Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Uncategorized

CKG Semester I 2026, Anemia Dialami 27% Anak Sekolah dan Remaja

Menkes Budi Gunadi Sadikin meminta edukasi anemia diperkuat pada 13 Agustus 2026. Hasil CKG Semester I 2026 menunjukkan anemia dialami 27% peserta anak sekolah dan remaja.

by Raka Maheswara
13 August 2026
in Uncategorized
CKG Semester I 2026, Anemia Dialami 27% Anak Sekolah dan Remaja

Hasil CKG Semester I 2026 menunjukkan anemia dialami 27% peserta anak sekolah dan remaja. (Sumber: Magnific/LipikStockMedia)

Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta edukasi mengenai anemia dan konsumsi tablet tambah darah diperkuat. Edukasi diperlukan agar remaja memahami manfaat tablet tersebut dan tidak sekadar menerimanya tanpa dikonsumsi.

Permintaan itu disampaikan Budi dalam Seminar Tindak Lanjut Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak di Jakarta, Kamis (13/8/2026). Menurutnya, anak perlu dilibatkan sebagai subjek dalam edukasi kesehatan, termasuk untuk memahami risiko anemia sejak usia remaja.

READ ALSO

No Content Available

“Anak-anak jadi objek. Tadi bilang gitu, kan? Anak-anak jadi objek aja. Harusnya mereka jadi subjek,” kata Budi.

Pelibatan tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan dokter kecil di Unit Kesehatan Sekolah ataupun posyandu remaja. Melalui kegiatan itu, siswa dapat menyampaikan informasi kesehatan kepada teman sebaya dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.

Dorongan memperkuat edukasi anemia sejalan dengan hasil sementara CKG selama Semester I 2026. Pemeriksaan tersebut menunjukkan anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di kalangan anak sekolah dan remaja.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, anemia dialami oleh 27 persen peserta anak sekolah dan remaja yang menjalani CKG selama Semester I 2026. Proporsi tersebut setara dengan sekitar satu dari empat peserta yang diperiksa.

Anemia menjadi masalah kesehatan terbanyak kedua setelah karies gigi. Gangguan kesehatan gigi tersebut ditemukan pada lebih dari 40 persen peserta atau sedikitnya empat dari setiap 10 anak sekolah dan remaja yang diperiksa.

Selain karies gigi dan anemia, peningkatan tekanan darah ditemukan pada 21 persen peserta. Angkanya terpaut 6 poin persentase dari anemia. Dengan demikian, sekitar satu dari lima anak sekolah dan remaja yang diperiksa telah menunjukkan peningkatan tekanan darah.

Sementara itu, penumpukan kotoran telinga dialami oleh 7 persen peserta. Persentase yang sama terlihat pada kelompok peserta dengan gizi lebih dan obesitas.

Hasil CKG tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kesehatan anak sekolah dan remaja tidak terbatas pada gangguan gigi dan anemia. Pemeriksaan juga menemukan faktor risiko penyakit tidak menular, seperti peningkatan tekanan darah serta kelebihan berat badan sejak usia sekolah.

Kendati demikian, hasil tersebut tidak dapat langsung dibaca sebagai prevalensi seluruh anak sekolah dan remaja di Indonesia. Data itu hanya menggambarkan kondisi peserta yang telah mengikuti CKG selama periode pemeriksaan.

Secara keseluruhan, CKG telah menjangkau 59,6 juta orang dari berbagai kelompok usia hingga 5 Juli 2026. Pemerintah menargetkan jumlah peserta mencapai 130 juta orang pada akhir 2026.

Hasil pemeriksaan selanjutnya menjadi dasar penentuan intervensi sesuai masalah kesehatan peserta. Pada kasus anemia, tindak lanjutnya mencakup pemberian tablet tambah darah dan penguatan edukasi agar tablet tersebut benar-benar dikonsumsi oleh remaja. (RK/D-1)

Baca: Hasil Pemeriksaan Ulang CKG 2026: Sekitar 10,87% Peserta Terdeteksi Hipertensi

Source: Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
Tags: Anak-AnakAnemiaCKGGigikesehatanobesitas

Related Posts

No Content Available
Next Post
Infografik: 10 Negara Tujuan Ekspor Kopi Indonesia Terbesar pada 2025

Infografik: 10 Negara Tujuan Ekspor Kopi Indonesia Terbesar pada 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.