologi dan/atau Pendidikan Pancasila.

Apa mapel TKA untuk Psikologi?

Mata pelajaran pendukung Psikologi adalah Sosiologi dan/atau Matematika. Matematika sendiri sudah termasuk mata pelajaran wajib TKA.

Apakah boleh memilih mapel TKA yang tidak ada di rapor?

Tidak disarankan untuk calon peserta SNBP. TKA berfungsi sebagai validator nilai rapor sehingga mata pelajaran pilihan sebaiknya merupakan mata pelajaran yang pernah ditempuh dan memiliki nilai dalam rapor.

Baca: 7 Universitas Terbaik di Indonesia untuk Jurusan Kedokteran Versi QS 2026, UI Teratas

Source: Kemendikdasmen
Tags: sekolahSiswaSMASMKSNBPSNBTTKA

Related Posts

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026
Next Post
12 Universitas Jurusan Arsitektur Terbaik di Asia Tenggara Versi QS 2026, Ada ITB, ITS, dan UI

12 Universitas Jurusan Arsitektur Terbaik di Asia Tenggara Versi QS 2026, Ada ITB, ITS, dan UI

Comments 1

  1. Pingback: Nilai TKA SMA/SMK 2026 Kini 200–800, Skor 725 Dapat Predikat Istimewa – Dataloka.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.