Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan BINUS University dikenal memiliki reputasi kuat di kalangan perusahaan. Namun, bukan salah satu dari empat kampus tersebut yang mencatat kenaikan skor paling tajam dalam QS World University Rankings atau QS WUR 2027.
Jika dihitung berdasarkan persentase perubahan dari edisi sebelumnya, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi kampus Indonesia dengan kenaikan skor Employer Reputation tertinggi. Skornya bertambah dari 4,2 pada QS WUR 2026 menjadi 7 pada edisi 2027.
Kenaikan sebesar 2,8 poin itu setara dengan pertumbuhan 66,7%. Persentasenya menjadi yang tertinggi setelah membandingkan skor 20 perguruan tinggi Indonesia yang tercantum pada QS WUR 2027 dengan posisi mereka setahun sebelumnya.
Namun, hasilnya berbeda apabila perubahan dihitung berdasarkan jumlah poin. Universitas Sebelas Maret (UNS) mencatat penambahan terbesar secara absolut, yakni 4,4 poin.
Dari 20 kampus Indonesia yang bertahan dalam QS WUR 2027, delapan mengalami kenaikan skor Employer Reputation. Sebanyak 12 kampus lainnya mencatat penurunan.
Persentase pertumbuhan dihitung dengan membagi perubahan skor dengan skor pada QS WUR 2026. Dengan perhitungan ini, kampus yang memulai dari skor relatif rendah dapat mencatat pertumbuhan persentase besar meskipun tambahan poinnya tidak paling tinggi.
Karena itu, kenaikan 66,7% yang diperoleh UMY tidak berarti skor reputasinya sudah melampaui UI, UGM, ITB, atau BINUS. Capaian tersebut menunjukkan kecepatan pertumbuhan, bukan posisi akhir.
UMY Tumbuh Paling Cepat, UNS Bertambah Paling Banyak
UMY mencatat kenaikan persentase tertinggi karena skor awalnya berada pada angka 4,2. Tambahan 2,8 poin kemudian membawa skor kampus tersebut menjadi 7 pada edisi 2027.
Dalam keterangan resminya, UMY membulatkan pertumbuhan itu menjadi 67%. Kampus tersebut juga menyebut rata-rata masa tunggu lulusan untuk memperoleh pekerjaan berada di kisaran 3,9 bulan.
UMY menilai peningkatan tersebut berkaitan dengan penguatan program magang, kemitraan industri, kewirausahaan, serta pelacakan dampak alumni. Pada indikator berbeda, yakni Employment Outcomes, skor UMY juga disebut naik 37%.
Sementara itu, UNS memperoleh kenaikan poin terbesar. Tambahan 4,4 poin membuat skor reputasi perusahaan kampus tersebut tumbuh 20,6%. Perbedaan ini memperlihatkan istilah “naik paling tajam” perlu dibaca menggunakan dua ukuran.
UMY menjadi yang tertinggi berdasarkan persentase, sedangkan UNS memimpin berdasarkan jumlah poin yang ditambahkan.
Bagaimana dengan UI, UGM, ITB, dan BINUS?
Keempat kampus yang disebutkan dalam judul justru mengalami penurunan skor Employer Reputation pada QS WUR 2027.
| Perguruan Tinggi | Skor 2026 | Skor 2027 | Perubahan Poin | Perubahan Persentase |
|---|---|---|---|---|
| Universitas Indonesia | 89,3 | 87,4 | -1,9 | -2,1% |
| Universitas Gadjah Mada | 84,7 | 81,8 | -2,9 | -3,4% |
| Institut Teknologi Bandung | 85,3 | 76,2 | -9,1 | -10,7% |
| BINUS University | 33,3 | 32,1 | -1,2 | -3,6% |
Walaupun turun, UI tetap menjadi kampus Indonesia dengan skor Employer Reputation tertinggi pada QS WUR 2027. Artinya, UI masih mempunyai tingkat reputasi perusahaan paling kuat secara keseluruhan, tetapi bukan kampus dengan pertumbuhan skor tercepat.
Hasil tersebut menunjukkan perbedaan antara kampus dengan skor tertinggi dan kampus dengan kenaikan tertinggi. Posisi awal yang sudah tinggi juga membuat persentase perubahan kampus papan atas cenderung tidak sebesar kampus dengan skor awal rendah.
Apa yang Diukur Indikator Employer Reputation?
Employer Reputation mengukur reputasi perguruan tinggi dan lulusannya di mata pemberi kerja. QS menghimpun penilaian melalui survei terhadap perusahaan dan organisasi perekrut dari berbagai negara.
Responden diminta menyebutkan institusi yang dinilai menghasilkan lulusan berkualitas. Mereka juga dapat memberikan penilaian berdasarkan bidang ilmu yang berkaitan dengan kebutuhan perekrutan.
Indikator ini memiliki bobot 15% dalam QS WUR 2027. Bobot tersebut menjadi yang terbesar ketiga setelah reputasi akademik sebesar 30% dan sitasi per dosen sebesar 20%.
Employer Reputation berbeda dari Employment Outcomes. Reputasi perusahaan berangkat dari persepsi pemberi kerja, sedangkan Employment Outcomes menilai keterlacakan hasil kerja dan dampak alumni.
Dengan demikian, skor Employer Reputation bukan persentase lulusan yang sudah bekerja. Angka tersebut juga tidak menunjukkan besaran gaji, masa tunggu kerja, atau jumlah perusahaan yang merekrut lulusan secara langsung.
Cara Membaca Kenaikan Skor secara Proporsional
Perubahan skor dari satu edisi ke edisi berikutnya tidak sebaiknya digunakan sebagai satu-satunya ukuran kualitas perguruan tinggi. QS melakukan pemeringkatan secara relatif sehingga posisi dan skor sebuah kampus turut dipengaruhi kinerja institusi lain.
Selain itu, hasil survei dapat berubah seiring komposisi responden, jumlah nominasi, jangkauan pengenalan kampus, dan proses normalisasi data.
Calon mahasiswa dapat menggunakan indikator ini untuk melihat tingkat pengenalan lulusan di kalangan perusahaan. Namun, keputusan memilih kampus tetap perlu mempertimbangkan akreditasi program studi, kurikulum, biaya, fasilitas, pengalaman magang, dan rekam jejak alumni pada bidang yang diminati. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kampus Indonesia mana yang reputasinya naik paling tajam di QS WUR 2027?
UMY mencatat kenaikan tertinggi secara persentase, yakni 66,7%. Jika dihitung berdasarkan tambahan poin, UNS menjadi yang tertinggi dengan kenaikan 4,4 poin.
Apakah UI, UGM, ITB, atau BINUS mengalami kenaikan?
Tidak. Skor Employer Reputation keempat kampus tersebut turun dibandingkan QS WUR 2026.
Kampus mana yang memiliki skor Employer Reputation tertinggi di Indonesia?
UI tetap berada di posisi pertama dengan skor 87,4 pada QS WUR 2027.
Apakah Employer Reputation menunjukkan jumlah lulusan yang bekerja?
Tidak. Indikator tersebut mengukur reputasi institusi di mata pemberi kerja melalui survei global QS, bukan tingkat penyerapan kerja secara langsung.
Berapa bobot Employer Reputation dalam QS WUR 2027?
Bobotnya sebesar 15% dari keseluruhan penilaian QS World University Rankings.
Baca: 10 Kampus Indonesia dengan Reputasi Terbaik di Mata Perusahaan Versi QS 2027, UI Teratas













