Kuliah di luar negeri kerap identik dengan biaya besar. Namun, mahasiswa Indonesia masih memiliki sejumlah pilihan negara dengan biaya pendidikan dan hidup yang relatif lebih terjangkau.
Bahkan, negara yang tidak mengenakan uang kuliah di sebagian besar universitas negeri belum tentu menjadi pilihan paling murah. Biaya hidup justru dapat menjadi komponen terbesar selama menempuh pendidikan di luar negeri.
Dataloka membandingkan sejumlah tujuan studi menggunakan informasi biaya pendidikan dan biaya hidup dari portal resmi pemerintah maupun perguruan tinggi. Perbandingan difokuskan pada mahasiswa internasional jenjang sarjana yang membiayai kuliahnya sendiri atau self-funded.
Hasil simulasi menunjukkan Polandia dan Taiwan dapat menawarkan kebutuhan anggaran tahunan sekitar Rp120 juta–Rp145 juta pada skenario yang relatif hemat. Romania, Malaysia, Jerman, dan Prancis membutuhkan anggaran lebih besar.
Namun, angka tersebut bukan tarif baku seluruh universitas. Biaya sebenarnya sangat bergantung pada kampus, program studi, kota, jenis tempat tinggal, dan gaya hidup mahasiswa.
Biaya Kuliah dan Hidup di 6 Negara
Berikut simulasi biaya pendidikan dan hidup per tahun bagi mahasiswa internasional.
| Negara | Estimasi Biaya Pendidikan | Estimasi Biaya Hidup | Perkiraan Total per Tahun |
|---|---|---|---|
| Polandia | €2.000/tahun | €330–€430/bulan | Rp121,2 juta–Rp145,6 juta |
| Taiwan | NT$98.040–NT$113.720/tahun* | NT$138.114/tahun** | Rp133,0 juta–Rp141,8 juta |
| Romania | €1.980–€2.500/tahun*** | Sekitar €600/bulan | Rp186,6 juta–Rp197,2 juta |
| Malaysia | Sekitar RM19.716/tahun** | Sekitar US$582/bulan | Sekitar Rp211,8 juta |
| Jerman | Umumnya tanpa tuition fee*** | €900–€1.200/bulan | Rp222,4 juta–Rp310,2 juta |
| Prancis | €2.902/tahun | Minimal €877,50/bulan**** | Sekitar Rp273,1 juta |
Catatan: Konversi ke rupiah menggunakan kurs sekitar 24 September 2026 dan dibulatkan. Estimasi belum memasukkan tiket pesawat, visa, deposit, perlengkapan awal, serta biaya lain yang berbeda pada tiap mahasiswa.
* Contoh kisaran biaya mahasiswa asing di perguruan tinggi negeri Taiwan.
** Termasuk contoh biaya hidup NT$120.000 dan asrama sekitar NT$18.114 per tahun.
* Menggunakan contoh program sarjana berbahasa Inggris pada portal resmi Study in Romania.
** Simulasi menggunakan biaya rata-rata per tahun Bachelor of Arts International and Strategic Studies Universiti Malaya setelah SST 6 persen.
*** Tidak berlaku universal, antara lain terdapat pengecualian di Baden-Württemberg dan sejumlah universitas di Bavaria.
** Menggunakan batas minimum sumber daya untuk visa mahasiswa Prancis sejak 1 Agustus 2026.
1. Polandia, Mulai Sekitar Rp121 Juta per Tahun
Polandia menjadi salah satu pilihan menarik bagi mahasiswa yang ingin kuliah di Eropa dengan biaya relatif rendah.
Portal resmi pemerintah Polandia, Study.gov.pl, mencatat mahasiswa asing yang tidak mendapatkan fasilitas pendidikan seperti warga Polandia umumnya membayar sekitar €2.000 per tahun untuk program pendidikan siklus pertama maupun kedua.
Biaya sebenarnya dapat berbeda antar universitas dan program. Secara umum, tuition fee disebut berada di rentang €2.000–€6.000 per tahun.
Komponen biaya hidupnya juga relatif rendah dibandingkan sejumlah negara Eropa Barat.
Study.gov.pl memperkirakan mahasiswa dapat hidup dengan biaya sekitar 1.500–2.000 zloty Polandia per bulan, atau sekitar €330–€430 per bulan. Angka itu antara lain mencakup tempat tinggal di asrama, bahan makanan, transportasi, telekomunikasi, hingga hiburan.
Jika menggunakan uang kuliah €2.000 dan biaya hidup tersebut, kebutuhan selama setahun sekitar €5.960–€7.160.
Dengan kurs September 2026, nilainya setara sekitar Rp121,2 juta–Rp145,6 juta per tahun.
Angka tersebut menunjukkan Polandia dapat menjadi salah satu opsi berbiaya rendah, terutama bagi mahasiswa yang memperoleh asrama dan tidak tinggal di kota dengan biaya hidup paling tinggi.
2. Taiwan, Sekitar Rp133 Juta–Rp142 Juta
Pilihan murah tidak hanya tersedia di Eropa. Taiwan juga relatif dekat dengan Indonesia dan memiliki sejumlah perguruan tinggi dengan biaya pendidikan yang lebih rendah dibandingkan banyak negara tujuan studi Barat.
Data pada portal pendidikan tinggi Taiwan menunjukkan salah satu perguruan tinggi negeri mengenakan biaya mahasiswa asing jenjang sarjana sekitar NT$49.020–NT$56.860 per semester.
Jika dihitung dua semester, biaya pendidikan menjadi sekitar NT$98.040–NT$113.720 per tahun.
Portal tersebut memperkirakan biaya hidup sekitar NT$120.000 per tahun, sementara salah satu pilihan asrama mahasiswa sekitar NT$18.114 per tahun.
Dengan memasukkan uang kuliah, kebutuhan hidup, dan asrama, total anggarannya sekitar NT$236.154–NT$251.834 per tahun.
Nilainya setara sekitar Rp133 juta–Rp141,8 juta berdasarkan kurs 24 September 2026.
Namun, biaya di Taipei dapat lebih mahal. Data Kementerian Pendidikan Taiwan memperkirakan pengeluaran mahasiswa sekitar NT$28.000–NT$30.000 per bulan di Taipei, dibandingkan NT$19.000–NT$21.000 di Tainan.
Dengan demikian, pemilihan kota sangat menentukan biaya akhir.
3. Romania, Sekitar Rp187 Juta per Tahun
Romania menjadi pilihan lain di Eropa dengan biaya pendidikan yang relatif terjangkau.
Portal resmi Study in Romania menyebut uang kuliah dapat berkisar mulai €400 hingga hampir €9.000 per tahun, bergantung pada program dan asal mahasiswa.
Untuk mahasiswa dari luar Uni Eropa, terdapat sejumlah program sarjana berbahasa Inggris dengan tarif sekitar €1.980–€2.500 per tahun. Sebagai contoh, sejumlah program di West University of Timișoara dan University of Bucharest berada dalam rentang tersebut.
Sementara itu, pemerintah Romania memperkirakan kebutuhan biaya hidup mahasiswa sekitar €600 per bulan.
Jika uang kuliah berada di kisaran €1.980–€2.500, total kebutuhan setahun menjadi sekitar €9.180–€9.700.
Dengan kurs September 2026, nilainya sekitar Rp186,6 juta–Rp197,2 juta per tahun.
Angka tersebut dapat ditekan jika mahasiswa memperoleh tempat tinggal di asrama. Tarif asrama dalam data resmi dapat berkisar €60–€85 per bulan, sedangkan tempat tinggal bersama sekitar €80–€150.
4. Malaysia, Dekat tetapi Biaya Bergantung Kampus
Malaysia menjadi salah satu tujuan paling praktis bagi mahasiswa Indonesia karena lokasinya dekat dan bahasa Inggris banyak digunakan sebagai bahasa pengantar.
Education Malaysia Global Services (EMGS) menyebut biaya pendidikan sangat bergantung pada program dan institusi yang dipilih. Sejak 1 Juli 2025, mahasiswa internasional juga dikenakan Sales and Service Tax (SST) 6 persen atas tuition fee.
Sebagai simulasi, Universiti Malaya mengenakan biaya RM65.100 untuk mahasiswa internasional pada Bachelor of Arts International and Strategic Studies.
Program tersebut berlangsung tujuh semester. Jika dirata-ratakan ke masa studi sekitar 3,5 tahun, biaya pendidikan sekitar RM18.600 per tahun. Setelah memperhitungkan SST 6 persen, angkanya sekitar RM19.716 per tahun.
Sementara itu, EMGS menyebut rata-rata biaya hidup di Malaysia sekitar US$582 per bulan. Untuk tempat tinggal saja, akomodasi kampus dapat berkisar US$50–US$150 per bulan, sedangkan hunian di luar kampus sekitar US$100–US$300.
Jika menggunakan benchmark tersebut, simulasi uang kuliah dan biaya hidup mencapai sekitar Rp211,8 juta per tahun.
Angka itu bukan rata-rata seluruh universitas Malaysia. Program yang lebih murah dapat menghasilkan total yang lebih rendah, sedangkan kedokteran, kedokteran gigi, atau kampus swasta dapat jauh lebih mahal.
5. Jerman, Tuition Fee Bisa Nol tetapi Biaya Hidup Tinggi
Jerman memiliki keunggulan yang sulit ditemukan di banyak negara lain: program sarjana dan sebagian besar program master di perguruan tinggi negeri umumnya tidak mengenakan tuition fee.
Namun, mahasiswa tetap harus membayar semester contribution sekitar €70–€430 per semester.
Ada sejumlah pengecualian.
Baden-Württemberg mengenakan biaya €1.500 per semester kepada mahasiswa non-Uni Eropa. Sejumlah perguruan tinggi di Bavaria juga dapat membebankan tuition fee kepada mahasiswa dari luar Uni Eropa.
Yang membuat total pengeluaran Jerman tetap besar adalah biaya hidup.
DAAD memperkirakan mahasiswa membutuhkan sekitar €900–€1.200 per bulan, mencakup tempat tinggal, makanan, transportasi, kesehatan, komunikasi, bahan belajar, hingga pengeluaran lainnya.
Tanpa tuition fee dan dengan memasukkan semester contribution, estimasi kebutuhan mencapai sekitar €10.940–€15.260 per tahun, setara sekitar Rp222,4 juta–Rp310,2 juta.
Karena itu, Jerman menjadi contoh bahwa kuliah gratis tidak selalu berarti biaya total paling murah.
6. Prancis, Uang Kuliah Murah tetapi Biaya Hidup Besar
Pemerintah Prancis menanggung sebagian besar biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri.
Untuk tahun akademik 2026/2027, mahasiswa dari luar Uni Eropa yang mengambil jenjang Licence atau setara S1 dikenai tuition fee €2.902 per tahun di perguruan tinggi negeri yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi Prancis.
Nominal tersebut terbilang rendah dibandingkan tuition fee perguruan tinggi di sejumlah negara Barat.
Namun, biaya hidup mengubah perhitungannya.
Sejak 1 Agustus 2026, mahasiswa asing yang mengajukan visa studi ke Prancis harus menunjukkan sumber daya minimal €877,50 per bulan. Jumlah ini digunakan sebagai batas kebutuhan finansial minimum untuk tinggal sebagai mahasiswa.
Jika digunakan sebagai acuan satu tahun, kebutuhan hidup mencapai €10.530. Ditambah tuition fee €2.902, totalnya menjadi sekitar €13.432 setahun atau sekitar Rp273,1 juta.
Di Paris dan kota besar, biaya aktual dapat lebih tinggi. Campus France memperkirakan anggaran bulanan sekitar €1.350 di Paris dan €940 di daerah lain dalam salah satu panduan anggarannya.
Kuliah Gratis Belum Tentu Paling Murah
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa tuition fee bukan satu-satunya angka yang perlu diperhatikan sebelum memilih negara tujuan kuliah.
Jerman merupakan contoh paling jelas. Biaya kuliah di sebagian besar universitas negeri dapat nihil, tetapi biaya hidup setahun dapat melampaui Rp200 juta.
Sebaliknya, mahasiswa di Polandia atau Taiwan masih harus membayar tuition fee, tetapi total kebutuhan tahunannya pada skenario tertentu dapat lebih rendah karena biaya hidup yang relatif terjangkau.
Lokasi di dalam sebuah negara juga berpengaruh besar. Tinggal di Taipei akan menghasilkan pengeluaran berbeda dengan Tainan. Begitu pula Paris dibandingkan kota-kota Prancis lainnya.
Karena itu, calon mahasiswa perlu menghitung sedikitnya uang kuliah, tempat tinggal, makanan, transportasi, asuransi, visa, serta tiket perjalanan sebelum membandingkan biaya pendidikan antarnegara.
Metodologi
Dataloka menyusun simulasi berdasarkan informasi biaya yang dipublikasikan portal resmi pemerintah, lembaga pendidikan internasional, serta perguruan tinggi.
Angka dalam rupiah menggunakan kurs sekitar 24 September 2026 dan dibulatkan untuk memudahkan pembacaan.
Perbandingan bukan ranking absolut negara termurah di dunia. Besaran tuition fee berbeda menurut universitas dan program studi. Simulasi juga belum memperhitungkan beasiswa, tiket pesawat, visa, deposit tempat tinggal, kebutuhan pribadi, serta pengeluaran awal lainnya.
Program Kedokteran, Kedokteran Gigi, MBA, dan sejumlah program profesional juga umumnya memiliki biaya jauh lebih tinggi.(NKR/D-1)
FAQ
Negara mana yang murah untuk kuliah bagi mahasiswa Indonesia?
Berdasarkan simulasi Dataloka dari sejumlah negara dalam daftar ini, Polandia dan Taiwan menawarkan kebutuhan tahunan yang relatif rendah. Biaya kuliah dan hidupnya dapat berada di kisaran Rp120 juta–Rp145 juta per tahun, tergantung kampus, kota, dan gaya hidup.
Berapa biaya kuliah di Polandia?
Pemerintah Polandia mencantumkan rata-rata tuition fee sekitar €2.000 per tahun untuk mahasiswa asing pada program siklus pertama maupun kedua. Biaya hidup dapat dimulai sekitar €330 per bulan.
Berapa biaya kuliah di Taiwan?
Pada contoh perguruan tinggi negeri yang tercantum dalam portal pendidikan Taiwan, mahasiswa asing jenjang sarjana membayar sekitar NT$49.020–NT$56.860 per semester. Biaya berbeda menurut universitas dan program.
Apakah kuliah di Jerman benar-benar gratis?
Sebagian besar program sarjana dan mayoritas program master di perguruan tinggi negeri Jerman tidak mengenakan tuition fee. Namun, mahasiswa tetap membayar semester contribution dan biaya hidup. Ada pula pengecualian seperti Baden-Württemberg serta sejumlah universitas di Bavaria.
Lebih murah kuliah di Malaysia atau Eropa?
Tidak selalu ada satu jawaban. Malaysia dapat menawarkan biaya pendidikan dan hidup yang relatif terjangkau, tetapi Polandia atau Romania juga memiliki program dengan biaya rendah. Total akhirnya bergantung pada universitas, bidang studi, kota, dan tempat tinggal.
Apa yang paling mahal saat kuliah di luar negeri?
Pada negara dengan tuition fee rendah atau gratis, biaya hidup dapat menjadi pengeluaran terbesar. Tempat tinggal biasanya menjadi salah satu komponen paling besar, terutama di kota seperti Paris, Taipei, atau kota besar Jerman.
Ikuti Channel WhatsApp Dataloka.id untuk mendapatkan informasi berbasis data, statistik terbaru, dan insight mengenai berbagai isu di Indonesia.
Bergabung di sini:
https://whatsapp.com/channel/0029VaplAbq1noz8ZsizkH2R













