Dataloka.id — Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperingati hari ulang tahun ke-81 pada Senin, 5 Oktober 2026. Momentum Hari TNI tahun ini berlangsung ketika jumlah personel militer aktif Indonesia berada pada level tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Berdasarkan data International Institute for Strategic Studies (IISS), jumlah tentara aktif Indonesia mencapai 433.700 personel pada 2025. Jumlah tersebut meningkat 29.200 personel atau sekitar 7,22 persen dibandingkan 2024 yang sebanyak 404.500 personel.
IISS merupakan lembaga riset yang setiap tahun menerbitkan The Military Balance, publikasi yang memuat penilaian mengenai kekuatan militer, jumlah personel, inventaris peralatan, hingga ekonomi pertahanan lebih dari 170 negara.
Peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026 sendiri mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Kementerian Pertahanan menyebut momentum tersebut sebagai bagian dari penguatan profesionalisme, soliditas, integritas, serta sinergi TNI dalam menghadapi tantangan pertahanan.
Jumlah TNI Naik 9,7% dalam Satu Dekade
Data IISS menunjukkan jumlah tentara aktif Indonesia relatif tidak berubah selama tujuh tahun pertama dalam periode 2016–2022. Pada rentang tersebut, jumlah personelnya berada di level 395.500 orang setiap tahun.
Kenaikan mulai terlihat pada 2023. Jumlah tentara aktif bertambah menjadi 404.500 personel atau meningkat sekitar 2,28 persen dibandingkan posisi 2022. Angkanya kemudian bertahan pada level yang sama pada 2024.
Peningkatan lebih besar terjadi pada 2025 ketika jumlah tentara aktif mencapai 433.700 personel. Dengan demikian, Indonesia menambah sekitar 38.200 personel dibandingkan 2016.
Secara persentase, jumlah tentara aktif Indonesia tumbuh sekitar 9,66 persen selama 2016–2025. Hampir tiga perempat tambahan personel selama satu dekade tersebut terjadi hanya dalam setahun terakhir, yakni dari 2024 ke 2025.
Berikut perkembangan jumlah tentara aktif Indonesia berdasarkan data IISS:
Angkatan Darat Hampir 70% Personel
Dari total 433.700 tentara aktif pada 2025, sebagian besar berada di Angkatan Darat (AD). Jumlah personel TNI AD mencapai 300.400 orang, setara dengan sekitar 69,26 persen dari seluruh tentara aktif Indonesia.
Angkatan Laut (AL) memiliki 80.000 personel atau sekitar 18,45 persen dari total kekuatan aktif. Sementara itu, Angkatan Udara (AU) memiliki 53.300 personel, setara dengan 12,29 persen.
Dengan komposisi tersebut, jumlah personel Angkatan Darat hampir empat kali lipat dibandingkan Angkatan Laut dan lebih dari lima kali lipat dibandingkan Angkatan Udara.
Besarnya porsi Angkatan Darat menunjukkan bahwa struktur personel aktif TNI masih bertumpu pada kekuatan matra darat. Namun, ukuran personel bukan satu-satunya indikator kekuatan pertahanan karena kemampuan militer juga dipengaruhi kesiapan operasional, teknologi, sistem persenjataan, logistik, kualitas sumber daya manusia, serta dukungan anggaran.
Kementerian Pertahanan dalam peringatan HUT ke-81 TNI juga menekankan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan karakter ancaman menuntut pembangunan kekuatan pertahanan yang terus menyesuaikan diri. Penguatan tersebut diarahkan pada kemampuan pertahanan yang tangguh, kesiapan operasional, serta kualitas sumber daya manusia.
Perubahan itu menjadi relevan ketika ancaman pertahanan tidak lagi terbatas pada pertempuran konvensional. IISS menilai lingkungan keamanan global dalam beberapa tahun terakhir juga diwarnai peningkatan perhatian terhadap serangan siber, disinformasi, keamanan rantai pasok, penggunaan sistem nirawak, serta kebutuhan meningkatkan kesiapan personel dan industri pertahanan.
Dalam konteks tersebut, bertambahnya jumlah tentara aktif Indonesia menjadi salah satu bagian dari perkembangan postur pertahanan nasional. Pada 2025, jumlahnya telah mencapai 433.700 personel, sekitar 9,7 persen lebih banyak dibandingkan satu dekade sebelumnya. (IMR/D-1)
Baca: Jumlah Pasukan Perdamaian UNIFIL Maret 2026, Indonesia Paling Banyak













