Universitas dengan peringkat tertinggi dalam QS World University Rankings belum tentu memiliki rasio kursi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau SNBT paling besar.
Hasil perhitungan Dataloka menunjukkan Universitas Hasanuddin (Unhas), bukan Universitas Indonesia (UI) ataupun Universitas Gadjah Mada (UGM), mempunyai proyeksi peluang lolos terbesar di antara 10 PTN Indonesia teratas dalam QS WUR 2027.
Unhas menyediakan 5.977 kursi melalui SNBT 2026. Sementara itu, jumlah peminat seluruh program studinya pada SNBT 2025 mencapai 48.207. Perbandingan kedua angka tersebut menghasilkan proyeksi rasio kursi sebesar 12,40 persen.
Dengan kata lain, tersedia sekitar satu kursi untuk setiap 8,1 peminat program. Angka itu menjadi yang tertinggi dalam daftar ini.
Sebaliknya, UI yang menempati peringkat pertama nasional dalam QS WUR 2027 justru memiliki rasio kursi paling kecil. Sebanyak 3.173 kursi tersedia, berbanding dengan 111.206 peminat program pada tahun sebelumnya.
Cara Hitung Proyeksi Peluang Lolos SNBT
Artikel ini membandingkan 10 PTN Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam QS WUR 2027 yang menerima mahasiswa melalui SNBT.
Proyeksi peluang dihitung menggunakan rumus berikut:
Daya tampung SNBT 2026 ÷ jumlah peminat program studi pada SNBT 2025 × 100 persen
Angka tersebut merupakan perhitungan editorial Dataloka, bukan tingkat kelulusan resmi, nilai aman, ataupun passing grade yang dikeluarkan SNPMB.
Jumlah peminat juga merupakan hasil penjumlahan peminat setiap program studi. Satu peserta dapat muncul lebih dari sekali apabila memilih beberapa program studi pada kampus yang sama.
Unhas Unggul karena Daya Tampung Relatif Besar
Posisi Unhas ditopang daya tampung yang besar dibandingkan jumlah peminat pada tahun sebelumnya. Kampus tersebut menyediakan 5.977 kursi, terbanyak di antara 10 PTN dalam daftar.
Universitas Brawijaya berada di urutan kedua dengan rasio 7,30 persen. UB mempunyai 5.842 kursi dan 79.985 peminat program. Perbandingannya setara dengan satu kursi untuk sekitar 13,7 peminat.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember menempati posisi ketiga. Sebanyak 2.468 kursi tersedia, sedangkan jumlah peminat pada tahun sebelumnya mencapai 37.732. Rasio kursinya diproyeksikan sebesar 6,54 persen.
Universitas Diponegoro menyusul dengan rasio 5,54 persen. Kampus ini memiliki 4.680 kursi untuk 84.514 peminat program pada SNBT 2025.
Besarnya rasio pada tingkat universitas tidak berarti seluruh program studi di kampus tersebut relatif longgar. Persaingan pada Kedokteran, Teknik Informatika, Manajemen, Psikologi, dan program populer lainnya dapat jauh lebih ketat dibandingkan rata-rata kampus.
ITB Punya Rasio Lebih Besar daripada UI dan UGM
Di antara tiga kampus yang kerap menjadi tujuan utama peserta SNBT, ITB memiliki proyeksi rasio kursi terbesar.
ITB menyediakan 1.540 kursi, sementara peminat programnya pada SNBT 2025 berjumlah 32.451. Perbandingan tersebut menghasilkan rasio 4,75 persen atau sekitar satu kursi untuk 21,1 peminat.
UGM berada di posisi kesembilan dengan rasio 3,20 persen. Kampus asal Yogyakarta itu menyediakan 2.857 kursi, sedangkan jumlah peminat programnya mencapai 89.295.
Adapun UI menempati urutan terakhir dalam daftar. Dengan 3.173 kursi dan 111.206 peminat program, rasio yang dihasilkan sebesar 2,85 persen. Artinya, terdapat sekitar satu kursi untuk setiap 35 peminat.
Tingginya popularitas UI dan UGM membuat kenaikan daya tampung belum tentu langsung memperbesar peluang peserta. Jumlah peminat yang jauh lebih tinggi tetap menciptakan persaingan ketat.
Mengapa Kampus Terbaik QS belum Tentu Paling Sulit Ditembus?
QS WUR dan SNBT mengukur dua hal yang berbeda. Peringkat QS menggambarkan kinerja universitas dalam sejumlah indikator global, antara lain reputasi akademik, reputasi di mata perusahaan, sitasi, jaringan penelitian internasional, dan internasionalisasi.
Sementara itu, tingkat persaingan SNBT ditentukan oleh hubungan antara jumlah peminat dan kursi yang tersedia. Lokasi kampus, popularitas program studi, biaya hidup, pilihan peserta, dan persepsi mengenai peluang kerja dapat memengaruhi jumlah peminat.
Karena itu, kampus dengan peringkat QS lebih rendah dapat memiliki rasio kursi lebih besar. Sebaliknya, universitas yang berada di posisi teratas QS bisa menjadi lebih ketat karena menarik peminat dalam jumlah besar.
Perguruan tinggi swasta yang masuk QS WUR 2027 tidak disertakan. BINUS University dan kampus swasta lainnya tidak menerima mahasiswa melalui jalur SNBT.
Cara Baca Data Peluang SNBT dengan Tepat
Rasio dalam artikel ini dapat menjadi gambaran awal untuk menyusun strategi, tetapi tidak menunjukkan kemungkinan kelulusan setiap peserta secara mutlak.
Setidaknya terdapat empat hal yang perlu diperhatikan. Pertama, data peminat berasal dari SNBT 2025, sedangkan daya tampung menggunakan kuota SNBT 2026. Jumlah peminat dapat berubah ketika pendaftaran baru berlangsung.
Kedua, perhitungan dilakukan pada tingkat universitas. Tingkat persaingan setiap program studi dapat berbeda sangat jauh dari rata-rata kampus.
Ketiga, kelulusan tetap ditentukan oleh hasil UTBK, ketentuan program studi, urutan pilihan, dan performa peserta lain.
Keempat, program studi baru belum mempunyai riwayat peminat. Kampus yang membuka program baru dapat terlihat memiliki rasio lebih besar karena kursinya sudah dihitung, sedangkan data peminat tahun sebelumnya belum tersedia.
Dengan demikian, calon mahasiswa sebaiknya membandingkan data pada tingkat program studi sebelum menentukan pilihan. Peringkat universitas dapat digunakan untuk menilai reputasi kampus, sedangkan daya tampung dan peminat membantu membaca tingkat persaingannya. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kampus top QS mana yang memiliki proyeksi peluang SNBT terbesar?
Universitas Hasanuddin berada di posisi pertama dengan proyeksi rasio kursi 12,40 persen, berdasarkan perbandingan daya tampung SNBT 2026 dan peminat program studi pada SNBT 2025.
Apakah Unhas lebih mudah dimasuki daripada UI dan UGM?
Secara rata-rata tingkat universitas, rasio kursi Unhas lebih besar. Namun, hasil tersebut tidak berarti setiap program studi di Unhas lebih mudah dimasuki. Persaingan harus dilihat pada tingkat program studi.
Berapa proyeksi rasio kursi UI dan UGM?
UGM mempunyai proyeksi rasio 3,20 persen atau satu kursi untuk sekitar 31,3 peminat. UI memiliki rasio 2,85 persen atau satu kursi untuk sekitar 35 peminat.
Apakah angka tersebut merupakan tingkat kelulusan resmi SNBT?
Bukan. Angka tersebut merupakan perhitungan editorial berdasarkan daya tampung 2026 dan peminat program studi tahun 2025. SNPMB tidak menerbitkannya sebagai peluang individual ataupun passing grade.
Mengapa universitas swasta tidak masuk dalam daftar?
SNBT merupakan jalur penerimaan untuk perguruan tinggi negeri yang berpartisipasi. Universitas swasta dalam QS WUR tidak menerima mahasiswa melalui jalur tersebut.
Baca: Jago Akademik dan Diburu Perusahaan, Ini Kampus Indonesia Paling Lengkap Versi QS WUR 2027?













