Sekitar 83,1 persen siswa Indonesia yang mengikuti PISA 2025 belum mencapai tingkat kompetensi dasar atau Level 2 dalam matematika. Dengan kata lain, hanya sekitar satu dari enam siswa yang mencapai atau melampaui batas tersebut.
Persentase siswa di bawah Level 2 dalam kemampuan membaca mencapai 72,9 persen. Sementara pada sains, angkanya lebih rendah, tetapi masih mencakup 63,2 persen peserta Indonesia.
Dalam laporan PISA, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menyebut siswa di bawah Level 2 sebagai low performers. Level 2 digunakan sebagai batas dasar kemampuan yang dibutuhkan siswa untuk menggunakan pengetahuan dalam situasi sederhana dan berpartisipasi secara bermakna dalam masyarakat.
Istilah “kompetensi minimum” dalam artikel ini mengacu pada batas dasar Level 2 versi PISA. Pengertiannya tidak sama dengan kategori kompetensi minimum dalam Asesmen Nasional atau Asesmen Kompetensi Minimum yang diterapkan di Indonesia.
Kemampuan Siswa Indonesia dalam Matematika, Membaca, dan Sains
| Bidang | Di bawah Level 2 | Level 2 atau lebih | Skor rata-rata PISA 2025 | Skor PISA 2022 |
|---|---|---|---|---|
| Matematika | 83,1% | 16,9% | 364 | 366 |
| Membaca | 72,9% | 27,1% | 365 | 359 |
| Sains | 63,2% | 36,8% | 389 | 383 |
Matematika menjadi tantangan paling besar. Pada tingkat di bawah Level 2, siswa umumnya belum konsisten menafsirkan situasi sederhana secara matematis, memilih prosedur dasar yang tepat, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia.
Dalam membaca, tingginya proporsi siswa di bawah Level 2 menunjukkan bahwa banyak peserta masih mengalami kesulitan ketika harus menemukan informasi, memahami gagasan utama, atau menghubungkan isi bacaan dengan tujuan tertentu.
Sementara pada sains, siswa di Level 2 setidaknya diharapkan dapat menggunakan pengetahuan ilmiah untuk memberikan penjelasan sederhana, membaca hubungan data dasar, dan memilih bukti yang mendukung suatu kesimpulan.
Skor membaca dan sains naik, matematika turun tipis
Skor rata-rata sains Indonesia mencapai sekitar 389 poin, lebih tinggi daripada 383 poin pada PISA 2022. Membaca juga bergerak dari 359 menjadi 365 poin.
Sebaliknya, skor matematika turun tipis dari 366 menjadi sekitar 364 poin. Kendati demikian, selisih angka antaredisi perlu dibaca dengan hati-hati karena hasil PISA merupakan estimasi berbasis sampel dan memiliki rentang ketidakpastian statistik.
Perubahan beberapa poin tidak dengan sendirinya membuktikan adanya peningkatan atau penurunan sistem pendidikan secara menyeluruh. Komposisi siswa, tingkat cakupan sampel, kondisi pelaksanaan tes, dan ketidakpastian pengukuran turut memengaruhi hasilnya.
PISA 2025 melibatkan lebih dari 760.000 siswa
PISA 2025 Results Volume I diterbitkan OECD pada 8 September 2026. Penilaian tersebut diikuti lebih dari 760.000 siswa di 91 negara dan wilayah ekonomi.
Para peserta mewakili sekitar 33 juta penduduk berusia 15 tahun di seluruh dunia. Sains menjadi domain utama pada edisi ini, disertai penilaian matematika, membaca, dan kemampuan memecahkan masalah dalam lingkungan digital.
Rata-rata di negara OECD, sekitar 26 persen siswa berada di bawah Level 2 pada sains. Persentase Indonesia yang mencapai 63,2 persen menunjukkan jarak besar dalam pemerataan kemampuan dasar tersebut.
Namun, PISA tidak menilai seluruh kualitas pendidikan ataupun kemampuan individual setiap siswa. Data ini lebih tepat digunakan untuk membaca pola pada tingkat sistem dan mengidentifikasi kelompok kemampuan yang perlu diperkuat. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa persen siswa Indonesia belum mencapai Level 2 matematika dalam PISA 2025?
Sekitar 83,1 persen peserta Indonesia berada di bawah Level 2 matematika. Hanya sekitar 16,9 persen yang mencapai Level 2 atau lebih tinggi.
Bagaimana hasil membaca dan sains Indonesia?
Sekitar 72,9 persen siswa berada di bawah Level 2 dalam membaca, sedangkan pada sains persentasenya mencapai 63,2 persen.
Apa yang dimaksud Level 2 dalam PISA?
Level 2 merupakan batas dasar kemampuan yang digunakan OECD untuk melihat apakah siswa dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam situasi yang relatif sederhana.
Apakah kompetensi minimum PISA sama dengan AKM Indonesia?
Tidak. Keduanya mempunyai kerangka, instrumen, peserta, dan metode pelaporan yang berbeda.
Berapa skor PISA 2025 Indonesia?
Skor rata-rata Indonesia mencapai sekitar 389 untuk sains, 365 untuk membaca, dan 364 untuk matematika.
Baca: 10 SMA Berprestasi di Indonesia Berdasarkan Data SIMT, Jawa Tengah Mendominasi













