Institut Teknologi Bandung (ITB) mencatat perbedaan penghasilan yang cukup lebar di antara alumni dari berbagai program studi. Berdasarkan Tracer Study ITB 2025, median penghasilan alumni yang bekerja mencapai Rp8,3 juta per bulan.
Sejumlah program studi bahkan mencatat median penghasilan di atas Rp10 juta. Teknik Perminyakan berada di posisi teratas dengan Rp13 juta per bulan, diikuti Teknik Telekomunikasi Rp12,5 juta dan Teknik Kimia Rp12 juta.
Teknik Perminyakan Punya Median Penghasilan Tertinggi
Tracer Study ITB 2025 menyasar alumni program sarjana angkatan 2018. Survei dilaksanakan pada 21 April hingga 31 Agustus 2025.
Dari 3.664 alumni yang menjadi sasaran, sebanyak 3.274 orang mengisi survei atau menghasilkan response rate sekitar 90 persen.
Dalam kelompok alumni yang bekerja, rata-rata penghasilan tercatat sebesar Rp10.170.259 per bulan. Namun, median penghasilannya lebih rendah, yakni Rp8,3 juta.
Median merupakan nilai tengah dari seluruh penghasilan responden setelah diurutkan. Karena itu, angka median tidak terlalu terpengaruh oleh responden dengan pendapatan yang sangat tinggi atau sangat rendah.
Rumpun Teknik Mendominasi Posisi Teratas
Data tersebut menunjukkan program studi bidang teknik mendominasi kelompok dengan median penghasilan tertinggi.
Delapan posisi teratas seluruhnya berasal dari rumpun teknik dan teknologi. Selain Teknik Perminyakan, Teknik Telekomunikasi, dan Teknik Kimia, lulusan Teknik Informatika memiliki median penghasilan Rp11,04 juta per bulan.
Teknik Elektro menyusul dengan Rp11 juta, Sistem dan Teknologi Informasi Rp10,4 juta, Teknik Pertambangan Rp10,125 juta, serta Teknik Metalurgi Rp10 juta.
Sementara itu, Teknik Tenaga Listrik, Teknik Industri, dan Rekayasa Hayati sama-sama memiliki median penghasilan Rp9,75 juta per bulan.
Penghasilan Tertinggi Individu Tembus Rp119,5 Juta
Median penghasilan per program studi tidak sama dengan penghasilan tertinggi yang diterima seorang alumni. Tracer Study ITB mencatat penghasilan bulanan tertinggi mencapai Rp119,5 juta. Angka tersebut berasal dari seorang alumni Teknik Geofisika yang bekerja sebagai staf di perusahaan multinasional.
Sebaliknya, penghasilan terendah yang terekam sebesar Rp400 ribu per bulan. Penghasilan tersebut diterima alumni Seni Rupa yang ketika survei dilakukan masih menjalani magang di perusahaan swasta.
Lebarnya rentang tersebut menjadi salah satu alasan median lebih relevan digunakan untuk membandingkan penghasilan antarpogram studi dibandingkan hanya melihat rata-rata atau nilai tertinggi.
Gaji Bukan Jaminan Setiap Lulusan
Data tersebut tidak berarti setiap lulusan Teknik Perminyakan akan menerima gaji Rp13 juta per bulan atau setiap lulusan program studi lain akan memperoleh nominal yang sama dengan median prodinya.
Angka merupakan gambaran penghasilan alumni angkatan 2018 yang menjadi responden dan bekerja ketika Tracer Study ITB 2025 dilakukan. Besarnya penghasilan dapat dipengaruhi perusahaan, jabatan, lokasi kerja, pengalaman, sektor industri, maupun faktor lainnya.
ITB juga mencatat sebagian besar alumni angkatan 2018 memilih bekerja. Selain itu, sebagian alumni melanjutkan pendidikan, berwirausaha, atau belum bekerja ketika survei berlangsung. (RK/D-1)
Daftar Lengkap Median Penghasilan Bulanan Alumni ITB Angkatan 2018 Berdasarkan Program Studi
| Program Studi | Median Penghasilan | Responden Bekerja |
|---|---|---|
| Teknik Perminyakan | Rp13.000.000 | 71 |
| Teknik Telekomunikasi | Rp12.500.000 | 26 |
| Teknik Kimia | Rp12.000.000 | 100 |
| Teknik Informatika | Rp11.040.000 | 78 |
| Teknik Elektro | Rp11.000.000 | 51 |
| Sistem dan Teknologi Informasi | Rp10.400.000 | 32 |
| Teknik Pertambangan | Rp10.125.000 | 70 |
| Teknik Metalurgi | Rp10.000.000 | 52 |
| Teknik Tenaga Listrik | Rp9.750.000 | 22 |
| Teknik Industri | Rp9.750.000 | 107 |
| Rekayasa Hayati | Rp9.750.000 | 28 |
| Teknik Mesin | Rp9.450.000 | 90 |
| Teknik Fisika | Rp9.250.000 | 32 |
| Manajemen Rekayasa | Rp9.050.000 | 36 |
| Teknik Geologi | Rp9.000.000 | 53 |
| Matematika | Rp9.000.000 | 56 |
| Kewirausahaan | Rp9.000.000 | 43 |
| Aktuaria | Rp9.000.000 | 39 |
| Teknik Material | Rp8.800.000 | 36 |
| Manajemen | Rp8.500.000 | 116 |
| Mikrobiologi | Rp8.300.000 | 23 |
| Teknik Sipil | Rp8.175.000 | 100 |
| Teknik Kelautan | Rp8.150.000 | 38 |
| Teknologi Pasca Panen | Rp8.000.000 | 28 |
| Teknik Geofisika | Rp8.000.000 | 37 |
| Meteorologi | Rp8.000.000 | 22 |
| Fisika | Rp8.000.000 | 53 |
| Teknik Pangan | Rp7.900.000 | 34 |
| Teknik Geodesi dan Geomatika | Rp7.822.000 | 66 |
| Teknik Dirgantara | Rp7.650.000 | 40 |
| Teknik Lingkungan | Rp7.500.000 | 67 |
| Oseanografi | Rp7.500.000 | 23 |
| Perencanaan Wilayah dan Kota | Rp7.300.000 | 75 |
| Teknik Bioenergi dan Kemurgi | Rp7.100.000 | 21 |
| Teknik Biomedis | Rp7.000.000 | 24 |
| Rekayasa Kehutanan | Rp7.000.000 | 35 |
| Rekayasa Infrastruktur Lingkungan | Rp7.000.000 | 23 |
| Astronomi | Rp7.000.000 | 25 |
| Sains dan Teknologi Farmasi | Rp6.600.500 | 35 |
| Desain Komunikasi Visual | Rp6.437.500 | 30 |
| Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air | Rp6.400.000 | 22 |
| Rekayasa Pertanian | Rp6.200.000 | 21 |
| Kimia | Rp6.000.000 | 43 |
| Arsitektur | Rp6.000.000 | 66 |
| Desain Interior | Rp5.850.000 | 29 |
| Biologi | Rp5.600.000 | 41 |
| Kriya | Rp5.500.000 | 21 |
| Farmasi Klinik dan Komunitas | Rp5.000.000 | 23 |
| Desain Produk | Rp5.000.000 | 17 |
| Seni Rupa | Rp4.850.000 | 10 |
Baca: 4 Universitas Jurusan Teknik Mesin Terbaik di Indonesia Versi QS 2026, ITB Nomor 1













