Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis hasil pemeriksaan ulang peserta Cek Kesehatan Gratis atau CKG 2026 pada 4 Agustus 2026. Hasilnya menunjukkan sekitar 1 juta orang terdeteksi hipertensi dari 9,2 juta peserta yang pada pemeriksaan tahun 2025 belum terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 10,87%. Artinya, hampir satu dari sembilan peserta yang sebelumnya belum terdeteksi hipertensi mengalami perubahan kondisi ketika kembali menjalani pemeriksaan pada 2026.
Temuan itu menunjukkan kondisi kesehatan dapat berubah dalam satu tahun, termasuk pada orang yang tidak merasakan keluhan. Hipertensi dan diabetes merupakan penyakit tidak menular yang dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala awal yang jelas.
“Melalui Cek Kesehatan Gratis, kita berharap penyakit dapat ditemukan lebih cepat sehingga segera ditangani. Jangan menunggu sampai muncul keluhan atau komplikasi,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dikutip dari Kementerian Kesehatan.
Secara keseluruhan, jumlah peserta CKG mencapai 73,8 juta orang hingga 31 Juli 2026. Capaian tersebut setara dengan 56,77% dari target 130 juta peserta sampai akhir 2026.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, perubahan kondisi juga terlihat pada peserta prehipertensi. Sebanyak 247.000 dari 1,3 juta peserta yang berstatus prehipertensi pada pemeriksaan sebelumnya berkembang menjadi hipertensi pada 2026.
Proporsinya mencapai 19%. Dengan demikian, hampir satu dari lima peserta prehipertensi mengalami peningkatan tekanan darah hingga masuk kategori hipertensi.
Pada penyakit diabetes, sebanyak 188.000 kasus baru ditemukan dari pemeriksaan ulang terhadap 8,3 juta peserta. Jumlah itu setara dengan sekitar 2,27% dari seluruh peserta yang diperiksa ulang dalam kelompok tersebut.
Selain itu, sebanyak 16.000 peserta yang sebelumnya berstatus prediabetes berkembang menjadi diabetes pada pemeriksaan 2026. Namun, Kementerian Kesehatan tidak memublikasikan jumlah keseluruhan peserta prediabetes yang diperiksa ulang. Oleh karena itu,%tase perubahannya tidak dapat dihitung.
Di sisi lain, pemeriksaan ulang CKG 2026 memperlihatkan keberhasilan sebagian peserta mengendalikan penyakit. Dari 2,4 juta penderita hipertensi yang kembali menjalani pemeriksaan, sebanyak 1,1 juta orang berhasil mengembalikan tekanan darah ke rentang normal.
Proporsinya mencapai 45,83%. Sementara itu, sebanyak 235.000 dari 340.000 penderita diabetes yang dipantau ulang berhasil mengendalikan kondisinya. Angka tersebut setara dengan 69,12%. (RK/D-1)
Baca: Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat Indonesia Capai 64.921 pada 2025, Terbanyak di Sulawesi Selatan













