Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, sebanyak 3,04 juta penduduk tercatat masuk kelompok Pre-Boomer. Mereka merupakan penduduk yang lahir pada 1945 dan tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, jumlah penduduk Pre-Boomer Indonesia diperkirakan mencapai 3.040.372 jiwa. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 1,07% dari total penduduk Indonesia hasil SUPAS 2025 yang mencapai 284.667.253 jiwa.
Penduduk perempuan mendominasi kelompok tersebut. BPS mencatat jumlah perempuan Pre-Boomer sebanyak 1.773.565 jiwa atau sekitar 58,33% dari keseluruhan kelompok. Sementara itu, penduduk laki-laki berjumlah 1.266.806 jiwa atau 41,67%.
Secara kewilayahan, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah penduduk Pre-Boomer terbesar di Indonesia, yakni mencapai 651.349 jiwa. Jumlah itu terdiri atas 258.701 laki-laki dan 392.648 perempuan.
Jawa Tengah menempati posisi kedua dengan 563.698 penduduk Pre-Boomer. Rinciannya, sebanyak 237.533 jiwa merupakan laki-laki dan 326.165 jiwa perempuan.
Jawa Barat berada di urutan ketiga dengan total 468.860 jiwa, terdiri atas 207.948 laki-laki dan 260.912 perempuan. Jika digabungkan, ketiga provinsi di Pulau Jawa tersebut memiliki 1.683.907 penduduk Pre-Boomer atau sekitar 55,38% dari total nasional.
Di luar tiga provinsi tersebut, Sulawesi Selatan memiliki jumlah penduduk Pre-Boomer terbesar, yakni 129.590 jiwa. Posisi berikutnya ditempati Sumatera Utara sebanyak 127.132 jiwa dan Lampung sebanyak 103.106 jiwa.
Sebaliknya, jumlah penduduk Pre-Boomer paling sedikit tercatat di Papua Pegunungan, yakni 947 jiwa. Namun, angka tersebut perlu dibaca secara hati-hati karena memiliki tingkat kesalahan relatif atau relative standard error (RSE) antara 25% hingga 50%. Estimasi jumlah perempuan Pre-Boomer di provinsi itu juga tidak disajikan karena RSE melebihi 50%.
Setelah Papua Pegunungan, jumlah paling sedikit tercatat di Papua Barat sebanyak 1.716 jiwa, Papua Selatan 1.878 jiwa, Papua Barat Daya 2.932 jiwa, dan Kalimantan Utara 4.169 jiwa.
Dominasi perempuan terjadi di sebagian besar provinsi. Selisih terbesar terdapat di Jawa Timur, dengan jumlah perempuan Pre-Boomer lebih banyak 133.947 jiwa dibandingkan laki-laki. Kondisi serupa terlihat di Jawa Tengah dengan selisih 88.632 jiwa dan Jawa Barat sebanyak 52.964 jiwa.
Meski demikian, terdapat beberapa provinsi dengan jumlah laki-laki Pre-Boomer lebih banyak daripada perempuan. Provinsi tersebut meliputi Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Papua Barat, Papua, Papua Selatan, dan Papua Tengah.
Data SUPAS 2025 ini memberikan gambaran mengenai penduduk dari generasi paling tua yang masih hidup menjelang HUT ke-81 RI. Namun, karena berasal dari estimasi survei dan hanya menggunakan batas tahun kelahiran, angka Pre-Boomer tidak dapat digunakan sebagai angka pasti penduduk yang telah hidup ketika Proklamasi dibacakan. (RK/D-1)
Baca: Daftar Nama Pahlawan Nasional yang Banyak Digunakan Penduduk Indonesia pada 2026













