Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk lansia yang mengakses internet 2025 tercatat sebesar 34,13%. Angka itu bertambah 7,71% poin bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 26,42%.
Dalam 6 tahun terakhir, persentase lansia yang mengakses internet di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang berkelanjutan. Setiap tahun, proporsinya terus bertambah, dengan kenaikan paling besar terjadi pada 2022, yakni sebesar 5,32% poin dibandingkan tahun sebelumnya. Setelah itu, peningkatan tetap berlanjut hingga 2025.
Dilihat dari tempat tinggal, capaian akses internet lansia lebih tinggi di wilayah perkotaan. Pada 2025, sebanyak 42,52% lansia yang tinggal di perkotaan tercatat mengakses internet. Sebaliknya, di wilayah perdesaan, persentasenya masih berada di angka 23,18%.
Perbedaan juga terlihat berdasarkan kelompok ekonomi. Lansia dari kelompok 20% ekonomi teratas memiliki tingkat akses internet paling tinggi, yaitu 65,99%. Pada kelompok 40% menengah, proporsinya tercatat sebesar 34,5%, sementara pada kelompok 40% ekonomi terbawah, angkanya berada di 18,03%.
Sejalan dengan peningkatan akses internet, kepemilikan perangkat komunikasi di kalangan lansia juga mengalami kenaikan. BPS mencatat, 52,23% penduduk lansia telah memiliki telepon seluler pada 2025. Adapun penggunaan komputer masih relatif terbatas, meski meningkat tipis menjadi 1,63% dari 1,46% pada tahun sebelumnya. (RK/D-1)
(Baca: Latar Belakang Pendidikan Lansia Indonesia 2025, Tamatan SD Masih Mendominasi)













