Institut Teknologi Bandung menjadi universitas dengan bidang Teknik Sipil terbaik di Indonesia berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2026.
ITB berada pada kelompok peringkat 201–275 dunia untuk bidang Engineering–Civil and Structural. Posisi tersebut menempatkan ITB di urutan pertama nasional.
ITB juga menjadi satu-satunya perguruan tinggi Indonesia yang tercantum dalam tabel bidang Teknik Sipil dan Struktur yang dipublikasikan QS pada edisi 2026.
QS menempatkan universitas di luar kelompok peringkat tertentu dalam bentuk rentang. Karena itu, posisi dunia ITB tidak dapat dinyatakan sebagai satu nomor pasti di antara peringkat ke-201 hingga ke-275.
Peringkat tersebut juga tidak hanya menilai satu program sarjana. Bidang Engineering–Civil and Structural mencakup kinerja akademik dan penelitian universitas dalam rumpun teknik sipil serta struktur secara lebih luas.
ITB Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia
Masuknya ITB menunjukkan kampus tersebut telah memenuhi persyaratan QS untuk dinilai dan dipublikasikan dalam bidang Teknik Sipil dan Struktur.
Sementara itu, universitas Indonesia lain tidak tercantum dalam tabel yang dipublikasikan pada edisi 2026. Kondisi tersebut bukan berarti perguruan tinggi lain tidak mempunyai program Teknik Sipil berkualitas.
QS hanya memeringkat institusi yang memenuhi ketentuan terkait reputasi, jumlah dan dampak publikasi, serta kelayakan data. Batas publikasi peringkat juga berbeda pada setiap bidang ilmu.
Dengan demikian, tidak masuknya suatu kampus dalam daftar global tidak dapat disamakan dengan tidak terakreditasi atau tidak layak dipilih. Akreditasi nasional dan pemeringkatan internasional menggunakan tujuan serta metode yang berbeda.
Posisi ITB di Tingkat Dunia
Kelompok 201–275 menempatkan bidang Teknik Sipil dan Struktur ITB di antara perguruan tinggi yang dipublikasikan QS secara global. Di tingkat dunia, Massachusetts Institute of Technology menempati posisi pertama, sedangkan National University of Singapore berada di urutan kedua.
Jarak peringkat tersebut memperlihatkan ketatnya persaingan bidang Teknik Sipil secara global. Universitas tidak hanya dibandingkan berdasarkan proses pembelajaran, tetapi juga reputasi akademik, pandangan perusahaan, produktivitas penelitian, dampak sitasi, dan jejaring riset.
Bagi calon mahasiswa, posisi ITB dapat menjadi salah satu rujukan untuk menilai pengakuan internasional bidang Teknik Sipil. Namun, peringkat sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar memilih kampus.
Lokasi, biaya kuliah, fasilitas laboratorium, peminatan, kesempatan magang, hubungan dengan industri konstruksi, serta prospek kelulusan tetap perlu dipertimbangkan.
Bagaimana QS Menilai Bidang Teknik Sipil?
QS World University Rankings by Subject menggunakan lima indikator utama. Kelimanya adalah reputasi akademik, reputasi di mata perusahaan, sitasi per publikasi, indeks-H, dan jaringan riset internasional.
Reputasi akademik dihimpun melalui survei terhadap akademisi global. Reputasi perusahaan menggambarkan pandangan pemberi kerja mengenai universitas yang menghasilkan lulusan kompeten pada bidang terkait.
Sitasi per publikasi dan indeks-H digunakan untuk melihat pengaruh serta konsistensi penelitian. Adapun jaringan riset internasional menilai keberlanjutan kerja sama penelitian dengan institusi di berbagai negara.
Bobot indikator disesuaikan dengan karakteristik setiap disiplin. Oleh sebab itu, hasil bidang Teknik Sipil tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan peringkat Kedokteran, Hukum, Bisnis, atau bidang lainnya. (ELS/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa universitas dengan jurusan Teknik Sipil terbaik di Indonesia versi QS 2026?
Institut Teknologi Bandung menjadi universitas Indonesia dengan posisi tertinggi dalam bidang Engineering–Civil and Structural.
Berapa peringkat Teknik Sipil ITB di dunia?
ITB berada pada kelompok peringkat 201–275 dunia.
Berapa kampus Indonesia yang masuk pemeringkatan tersebut?
Hanya satu, yaitu Institut Teknologi Bandung.
Mengapa universitas lain tidak tercantum?
QS hanya memublikasikan institusi yang memenuhi persyaratan data, reputasi, penelitian, dan batas peringkat pada bidang terkait.
Apakah tidak masuk QS berarti jurusan Teknik Sipil suatu kampus buruk?
Tidak. QS merupakan pemeringkatan global, bukan sistem akreditasi program studi. Kualitas kampus tetap perlu dilihat melalui akreditasi, kurikulum, dosen, fasilitas, biaya, dan hasil lulusannya.
Apa nama kategori Teknik Sipil dalam pemeringkatan QS?
QS menggunakan kategori Engineering–Civil and Structural atau Teknik Sipil dan Struktur.
Baca: 4 Universitas Jurusan Arsitektur Terbaik di Indonesia Versi QS 2026, ITB Teratas













