Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Berita

TKA dan PISA Sama-sama Ungkap Lemahnya Matematika Siswa Indonesia, Ini Nilainya

Hasil TKA dan PISA 2025 sama-sama menunjukkan tantangan kemampuan matematika siswa Indonesia. Rata-rata TKA Matematika hanya 36,10, sedangkan hanya 17 persen siswa PISA mencapai Level 2 atau lebih.

by Imam Fachdrian Rachmat
17 September 2026
in Berita
TKA dan PISA Sama-sama Ungkap Lemahnya Matematika Siswa Indonesia, Ini Nilainya

Rata-rata nilai Matematika TKA 2025 hanya 36,10. PISA 2025 juga menunjukkan hanya 17 persen siswa Indonesia mencapai kompetensi minimum matematika. (Sumber: Magnific)

Share on FacebookShare on Twitter

Kemampuan matematika masih menjadi tantangan bagi siswa Indonesia. Dua asesmen berbeda yang hasilnya dirilis dalam rentang kurang dari setahun, Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 dan Programme for International Student Assessment (PISA) 2025, sama-sama memperlihatkan capaian yang relatif rendah pada bidang tersebut.

Hasil TKA 2025 menunjukkan rata-rata nilai Matematika wajib peserta berada di angka 36,10 dari skala 0–100. Sementara itu, dalam PISA 2025, siswa Indonesia memperoleh skor matematika rata-rata 364 poin dan hanya 17 persen yang mencapai setidaknya Level 2 atau tingkat kompetensi minimum.

READ ALSO

Toco Academy Volume 4 Digelar di Bogor, Dorong UMKM Lebih Mandiri Berjualan Daring

Mau Masuk Akuntansi, IT, Bisnis, atau Farmasi? Ini Mapel TKA yang Perlu Dipertimbangkan untuk SNBP 2027

Selain itu, skor Matematika PISA Indonesia juga menjadi yang terendah di Asia Tenggara dari delapan negara Asean yang mengikutinya. Singapura menjadi yang teratas dengan skor 563.

Berapa Rata-rata Nilai Matematika TKA 2025?

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 3.489.148 peserta mengikuti mata pelajaran Matematika wajib dalam TKA 2025.

Rata-rata nilai yang diperoleh sebesar 36,10. Adapun mediannya berada di angka 35,74. Artinya, separuh peserta memperoleh nilai hingga sekitar angka tersebut dan separuh lainnya berada di atasnya.

Sebaran nilai juga menunjukkan capaian yang masih rendah. Kuartil pertama atau batas nilai pada posisi 25 persen peserta tercatat 29,11. Sementara itu, kuartil ketiga hanya mencapai 42,79. Dengan kata lain, sekitar tiga perempat peserta memperoleh skor tidak lebih dari 42,79.

Meski demikian, Matematika bukan mata pelajaran wajib dengan rata-rata paling rendah dalam TKA 2025. Bahasa Inggris mencatatkan rata-rata 24,93, sedangkan Bahasa Indonesia sebesar 55,38.

TKA 2025 tersebut merupakan asesmen untuk jenjang SMA, SMK, MA, Paket C, dan satuan pendidikan sederajat. Kemendikdasmen mencatat 3.475.896 murid mengikuti pelaksanaan TKA dari populasi sekitar 4,20 juta murid. TKA bersifat tidak wajib.

Tidak Ada Provinsi dengan Rata-rata Matematika TKA di Atas 50

Rendahnya capaian Matematika TKA juga terlihat ketika data dirinci menurut provinsi. Tidak satu pun dari 38 provinsi memiliki rata-rata nilai Matematika wajib mencapai 50.

DI Yogyakarta mencatatkan rata-rata tertinggi, yakni 43,09. Posisi berikutnya ditempati DKI Jakarta dengan 40,18 dan Jawa Tengah sebesar 39,16.

Sebaliknya, Nusa Tenggara Timur memiliki rata-rata Matematika terendah, yakni 31,73.

Berikut lima provinsi dengan rata-rata Matematika TKA 2025 tertinggi:

  1. DI Yogyakarta: 43,09
  2. DKI Jakarta: 40,18
  3. Jawa Tengah: 39,16
  4. Jawa Timur: 38,15
  5. Bali: 37,92

Bagaimana Skor Matematika Indonesia di PISA 2025?

Gambaran mengenai kemampuan matematika juga terlihat dalam PISA 2025 yang dirilis Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 8 September 2026.

Siswa Indonesia berusia 15 tahun memperoleh rata-rata skor matematika sebesar 364 poin. Nilainya berada di bawah rata-rata negara OECD yang mencapai 463 poin.

Skor Indonesia juga turun 2 poin dari 366 pada PISA 2022. Namun, OECD mencatat perubahan tersebut tidak signifikan secara statistik. Dengan demikian, hasil 2025 lebih tepat disebut relatif tidak berubah dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya.

Persoalan yang lebih terlihat berada pada tingkat penguasaan kompetensi dasar. Hanya 17 persen siswa Indonesia mencapai Level 2 atau lebih tinggi dalam matematika. Sebagai perbandingan, rata-rata negara OECD mencapai 65 persen.

Pada Level 2, siswa setidaknya mampu mengenali bagaimana suatu situasi sederhana dapat direpresentasikan secara matematis tanpa instruksi langsung. Contohnya membandingkan total jarak dari dua rute atau mengonversi harga ke mata uang lain.

Sementara itu, hampir tidak ada siswa Indonesia yang mencapai Level 5 atau Level 6. Pada kedua level tertinggi tersebut, siswa dituntut mampu memodelkan situasi kompleks secara matematis serta memilih dan mengevaluasi strategi pemecahan masalah yang sesuai.

PISA 2025 dan TKA Menunjukkan Pola yang Serupa

Hasil TKA dan PISA tidak dapat dibandingkan secara langsung. Skala nilai, populasi peserta, tujuan, hingga desain kedua asesmen tersebut berbeda.

PISA menguji sampel siswa berusia 15 tahun untuk melihat kemampuan menerapkan pengetahuan dalam menghadapi persoalan dunia nyata. Pada 2025, sebanyak 14.168 siswa dari 419 sekolah di Indonesia mengikuti PISA. Sampel tersebut mewakili sekitar 4 juta siswa berusia 15 tahun di Indonesia.

Sementara itu, TKA merupakan tes terstandar yang mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu. TKA 2025 untuk jenjang pendidikan menengah atas bersifat tidak wajib dan diikuti peserta dari SMA, MA, SMK, Paket C, serta satuan pendidikan sederajat.

Karena itu, skor PISA 364 tidak dapat disandingkan secara matematis dengan nilai TKA 36,10.

Meski menggunakan pendekatan berbeda, keduanya memberikan sinyal yang searah. Rata-rata Matematika TKA berada di 36,10, sedangkan pada PISA hanya 17 persen siswa Indonesia mencapai kompetensi matematika Level 2 atau lebih tinggi.

Hasil tersebut menunjukkan tantangan kemampuan matematika tidak hanya tampak ketika siswa diuji berdasarkan capaian akademik sekolah melalui TKA, tetapi juga ketika kemampuan mereka dinilai dalam menerapkan matematika pada persoalan yang digunakan PISA. (IMR/D-1)

Ringkasan Hasil Matematika TKA dan PISA 2025

Indikator Hasil
Rata-rata Matematika TKA 2025 36,10
Median Matematika TKA 2025 35,74
Kuartil I TKA 29,11
Kuartil III TKA 42,79
Peserta Matematika TKA 3.489.148 orang
Provinsi dengan rata-rata TKA tertinggi DI Yogyakarta (43,09)
Provinsi dengan rata-rata TKA terendah NTT (31,73)
Skor Matematika PISA 2025 Indonesia 364
Skor Matematika PISA 2022 Indonesia 366
Siswa Indonesia mencapai Level 2+ PISA 17%
Rata-rata Level 2+ negara OECD 65%

FAQ Terkait TKA dan PISA 2025

Berapa rata-rata nilai Matematika TKA 2025?

Rata-rata nilai Matematika wajib dalam TKA 2025 sebesar 36,10. Sebanyak 3.489.148 peserta tercatat mengikuti mata pelajaran tersebut.

Provinsi mana dengan nilai Matematika TKA 2025 tertinggi?

DI Yogyakarta mencatat rata-rata Matematika TKA tertinggi sebesar 43,09, disusul DKI Jakarta 40,18 dan Jawa Tengah 39,16.

Berapa skor Matematika Indonesia dalam PISA 2025?

Rata-rata skor Matematika Indonesia dalam PISA 2025 sebesar 364 poin, dibandingkan rata-rata OECD sebesar 463 poin.

Apakah skor TKA 36,10 bisa dibandingkan dengan skor PISA 364?

Tidak. TKA dan PISA menggunakan skala, peserta, tujuan, dan metode asesmen yang berbeda. Keduanya lebih tepat digunakan untuk melihat pola capaian matematika, bukan membandingkan skor secara langsung.

Berapa persen siswa Indonesia yang memenuhi kompetensi minimum matematika PISA 2025?

Sebanyak 17 persen siswa Indonesia mencapai setidaknya Level 2 dalam matematika PISA 2025. Rata-rata OECD sebesar 65 persen.

Baca Negara Paling Jago Matematika di Asia Tenggara Versi PISA 2025, Indonesia Peringkat Berapa?

Source: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)/ Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD)
Tags: MatematikaPISAsekolahSiswaSMASMKTKA

Related Posts

Toco Academy Volume 4 Digelar di Bogor, Dorong UMKM Lebih Mandiri Berjualan Daring
Berita

Toco Academy Volume 4 Digelar di Bogor, Dorong UMKM Lebih Mandiri Berjualan Daring

2 October 2026
Mau Masuk Akuntansi, Informatika, Bisnis, atau Farmasi? Ini Mapel TKA yang Perlu Dipertimbangkan untuk SNBP 2027
Berita

Mau Masuk Akuntansi, IT, Bisnis, atau Farmasi? Ini Mapel TKA yang Perlu Dipertimbangkan untuk SNBP 2027

25 September 2026
Pendaftaran TKA 2026 Tutup 27 September, Jangan Salah Pilih 2 Mapel untuk SNBP
Berita

Pendaftaran TKA 2026 Tutup 27 September, Jangan Salah Pilih 2 Mapel untuk SNBP

18 September 2026
Matematika Jadi Masalah dari SD hingga SMA? Ini Potret Nilai TKA Siswa Indonesia
Berita

Matematika Jadi Masalah dari SD hingga SMA? Ini Potret Nilai TKA Siswa Indonesia

18 September 2026
Soal TKA Bukan Hafalan, Ini Kisi-kisi dan Model Soal Matematika 2026
Berita

Soal TKA Bukan Hafalan, Ini Kisi-kisi dan Model Soal Matematika 2026

18 September 2026
Meet the Young Talents: Quinn Salman hingga Etenia Croft Warnai IIME 2026
Berita

Meet the Young Talents: Quinn Salman hingga Etenia Croft Warnai IIME 2026

17 September 2026
Next Post
Meet the Young Talents: Quinn Salman hingga Etenia Croft Warnai IIME 2026

Meet the Young Talents: Quinn Salman hingga Etenia Croft Warnai IIME 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.