Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Jangan cuma Lihat Ranking Kampus saja, Jurusan ini justru Masuk 50 Besar Dunia

Kampus, QS, Jurusan Terbaik, QS by Subject, Peringkat Kampus, UGM, ITB, IPB, UPI, Universitas

by Raka Maheswara
5 October 2026
in Humaniora
Jangan cuma Lihat Ranking Kampus saja, Jurusan ini justru Masuk 50 Besar Dunia

UGM, IPB, ITB, dan UPI memiliki bidang yang masuk jajaran atas dunia dalam QS by Subject 2026 meski posisi institusinya berada lebih rendah. (Sumber: IPB)

Share on FacebookShare on Twitter

Dataloka.id — Peringkat sebuah universitas secara keseluruhan tidak selalu mencerminkan kekuatan setiap jurusan atau bidang studinya. Sejumlah kampus Indonesia bahkan memiliki bidang yang masuk 50 besar hingga 150 besar dunia meski posisi institusinya berada ratusan tingkat lebih rendah dalam QS World University Rankings.

Perbedaan itu terlihat pada Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), IPB University, hingga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Keempatnya memiliki bidang studi yang menempati posisi jauh lebih tinggi dalam QS World University Rankings by Subject 2026 dibandingkan peringkat institusi mereka pada QS WUR 2027.

READ ALSO

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

UPI menjadi salah satu contoh paling kentara. Kampus tersebut berada di kelompok 1.401+ dalam QS WUR 2027, tetapi bidang Education and Training mampu menembus kelompok 101–150 dunia dalam QS by Subject 2026.

Pola serupa terlihat di IPB University yang berada di peringkat 419 dunia secara institusional. Pada pemeringkatan bidang studi, Agriculture & Forestry IPB justru berada di posisi ke-48 dunia, sementara Veterinary Science masuk kelompok 51–100.

ITB yang menempati peringkat 287 dunia juga memiliki sejumlah bidang dengan posisi lebih tinggi. Mineral & Mining Engineering serta Petroleum Engineering ITB sama-sama berada di kelompok 51–100 dunia.

Sementara itu, UGM berada di peringkat 206 secara institusional dalam QS WUR 2027. Namun, bidang Theology, Divinity and Religious Studies kampus tersebut mampu mencapai peringkat ke-45 dunia dalam QS by Subject 2026.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa istilah “kampus terbaik” tidak selalu menghasilkan jawaban yang sama untuk setiap calon mahasiswa. Posisi universitas secara keseluruhan dan kekuatan pada jurusan tertentu merupakan dua hal yang perlu dibaca secara terpisah.

Perbandingan Peringkat Kampus dan Bidang Studi QS

Kampus QS WUR 2027 Bidang Unggulan QS by Subject 2026 Peringkat Bidang
UGM 206 Theology, Divinity and Religious Studies 45
ITB 287 Mineral & Mining Engineering 51–100
ITB 287 Petroleum Engineering 51–100
IPB University 419 Agriculture & Forestry 48
IPB University 419 Veterinary Science 51–100
UPI 1.401+ Education and Training 101–150

Catatan: QS WUR 2027 merupakan pemeringkatan tingkat institusi, sedangkan data bidang studi menggunakan QS World University Rankings by Subject 2026. Kedua peringkat tidak dapat dihitung sebagai selisih angka secara langsung karena populasi universitas, indikator, bobot, dan cakupan penilaiannya berbeda.

Sumber: QS dan laman resmi masing-masing universitas.

UPI Unggul dalam Bidang Pendidikan

UPI menunjukkan salah satu perbedaan paling besar antara posisi universitas dan bidang studinya. Dalam QS World University Rankings 2027, kampus yang berlokasi di Bandung tersebut berada di kelompok 1.401+ dunia.

Posisinya jauh berbeda ketika penilaian difokuskan pada bidang Education and Training. Dalam QS World University Rankings by Subject 2026, bidang tersebut berada di kelompok 101–150 dunia.

UPI juga menyebut bidang Education and Training menempati posisi pertama di Indonesia dan peringkat ke-31 di Asia. Capaian itu memperlihatkan bahwa posisi institusi secara keseluruhan tidak selalu menunjukkan kekuatan kampus pada bidang yang menjadi spesialisasinya.

Perbedaan tersebut antara lain disebabkan metodologi QS by Subject yang memang dirancang untuk menilai disiplin ilmu tertentu. Untuk Education and Training, penilaian mempertimbangkan indikator seperti Academic Reputation, Employer Reputation, Citations per Paper, H-index, dan International Research Network dengan bobot yang disesuaikan terhadap karakter bidang tersebut.

Karena itu, posisi UPI pada bidang pendidikan tidak bertentangan dengan peringkat institusinya yang berada di 1.401+. Kedua angka tersebut menjawab dua pertanyaan yang berbeda mengenai kualitas perguruan tinggi.

Agriculture & Forestry IPB Masuk 50 Besar Dunia

IPB University menempati peringkat 419 dunia dalam QS WUR 2027. Namun, posisi kampus tersebut melonjak ketika perbandingan difokuskan pada bidang yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utamanya.

Agriculture & Forestry IPB berada di peringkat ke-48 dunia dalam QS by Subject 2026. Dengan posisi tersebut, bidang pertanian dan kehutanan IPB masuk dalam jajaran 50 besar dunia.

Kekuatan IPB juga terlihat pada Veterinary Science yang berada di kelompok 51–100. Dua bidang tersebut menunjukkan posisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan peringkat institusi IPB secara keseluruhan.

Bagi calon mahasiswa yang memang ingin mengambil bidang pertanian, kehutanan, atau kedokteran hewan, pemeringkatan berdasarkan bidang dapat memberikan informasi yang lebih relevan. Angka tersebut berfokus pada disiplin yang akan dipelajari dan bukan seluruh kinerja universitas.

ITB Punya Dua Bidang di 100 Besar Dunia

ITB berada di peringkat 287 dunia dalam QS WUR 2027. Meski demikian, beberapa bidang studi kampus tersebut mampu menembus kelompok 100 besar dalam pemeringkatan berdasarkan disiplin ilmu.

Mineral & Mining Engineering ITB berada di kelompok 51–100 dalam QS by Subject 2026. Petroleum Engineering juga menempati rentang yang sama.

Kekuatan ITB tidak berhenti pada dua bidang tersebut. Architecture & Built Environment serta Art & Design masing-masing berada di kelompok 101–150 dunia.

Secara keseluruhan, ITB menyebut sebanyak 16 bidang masuk dalam QS World University Rankings by Subject 2026 dari 35 bidang yang dianalisis kampus. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa universitas dengan basis disiplin tertentu dapat memiliki posisi global yang jauh lebih kuat pada sejumlah bidang dibandingkan ranking institusinya.

UGM Peringkat 45 Dunia untuk Bidang Teologi

UGM menjadi kampus dengan posisi institusi tertinggi di antara empat contoh dalam perbandingan ini. Universitas yang berlokasi di Yogyakarta tersebut berada di peringkat 206 dunia dalam QS WUR 2027.

Namun, salah satu bidangnya mampu masuk 50 besar dunia. Theology, Divinity and Religious Studies UGM berada di peringkat ke-45 dalam QS World University Rankings by Subject 2026.

UGM juga menyebut bidang tersebut sebagai yang tertinggi di Indonesia. Posisi ini menunjukkan bahwa keunggulan pada bidang tertentu tidak hanya ditemukan pada kampus yang peringkat institusinya berada di luar 1.000 besar dunia.

Universitas yang secara keseluruhan sudah berada di kelompok atas nasional pun dapat memiliki disiplin tertentu dengan daya saing global yang lebih tinggi. Karena itu, peringkat institusi sebaiknya dibaca bersama peringkat bidang apabila calon mahasiswa sudah menentukan rumpun studi yang diminati.

Mengapa Peringkat Kampus dan Jurusan Bisa Berbeda Jauh?

Penyebab utamanya terletak pada unit serta metodologi yang digunakan. QS World University Rankings menilai universitas sebagai satu institusi, sedangkan QS World University Rankings by Subject memotret kinerja perguruan tinggi pada disiplin ilmu tertentu.

Dalam pemeringkatan institusi, QS menggunakan sejumlah indikator seperti Academic Reputation, Citations per Faculty, Employer Reputation, Faculty Student Ratio, International Research Network, mahasiswa dan staf internasional, Employment Outcomes, serta Sustainability. Gabungan indikator tersebut menghasilkan gambaran mengenai kinerja universitas secara lebih luas.

QS by Subject memiliki fokus yang berbeda karena mengukur kekuatan pada masing-masing disiplin. Indikator yang digunakan antara lain Academic Reputation, Employer Reputation, Citations per Paper, H-index, dan International Research Network dengan bobot yang dapat berbeda menurut bidang ilmu.

Perbedaan metodologi tersebut membuat posisi universitas secara keseluruhan tidak dapat langsung dibandingkan secara matematis dengan peringkat bidang. Peringkat IPB di posisi 419 dan Agriculture & Forestry di posisi 48, misalnya, bukan berarti bidang tersebut “371 peringkat lebih tinggi”.

Keduanya berasal dari daftar, populasi, serta metode penghitungan yang berbeda. Perbandingan yang lebih tepat adalah menyebut bahwa posisi bidang Agriculture & Forestry IPB berada jauh lebih tinggi secara global dibandingkan posisi institusinya dalam pemeringkatan universitas.

Mana yang Lebih Penting, Peringkat Kampus atau Jurusan?

Bagi calon mahasiswa yang belum menentukan program studi, peringkat universitas secara keseluruhan dapat memberikan gambaran awal mengenai kekuatan sebuah institusi. Ranking tersebut mencakup aspek yang lebih luas, mulai dari reputasi akademik hingga riset, internasionalisasi, dan luaran kerja.

Namun, peringkat bidang studi dapat menjadi lebih relevan ketika calon mahasiswa sudah mengetahui jurusan atau rumpun ilmu yang ingin dipilih. Data tersebut memberikan gambaran yang lebih spesifik mengenai posisi disiplin tersebut dalam lingkungan akademik global.

Contohnya terlihat pada calon mahasiswa yang ingin mendalami Agriculture & Forestry. Posisi IPB di peringkat ke-48 dunia pada bidang tersebut dapat menjadi informasi yang lebih spesifik dibandingkan hanya melihat posisi institusinya di peringkat 419.

Hal serupa berlaku pada pendidikan di UPI, pertambangan dan perminyakan di ITB, ataupun Theology, Divinity and Religious Studies di UGM. Kekuatan spesifik tersebut tidak selalu terlihat apabila pembaca hanya berhenti pada tabel peringkat universitas secara keseluruhan.

Meski demikian, ranking bidang juga tidak sebaiknya menjadi satu-satunya dasar memilih jurusan. Akreditasi program studi, kurikulum, kualitas dosen, fasilitas laboratorium, biaya kuliah, peluang beasiswa, lokasi kampus, serta rekam jejak lulusan tetap perlu dipertimbangkan.

Dengan demikian, kampus dengan posisi lebih rendah dalam QS World University Rankings belum tentu lebih lemah untuk bidang studi tertentu. Pemeringkatan berdasarkan jurusan justru dapat memperlihatkan kekuatan yang tidak terlihat ketika universitas hanya dibandingkan melalui ranking institusi. (RK/D-1)

Baca: IPB Kalahkan Kampus Malaysia dan Thailand di QS 2026, Bidang Apa?

Source: QS WUR/Website Resmi Kampus
Tags: IndonesiaIPBITBKampusUGMuniversitasUPI

Related Posts

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026
Next Post
Jurusan IT Mana yang Paling Dilirik Perusahaan Ilmu Komputer, Sistem Informasi, atau Teknik Informatika

Jurusan IT Mana yang Paling Dilirik Perusahaan Ilmu Komputer, Sistem Informasi, atau Teknik Informatika

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.