National University of Singapore (NUS) menjadi universitas terbaik di Asia Tenggara untuk bidang Teknik Kimia berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2026. NUS berada di peringkat ketiga dunia dengan skor 92,7 poin.
Nanyang Technological University, Singapore (NTU Singapore) mengikuti di posisi kedua kawasan. NTU menempati peringkat keenam dunia dan memperoleh skor 90 poin.
Kedua universitas itu menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang masuk 10 besar dunia. Setelah NTU, perguruan tinggi kawasan berikutnya baru muncul pada peringkat ke-83 dunia melalui Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Malaysia menjadi negara dengan jumlah wakil terbanyak dalam 10 besar Asia Tenggara. Enam universitas asal negara tersebut masuk daftar, sedangkan Singapura memiliki dua wakil. Thailand dan Indonesia masing-masing menempatkan satu perguruan tinggi.
NUS dan NTU berada di jajaran elite dunia
NUS bukan hanya memimpin Asia Tenggara, melainkan juga berada di tiga besar dunia. Universitas tersebut hanya berada di bawah Massachusetts Institute of Technology dan Stanford University dalam pemeringkatan Teknik Kimia 2026.
NTU menyusul tiga tingkat di bawah NUS. Kehadiran kedua kampus tersebut membuat Singapura memiliki dua perguruan tinggi di antara enam universitas Teknik Kimia terbaik dunia.
Posisi itu menunjukkan kuatnya pengakuan global terhadap bidang Teknik Kimia di Singapura. QS menilai universitas melalui reputasi di lingkungan akademik dan perusahaan, dampak publikasi ilmiah, produktivitas penelitian, serta jaringan riset internasional.
Meski demikian, peringkat bidang tidak serta-merta membuat pengalaman belajar di kedua kampus sama. Struktur program, persyaratan penerimaan, biaya, lingkungan kampus, dan fokus penelitian perlu dibandingkan secara terpisah.
Malaysia mendominasi jumlah universitas
Jika Singapura menguasai dua posisi teratas, Malaysia unggul dari sisi jumlah perguruan tinggi. Enam dari 10 universitas dalam daftar berasal dari negara tersebut.
UTM memimpin kelompok universitas Malaysia dengan peringkat ke-83 dunia. Dua kampus lain, yakni UM dan UTP, berada empat tingkat di bawahnya pada posisi ke-87.
Komposisi tersebut juga memperlihatkan kehadiran universitas negeri dan swasta. UTP, yang berafiliasi dengan perusahaan energi PETRONAS, menjadi perguruan tinggi swasta dengan posisi tertinggi di Asia Tenggara untuk bidang Teknik Kimia.
Tiga universitas Malaysia lainnya berada dalam kelompok 151–200 dunia. QS tidak memperlihatkan urutan yang lebih rinci di antara UKM, UPM, dan USM sehingga ketiganya mempunyai kedudukan setara dalam daftar kawasan.
Chulalongkorn menjadi wakil terbaik Thailand
Chulalongkorn University berada di posisi keenam Asia Tenggara. Departemen Teknik Kimia universitas tersebut menyebut posisinya berada di peringkat ke-141 dunia pada edisi 2026.
Capaian itu menjadikan Chulalongkorn sebagai universitas Thailand dengan peringkat tertinggi untuk Teknik Kimia. Posisinya berada di antara kelompok UM–UTP dan tiga universitas Malaysia yang masuk rentang 151–200.
Thailand masih memiliki perguruan tinggi lain dalam tabel QS Teknik Kimia, tetapi posisinya berada di bawah kelompok 10 besar Asia Tenggara yang disusun berdasarkan peringkat dunia.
ITB menjadi satu-satunya wakil Indonesia
Institut Teknologi Bandung menempati posisi ke-10 Asia Tenggara dan berada dalam kelompok 201–250 dunia. ITB sekaligus menjadi universitas Indonesia dengan peringkat tertinggi untuk bidang Teknik Kimia.
Empat perguruan tinggi Indonesia lainnya juga tercantum dalam pemeringkatan, tetapi belum masuk 10 besar kawasan. ITS dan UI berada dalam kelompok 301–350, UGM menempati rentang 351–400, sedangkan Universitas Diponegoro berada di kelompok 401–450 dunia.
Dengan demikian, posisi ITB masih terpaut satu kelompok peringkat dari universitas Malaysia yang berbagi urutan ketujuh kawasan. Jarak tersebut merujuk pada rentang posisi, bukan selisih skor, sebab QS tidak membuka skor keseluruhan untuk semua universitas dalam kelompok peringkat.
Cara QS menilai universitas untuk Teknik Kimia
QS World University Rankings by Subject 2026 mencakup 55 disiplin ilmu dalam lima kelompok bidang besar. Pada bidang Teknik Kimia, hampir 450 perguruan tinggi masuk dalam tabel pemeringkatan.
Penilaiannya menggunakan lima indikator. Reputasi akademik memperoleh bobot 40 persen, sedangkan reputasi di kalangan pemberi kerja memiliki bobot 30 persen.
QS juga menggunakan sitasi per publikasi dan indeks-H untuk mengukur pengaruh serta produktivitas penelitian. Masing-masing indikator tersebut berbobot 12,5 persen.
Jaringan riset internasional melengkapi penilaian dengan bobot 5 persen. Indikator ini melihat kemampuan institusi membangun kerja sama penelitian yang berkelanjutan dengan mitra di berbagai negara.
Perbedaan bobot membuat hasil pemeringkatan bidang tidak selalu sama dengan peringkat universitas secara keseluruhan. Sebuah kampus dapat memiliki posisi sangat kuat dalam Teknik Kimia meskipun peringkat institusionalnya berada di urutan yang berbeda.
Memilih kampus Teknik Kimia di Asia Tenggara
Peringkat QS dapat membantu calon mahasiswa menyaring universitas dengan reputasi dan pengaruh penelitian yang kuat. Akan tetapi, keputusan kuliah membutuhkan pertimbangan yang lebih dekat dengan kebutuhan setiap mahasiswa.
Selain peringkat, calon mahasiswa dapat membandingkan konsentrasi yang tersedia. Sejumlah kampus mempunyai kekuatan pada energi dan petrokimia, sementara kampus lain lebih menonjol dalam bioproses, material, teknologi pangan, atau rekayasa lingkungan.
Biaya kuliah dan hidup juga berbeda lebar di Asia Tenggara. Singapura menawarkan kampus dengan posisi global tertinggi, sedangkan Malaysia, Thailand, dan Indonesia dapat menghadirkan pilihan biaya serta lingkungan belajar yang berbeda.
Akreditasi program, fasilitas laboratorium, peluang magang, bahasa pengantar, beasiswa, dan ketentuan penerimaan mahasiswa internasional tetap perlu diperiksa melalui sumber resmi setiap universitas. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa universitas Teknik Kimia terbaik di Asia Tenggara?
National University of Singapore menjadi universitas terbaik di Asia Tenggara untuk Teknik Kimia versi QS 2026. NUS berada di peringkat ketiga dunia.
Universitas apa saja yang masuk tiga besar Asia Tenggara?
Tiga besarnya adalah NUS, NTU Singapore, dan Universiti Teknologi Malaysia.
Negara mana yang memiliki universitas terbanyak dalam daftar?
Malaysia memiliki enam wakil. Singapura menempatkan dua universitas, sedangkan Thailand dan Indonesia masing-masing mempunyai satu wakil.
Apa universitas Indonesia yang masuk 10 besar Asia Tenggara?
Institut Teknologi Bandung menjadi satu-satunya wakil Indonesia. ITB berada di posisi ke-10 kawasan dan kelompok 201–250 dunia.
Mengapa beberapa universitas mempunyai peringkat yang sama?
QS menempatkan sejumlah universitas dalam nomor atau kelompok peringkat yang sama. Jika posisi mereka tidak dapat dibedakan berdasarkan data publik, peringkat kawasan juga ditulis setara.
Apakah peringkat ini hanya menilai program sarjana Teknik Kimia?
Tidak. QS menilai performa universitas dalam bidang Teknik Kimia, terutama melalui reputasi akademik, pandangan perusahaan, penelitian, dan kolaborasi internasional. Hasilnya bukan penilaian khusus terhadap satu program sarjana.
Baca: 5 Universitas Jurusan Teknik Kimia Terbaik di Indonesia Versi QS 2026, ITB Memimpin













