Menghafalkan sebanyak mungkin rumus belum tentu menjadi strategi terbaik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika 2026.
Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan, TKA Matematika mengukur kemampuan memahami fakta, konsep, prinsip, dan prosedur sekaligus kemampuan menerapkannya dalam pemecahan masalah.
Artinya, siswa tidak hanya perlu mengetahui rumus. Mereka juga harus dapat memahami informasi dalam soal, memilih konsep yang sesuai, serta menggunakannya untuk menemukan jawaban.
TKA 2026 jenjang SMA/MA/SMK/sederajat sendiri dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Sebelumnya, simulasi dilaksanakan pada 21–27 September 2026 dan gladi bersih pada 5–18 Oktober 2026.
Apa Saja Kisi-kisi TKA Matematika 2026?
Pusmendik membagi materi Matematika wajib jenjang SMA ke dalam lima elemen utama.
Kelima materi tersebut adalah bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, data dan peluang, serta trigonometri. Materinya merupakan irisan kompetensi yang terdapat pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.
| Materi TKA Matematika | Cakupan Umum |
|---|---|
| Bilangan | Bilangan real, operasi bilangan, bentuk berpangkat, pecahan, serta konsep bilangan lainnya. |
| Aljabar | Persamaan dan pertidaksamaan, fungsi, barisan dan deret, serta pemodelan matematika. |
| Geometri dan Pengukuran | Bangun datar, bangun ruang, sudut, jarak, dan hubungan objek geometri. |
| Data dan Peluang | Penyajian data, ukuran pemusatan, peluang, permutasi, kombinasi, dan interpretasi data. |
| Trigonometri | Perbandingan sinus, kosinus, tangen, dan penerapannya. |
Pusmendik menegaskan penggunaan logika Matematika tidak ditempatkan sebagai materi terpisah. Kemampuan tersebut diintegrasikan ke dalam berbagai materi yang diujikan.
Soal TKA Matematika Mengukur Apa?
Selain materi, siswa perlu memahami kompetensi yang diukur. Menurut kisi-kisi resmi Kemendikdasmen, TKA Matematika tidak berhenti pada kemampuan menghitung.
Setidaknya terdapat lima kemampuan yang menjadi perhatian:
- Pengetahuan Matematika, yakni memahami fakta, konsep, prinsip, dan prosedur.
- Representasi Matematis, yakni mengubah informasi atau persoalan ke dalam bentuk matematika.
- Penalaran, yakni menggunakan logika untuk menganalisis dan menyelesaikan masalah.
- Koneksi Matematis, yakni menghubungkan satu konsep dengan konsep lainnya.
- Pemecahan Masalah, yakni memilih dan menerapkan strategi untuk memperoleh solusi.
Karena itu, belajar TKA tidak cukup dilakukan dengan menghafalkan kumpulan rumus tanpa memahami konsep di baliknya.
Kemendikdasmen sendiri menyebut kisi-kisi dibuat agar siswa dapat belajar berdasarkan kompetensi yang diukur, bukan sekadar menghafalkan soal.
Seperti Apa Model Soal TKA Matematika?
TKA menggunakan soal pilihan ganda biasa dan pilihan ganda kompleks. Pada pilihan ganda biasa, peserta memilih satu jawaban yang benar. Sementara pada pilihan ganda kompleks, terdapat soal dengan lebih dari satu pilihan benar.
Contoh yang dipublikasikan Pusmendik juga memperlihatkan model kategori, yakni siswa menentukan apakah sejumlah pernyataan benar atau salah.
Dengan demikian, siswa dapat menghadapi setidaknya tiga pola:
- Pilihan Ganda (PG): satu jawaban benar.
- Pilihan Ganda Kompleks MCMA: lebih dari satu opsi dapat benar.
- Pilihan Ganda Kompleks Kategori: peserta menilai setiap pernyataan, misalnya benar atau salah.
Model kedua dan ketiga membutuhkan ketelitian lebih tinggi. Peserta tidak cukup menemukan satu opsi yang terasa benar, tetapi harus mengevaluasi setiap pilihan atau pernyataan.
Contoh Soal TKA Tidak Selalu Berupa Hitungan Langsung
Hal menarik lainnya terlihat dari konteks soal yang dipublikasikan Pusmendik.
Sebagian soal memang berbentuk matematika langsung. Namun, banyak pula pertanyaan yang diawali dengan persoalan kehidupan sehari-hari.
Dalam contoh resmi, misalnya, siswa diminta menghitung pilihan paling efisien untuk membuat kemasan dengan batas anggaran tertentu. Ada pula soal yang meminta siswa membaca data keuntungan toko bunga dan menentukan periode ketika terjadi penurunan signifikan.
Contoh lain menggunakan persoalan produksi dua jenis kue dengan keterbatasan modal dan kapasitas produksi. Siswa kemudian harus menggunakan konsep program linear untuk mengevaluasi sejumlah pernyataan.
Ada pula soal mengenai penyusunan kode kupon bazar yang menguji aturan pencacahan.
Karakter seperti ini membuat pemahaman konteks sama pentingnya dengan kemampuan melakukan operasi matematika.
Apakah Semua Soal TKA Berbentuk Soal Cerita?
Tidak.
Contoh resmi juga memperlihatkan soal yang langsung menguji konsep seperti trigonometri, modus data kelompok, operasi bilangan, geometri, serta barisan dan deret.
Jadi, bukan berarti seluruh soal TKA merupakan soal cerita panjang.
Yang ditekankan adalah kemampuan menggunakan pengetahuan Matematika dalam berbagai bentuk persoalan, baik dalam konteks matematika murni maupun kehidupan sehari-hari.
Apakah TKA Sama dengan Tes Numerasi?
Tidak.
Kemendikdasmen menjelaskan TKA berbeda dari asesmen literasi dan numerasi umum seperti yang digunakan dalam Asesmen Nasional.
TKA mengukur kompetensi mata pelajaran yang merujuk pada kurikulum. Namun, pertanyaannya tetap dirancang untuk menekankan penalaran serta pemecahan masalah.
Karena itu, cakupan TKA Matematika SMA lebih spesifik. Siswa tetap perlu menguasai materi seperti aljabar, geometri, peluang, dan trigonometri.
Apakah Soal TKA Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 Berbeda?
Tidak. Pusmendik menyatakan siswa yang menggunakan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 mengerjakan TKA dengan tingkat dan kerangka soal yang sama.
Soal dikembangkan dengan mempertimbangkan kompetensi yang menjadi irisan kedua kurikulum tersebut. Dengan demikian, siswa tidak perlu mencari kisi-kisi berbeda berdasarkan kurikulum sekolahnya.
Bagaimana Cara Belajar Matematika untuk TKA 2026?
Melihat kerangka asesmennya, persiapan TKA sebaiknya tidak berhenti pada menghafal rumus.
Siswa dapat mulai dengan memahami konsep pada lima materi utama, kemudian berlatih menggunakannya dalam persoalan yang berbeda-beda.
Kemampuan membaca tabel, grafik, gambar, serta informasi pada soal juga perlu dilatih. Begitu pula dengan kebiasaan memeriksa seluruh opsi pada pilihan ganda kompleks.
Kisi-kisi dan contoh soal resmi telah dibuka kepada publik oleh Pusmendik. Kemendikdasmen menyatakan kerangka asesmen tersebut memang disediakan agar siswa dapat mengetahui materi dan kompetensi yang akan diukur.
Dengan kata lain, strategi terbaik bukan menebak soal apa yang akan keluar, melainkan memahami cara berpikir yang akan diuji.
FAQ TKA Matematika 2026
Apa saja materi TKA Matematika SMA 2026?
Materinya meliputi bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, data dan peluang, serta trigonometri.
Apakah soal TKA Matematika hanya menghitung?
Tidak. Soal juga mengukur pemahaman konsep, representasi matematika, penalaran, koneksi matematis, serta pemecahan masalah.
Apa bentuk soal TKA Matematika?
Soalnya mencakup pilihan ganda satu jawaban serta pilihan ganda kompleks. Contoh resmi juga memperlihatkan model lebih dari satu jawaban benar dan kategori benar-salah.
Apakah soal TKA sama untuk Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013?
Ya. Soal disusun berdasarkan materi dan kompetensi yang menjadi irisan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013.
Apakah TKA Matematika sama dengan tes numerasi?
Tidak. TKA mengukur kompetensi mata pelajaran Matematika sesuai kurikulum, meskipun soal tetap menekankan penalaran dan pemecahan masalah.
Kapan TKA SMA 2026 dilaksanakan?
Pelaksanaan utama TKA SMA/MA/SMK/sederajat dijadwalkan pada 26 Oktober–8 November 2026.
Baca: Jangan Salah Pilih Mapel TKA untuk SNBP 2027, Ini Panduan Resminya
Ikuti Channel WhatsApp Dataloka.id untuk mendapatkan informasi berbasis data, statistik terbaru, dan insight mengenai berbagai isu di Indonesia.
Bergabung di sini:
https://whatsapp.com/channel/0029VaplAbq1noz8ZsizkH2R













