Siswa yang membidik SNBP 2027 perlu berhati-hati memilih dua mata pelajaran pilihan TKA 2026. Kemendikdasmen meminta siswa mengecek rapor, mencocokkan mapel dengan program studi tujuan, hingga mempertimbangkan mata pelajaran yang paling dikuasai.
Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat masih berlangsung hingga 27 September 2026. Setelah pendaftaran, simulasi dijadwalkan pada 21–27 September, sedangkan pelaksanaan utama TKA berlangsung pada 26 Oktober–8 November 2026.
Hingga 28 Agustus 2026, sebanyak 3.559.610 siswa telah mendaftar TKA. Tes tersebut bersifat tidak wajib dan bukan penentu kelulusan, tetapi hasilnya dapat digunakan sebagai validator nilai rapor dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Pada jenjang SMA dan sederajat, peserta mengerjakan Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib. Selain itu, setiap peserta memilih dua mata pelajaran pilihan dari daftar yang disediakan Kemendikdasmen.
Pemilihan dua mata pelajaran tersebut tidak boleh dilakukan sembarangan, terutama bagi siswa yang berencana mengikuti SNBP. Dalam panduan resminya, Kemendikdasmen meminta siswa terlebih dahulu menentukan program studi tujuan dan mencocokkannya dengan mata pelajaran pendukung berdasarkan Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025.
Empat Langkah Memilih Mapel TKA untuk SNBP
Kemendikdasmen memberikan empat langkah yang dapat digunakan siswa dalam menentukan mata pelajaran pilihan TKA.
| Langkah | Panduan |
|---|---|
| 1. Cek rapor | Prioritaskan mata pelajaran yang pernah ditempuh dan memiliki nilai dalam rapor. |
| 2. Cocokkan dengan prodi | Lihat mata pelajaran pendukung program studi dalam Kepmendikdasmen No. 102/M/2025. |
| 3. Pertimbangkan kemampuan | Pilih mata pelajaran yang paling dikuasai atau diminati agar hasil TKA optimal. |
| 4. Jaga pilihan prodi tetap luas | Jika belum yakin dengan prodi tujuan, pertimbangkan mata pelajaran dengan performa rapor kuat dan menjadi pendukung lebih banyak prodi. |
Langkah pertama menjadi penting karena TKA berfungsi sebagai validator nilai rapor. Kemendikdasmen menyarankan siswa memprioritaskan mata pelajaran yang pernah ditempuh selama pendidikan menengah dan tercantum dalam rapor.
Setelah itu, siswa perlu menentukan program studi yang diminati dan melihat mata pelajaran pendukungnya dalam Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025. Dengan begitu, pilihan TKA tidak hanya didasarkan pada mata pelajaran yang dianggap mudah, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan program studi tujuan.
Jangan Pilih Mapel yang Tidak Ada di Rapor
Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah memilih mata pelajaran hanya karena dianggap cocok dengan jurusan kuliah, padahal siswa tidak pernah mempelajarinya di sekolah.
Kemendikdasmen menyatakan pemilihan seperti itu tidak disarankan. Jika mata pelajaran tidak tercantum dalam rapor, hasil TKA pada mata pelajaran tersebut tidak dapat digunakan untuk memvalidasi capaian belajar siswa.
Sebagai contoh, siswa yang ingin masuk program studi Gizi membutuhkan Biologi sebagai salah satu mata pelajaran pendukung. Namun, apabila Biologi tidak pernah ditempuh dan tidak tercantum dalam rapor, siswa tidak dapat mengandalkan TKA Biologi untuk memvalidasi nilai rapornya.
Hal serupa berlaku bagi siswa dari rumpun IPA yang ingin mendaftar Hukum. Siswa dapat memilih Sosiologi apabila mata pelajaran tersebut pernah dipelajari dan tercantum dalam rapor. Jika tidak, siswa tidak memiliki rekam capaian akademik yang dapat divalidasi melalui TKA.
Boleh Memilih Mapel TKA Lintas Rumpun
Siswa tidak harus terpaku pada label IPA, IPS, atau Bahasa ketika memilih mata pelajaran TKA. Kemendikdasmen memperbolehkan peserta mengambil dua mata pelajaran lintas rumpun, misalnya Fisika dan Ekonomi.
Syaratnya, kedua mata pelajaran tersebut harus tercantum dalam rapor dan relevan dengan program studi yang dituju. TKA mengacu pada mata pelajaran konkret yang pernah ditempuh siswa, bukan pada label jurusan sekolah.
Ketentuan tersebut juga berlaku bagi sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka tanpa penjurusan IPA atau IPS. Bukti nilai dalam rapor menjadi rujukan utama dalam menentukan mata pelajaran pilihan.
Kemendikdasmen juga menjelaskan penyetaraan nomenklatur Matematika. Matematika Peminatan atau Matematika Minat pada Kurikulum 2013 disetarakan dengan Matematika Tingkat Lanjut, sedangkan Matematika Wajib atau Matematika Umum disetarakan dengan Matematika.
Bagaimana Jika Prodi Hanya Punya Satu Mapel Pendukung?
Tidak semua program studi memiliki dua mata pelajaran pendukung. Jika program studi tujuan hanya mencantumkan satu mata pelajaran pendukung, siswa tetap harus mengerjakan dua mata pelajaran pilihan dalam TKA.
Kemendikdasmen menjelaskan bahwa peserta dapat mengambil mata pelajaran pendukung tersebut sebagai pilihan pertama. Untuk pilihan kedua, siswa dapat memilih satu mata pelajaran lain dari 19 mata pelajaran pilihan TKA yang tersedia.
Mata pelajaran kedua sebaiknya tetap mempertimbangkan nilai rapor, kemampuan siswa, serta kemungkinan program studi alternatif yang akan dipilih melalui SNBP.
Ada 19 Mata Pelajaran Pilihan TKA
Kemendikdasmen menyediakan 19 mata pelajaran pilihan bagi peserta TKA jenjang SMA/MA/Paket C/SMK/MAK.
- Matematika Tingkat Lanjut
- Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut
- Bahasa Inggris Tingkat Lanjut
- Fisika
- Kimia
- Biologi
- Ekonomi
- Sosiologi
- Geografi
- Sejarah
- Antropologi
- PPKn/Pendidikan Pancasila
- Bahasa Arab
- Bahasa Jerman
- Bahasa Prancis
- Bahasa Jepang
- Bahasa Korea
- Bahasa Mandarin
- Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan
Peserta hanya dapat mengambil dua mata pelajaran pilihan. Karena itu, apabila siswa memiliki beberapa program studi yang sedang dipertimbangkan, pemilihan mapel perlu dilakukan secara strategis agar dua mata pelajaran tersebut relevan dengan sebanyak mungkin pilihan prodi.
Sekolah Tidak Boleh Menyeragamkan Pilihan Mapel
Pilihan mata pelajaran TKA bersifat individual. Kemendikdasmen menyatakan sekolah tidak boleh menyeragamkan mata pelajaran pilihan seluruh siswanya.
Setiap siswa dapat memiliki kombinasi mata pelajaran berbeda meskipun berada dalam kelas atau sekolah yang sama. Pilihan perlu disesuaikan dengan mata pelajaran dalam rapor, kemampuan, minat, dan program studi masing-masing.
Sekolah tetap memiliki peran mendampingi siswa. Wali kelas atau guru Bimbingan Konseling (BK) dapat berdiskusi bersama siswa dan orang tua untuk memastikan pilihan mata pelajaran sesuai dengan potensi serta rencana studi lanjutnya.
Mapel TKA Masih Bisa Diganti Sebelum DNT Terbit
Siswa yang berubah pikiran mengenai program studi tujuan masih dapat mengganti mata pelajaran pilihan TKA selama proses pendaftaran belum ditutup dan Daftar Nominasi Tetap (DNT) belum diterbitkan.
Setelah DNT terbit, mata pelajaran pilihan tidak dapat diubah lagi. Karena pendaftaran TKA 2026 ditutup pada 27 September 2026, siswa perlu memastikan dua mata pelajaran yang dipilih telah sesuai sebelum proses pendaftaran difinalisasi.
Dengan demikian, prinsip utama pemilihan TKA untuk calon peserta SNBP adalah jangan hanya memilih mata pelajaran karena dianggap mudah. Siswa perlu melihat tiga hal sekaligus, yakni rekam nilai dalam rapor, mata pelajaran pendukung program studi tujuan, dan kemampuan akademik yang paling kuat. (VN/D-1)
FAQ
Bagaimana cara memilih mapel TKA untuk SNBP 2027?
Cek mata pelajaran yang terdapat dalam rapor, cocokkan dengan mata pelajaran pendukung program studi berdasarkan Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025, lalu pilih mata pelajaran yang paling dikuasai.
Apakah boleh memilih mapel TKA yang tidak ada di rapor?
Tidak disarankan. Hasil TKA digunakan sebagai validator nilai rapor sehingga mata pelajaran yang dipilih sebaiknya pernah ditempuh dan tercatat dalam rapor.
Apakah mapel TKA boleh lintas IPA dan IPS?
Boleh. Misalnya, siswa dapat memilih Fisika dan Ekonomi sepanjang keduanya terdapat dalam rapor dan relevan dengan program studi tujuan.
Berapa mapel pilihan yang harus diambil dalam TKA?
Peserta jenjang SMA dan sederajat memilih dua mata pelajaran pilihan di luar Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris yang menjadi mata pelajaran wajib.
Apakah pilihan mapel TKA bisa diganti?
Bisa selama masa pendaftaran masih berlangsung dan Daftar Nominasi Tetap belum diterbitkan. Setelah DNT terbit, pilihan tidak dapat diubah.
Baca: Mau Masuk Kedokteran, Teknik, Hukum, atau Psikologi? Ini Mapel TKA yang Harus Dipilih














Comments 2