Dataloka.id — Ilmu Komputer, Sistem Informasi, atau Teknik Informatika kerap menjadi pilihan calon mahasiswa yang ingin berkarier di industri teknologi. Ketiga jurusan tersebut dapat membuka jalan menuju berbagai profesi, mulai dari software engineer, data analyst, system analyst, product analyst, hingga konsultan teknologi.
Namun, jurusan IT mana yang sebenarnya paling dilirik perusahaan? Pertanyaan ini tidak dapat dijawab hanya dengan melihat pemeringkatan QS World University Rankings by Subject 2026 karena QS tidak menilai Ilmu Komputer, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika sebagai tiga kategori terpisah.
QS menggabungkan rumpun tersebut ke dalam Computer Science & Information Systems. Dengan demikian, skor Employer Reputation dalam pemeringkatan tersebut tidak bisa dipakai untuk menyimpulkan bahwa Ilmu Komputer lebih diminati perusahaan daripada Sistem Informasi atau Teknik Informatika, ataupun sebaliknya.
Perbandingan yang memungkinkan adalah reputasi perguruan tinggi di mata pemberi kerja pada rumpun Computer Science & Information Systems. Dari kampus Indonesia yang masuk pemeringkatan QS 2026, Universitas Indonesia (UI) memperoleh skor Employer Reputation tertinggi sebesar 65,4.
Universitas Gadjah Mada (UGM) menyusul dengan skor 63,5, sedangkan Institut Teknologi Bandung (ITB) memperoleh 61,5. BINUS University dan Universitas Airlangga (Unair) berada setelahnya dengan skor yang sama, yakni 60,2.
| Kampus | Peringkat Dunia | Employer Reputation |
|---|---|---|
| Universitas Indonesia (UI) | 251–300 | 65,4 |
| Universitas Gadjah Mada (UGM) | 351–400 | 63,5 |
| Institut Teknologi Bandung (ITB) | 451–500 | 61,5 |
| BINUS University | 301–350 | 60,2 |
| Universitas Airlangga (Unair) | 651–700 | 60,2 |
| Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) | 401–450 | 59,2 |
| Telkom University | 701–750 | 44,6 |
Sumber: QS World University Rankings by Subject 2026.
UI Punya Employer Reputation Tertinggi
UI berada di kelompok peringkat 251–300 dunia untuk Computer Science & Information Systems dalam QS World University Rankings by Subject 2026. Kampus tersebut sekaligus memiliki Employer Reputation tertinggi di antara perguruan tinggi Indonesia yang masuk daftar, yakni 65,4.
Posisi berdasarkan Employer Reputation tidak selalu sama dengan urutan peringkat bidang studi secara keseluruhan. BINUS University, misalnya, berada di kelompok 301–350 dunia atau lebih tinggi daripada UGM dan ITB, tetapi skor Employer Reputation-nya sebesar 60,2.
Sementara itu, UGM yang menempati peringkat 351–400 dunia memiliki Employer Reputation sebesar 63,5. ITB yang berada di kelompok 451–500 dunia juga memiliki skor reputasi pemberi kerja lebih tinggi daripada BINUS, yakni 61,5.
Perbedaan tersebut terjadi karena Employer Reputation hanya merupakan salah satu indikator yang membentuk peringkat bidang studi QS. Selain reputasi pemberi kerja, QS menggunakan Academic Reputation, Citations per Paper, H-index Citations, dan International Research Network dalam penilaiannya.
Dengan demikian, kampus yang memiliki peringkat keseluruhan lebih tinggi belum tentu mempunyai Employer Reputation lebih tinggi. Sebaliknya, universitas dengan posisi keseluruhan lebih rendah dapat memiliki reputasi yang relatif lebih kuat di mata pemberi kerja.
Mengapa Ilmu Komputer, Sistem Informasi, dan Informatika Digabung?
Dalam QS World University Rankings by Subject, Computer Science & Information Systems merupakan rumpun yang mencakup bidang komputasi dan sistem informasi secara luas. Nama program studi yang digunakan universitas pun tidak selalu sama meski materi yang dipelajari memiliki banyak irisan.
Rumpun tersebut dapat mencakup computer science, information systems, software engineering, cybersecurity, information technology, computer engineering, human-computer interaction, hingga business information systems. Oleh karena itu, satu kategori QS dapat mencakup beberapa program studi dengan nama berbeda di setiap perguruan tinggi.
UI, misalnya, memiliki Program Studi Ilmu Komputer dan Sistem Informasi. ITB mempunyai Teknik Informatika serta Sistem dan Teknologi Informasi, sedangkan BINUS menawarkan sejumlah program pada rumpun Computer Science dan Information Systems.
Program-program tersebut dapat berkontribusi terhadap posisi universitas dalam rumpun Computer Science & Information Systems. Namun, QS tidak memublikasikan skor Employer Reputation secara terpisah untuk setiap program studi tersebut.
Artinya, Employer Reputation UI sebesar 65,4 tidak dapat disebut sebagai skor khusus Ilmu Komputer UI ataupun Sistem Informasi UI. Angka itu merupakan skor pada tingkat universitas dalam bidang Computer Science & Information Systems.
Apa Arti Employer Reputation QS?
Employer Reputation merupakan indikator yang berasal dari survei terhadap pemberi kerja yang dilakukan QS. Responden diminta mengidentifikasi perguruan tinggi yang mereka anggap menghasilkan lulusan berkualitas pada bidang tertentu.
Indikator ini dapat memberikan gambaran mengenai seberapa kuat reputasi sebuah universitas di kalangan pemberi kerja untuk suatu rumpun keilmuan. Namun, Employer Reputation berbeda dari data jumlah lulusan yang direkrut perusahaan, tingkat penyerapan tenaga kerja, masa tunggu memperoleh pekerjaan, ataupun median gaji alumni.
Karena itu, skor Employer Reputation yang tinggi tidak berarti setiap lulusan dari kampus tersebut otomatis mempunyai peluang kerja lebih besar. Kesempatan memperoleh pekerjaan tetap dipengaruhi kompetensi individu, pengalaman magang, kemampuan teknis, komunikasi, portofolio, lokasi, hingga kebutuhan pasar tenaga kerja.
Ilmu Komputer dan Teknik Informatika Punya Banyak Irisan
Ilmu Komputer dan Teknik Informatika memiliki banyak irisan dalam kurikulum perguruan tinggi di Indonesia. Mahasiswa pada kedua jurusan tersebut umumnya bersentuhan dengan pemrograman, algoritma dan struktur data, basis data, rekayasa perangkat lunak, jaringan komputer, hingga kecerdasan buatan.
Perbedaannya dapat muncul pada penekanan kurikulum masing-masing universitas. Program Ilmu Komputer di suatu kampus dapat memberikan porsi lebih besar pada fondasi teoritis komputasi, sedangkan Teknik Informatika di kampus lain dapat lebih menonjolkan aspek rekayasa dan implementasi teknologi.
Meski demikian, nama program studi saja belum cukup untuk menentukan prospek kerja lulusannya. Dua program dengan nama berbeda dapat memiliki mata kuliah dan profil lulusan yang sangat berdekatan, sementara program dengan nama sama di dua universitas juga dapat menawarkan fokus yang berbeda.
Karena itu, calon mahasiswa perlu melihat kurikulum hingga mata kuliah pilihan yang tersedia. Konsentrasi pada artificial intelligence, software engineering, data science, cybersecurity, atau bidang lainnya dapat lebih menentukan arah kompetensi dibandingkan nama jurusan semata.
Sistem Informasi Lebih Dekat dengan Teknologi dan Bisnis
Sistem Informasi memiliki karakter yang sedikit berbeda karena berada di persimpangan teknologi dan proses bisnis. Mahasiswanya tidak hanya mempelajari teknologi dan basis data, tetapi juga analisis serta perancangan sistem, proses bisnis, manajemen proyek, dan penerapan teknologi dalam organisasi.
Karakter tersebut membuat lulusan Sistem Informasi banyak masuk ke pekerjaan seperti business analyst, system analyst, IT consultant, product analyst, project management, hingga enterprise systems. Bidang pekerjaan tersebut membutuhkan pemahaman teknologi sekaligus kemampuan menerjemahkan kebutuhan organisasi menjadi solusi berbasis sistem informasi.
Namun, batas pekerjaan antara Sistem Informasi, Ilmu Komputer, dan Teknik Informatika tidak selalu tegas. Lulusan Sistem Informasi tetap dapat masuk ke software development, quality assurance, ataupun data apabila memiliki kompetensi teknis yang dibutuhkan.
Hal serupa berlaku bagi lulusan Ilmu Komputer dan Teknik Informatika. Mereka juga dapat masuk ke pekerjaan yang berada di antara bisnis dan teknologi, termasuk product management, business intelligence, ataupun konsultasi teknologi.
Tracer Study Lebih Tepat untuk Membandingkan Hasil Lulusan
Apabila pertanyaannya bergeser menjadi jurusan mana yang menghasilkan gaji lebih tinggi atau lulusannya lebih cepat mendapat pekerjaan, data tracer study lebih relevan dibandingkan Employer Reputation QS. Data semacam ini dapat memperlihatkan kondisi alumni secara lebih langsung setelah mereka masuk ke pasar kerja.
Tracer Study ITB, misalnya, menunjukkan median penghasilan alumni Teknik Informatika sebesar Rp11,04 juta per bulan. Sementara itu, median penghasilan alumni Sistem dan Teknologi Informasi berada di kisaran Rp10,4 juta per bulan.
Perbedaan itu memberikan gambaran mengenai hasil lulusan dua program di ITB, tetapi tidak dapat langsung diterapkan untuk membandingkan Teknik Informatika dan Sistem Informasi secara nasional. Kondisi alumni dapat dipengaruhi komposisi responden, sektor pekerjaan, lokasi kerja, pengalaman, hingga struktur kurikulum masing-masing perguruan tinggi.
Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya membandingkan tracer study pada kampus yang memang menjadi pilihan mereka. Data masa tunggu kerja, jenis pekerjaan, sektor industri, dan pendapatan alumni dapat melengkapi informasi reputasi universitas dalam pemeringkatan internasional.
Jadi, Jurusan IT Mana yang Paling Dilirik Perusahaan?
Jika menggunakan QS World University Rankings by Subject 2026, tidak dapat disimpulkan apakah Ilmu Komputer, Sistem Informasi, atau Teknik Informatika yang paling dilirik perusahaan. QS menyatukan bidang-bidang tersebut dalam kategori Computer Science & Information Systems sehingga tidak tersedia Employer Reputation pada tingkat masing-masing program studi.
Yang dapat dibandingkan adalah reputasi universitas pada rumpun tersebut. UI menjadi kampus Indonesia dengan Employer Reputation tertinggi, yakni 65,4, diikuti UGM sebesar 63,5 dan ITB 61,5.
Bagi calon mahasiswa, nama jurusan sebaiknya bukan satu-satunya dasar memilih program studi. Kurikulum, bidang peminatan, kemampuan coding, ketertarikan terhadap bisnis atau teknologi, kesempatan magang, jaringan dengan industri, portofolio mahasiswa, serta tracer study alumni dapat memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai jalur karier setelah lulus.
Pada akhirnya, perbedaan Ilmu Komputer, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika lebih relevan dilihat dari apa yang dipelajari dan kompetensi apa yang dibangun, bukan sekadar mana yang memiliki nama paling menarik bagi perusahaan. Kebutuhan industri teknologi juga semakin lintas disiplin sehingga lulusan dari ketiga jurusan tersebut dapat bersaing pada banyak jenis pekerjaan yang sama. (RK/D-1)
Baca: Kampus Ilmu Komputer Terbaik Versi QS 2026, Berapa sih Gaji Profesi IT?













